Urutan Dzikir Pagi Singkat untuk Mengawali Hari dengan Tenang Lengkap Bacaan dan Adabnya

Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir, di antaranya dzikir di pagi hari.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir, di antaranya dzikir di pagi hari. Mengingat keutamaannya, perintah berdzikir di pagi hari bahkan termaktub dalam Al-Qur’an.

"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang". (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Dzikir mendatangkan berbagai kebaikan, di antaranya adalah ketenangan. Untuk itu, seorang muslim perlu memahami urutan dzikir pagi singkat untuk mengawali hari dengan tenang di tengah kesibukan yang begitu menguras energi dan penuh tekanan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa pagi hari adalah waktu turunnya rezeki dan pembagian berkah, sehingga memulai hari dengan dzikir berarti membuka pintu keberkahan sejak awal. Dzikir yang dibaca secara rutin dapat menjaga seorang hamba dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi .

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim mengungkapkan, dzikir pagi adalah benteng kokoh bagi seorang hamba selama di dunia dan menjadi simpanan berharga untuk modal kebaikan di akhirat.

Urutan Dzikir Pagi Singkat

Berikut adalah urutan dzikir pagi singkat yang dapat diamalkan setiap hari, lengkap dengan bacaan Arab, Latin, dan artinya:

1. Ta'awwuz

Arab: أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Latin: A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk."

2. Ayat Kursi

Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta'khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi'idznihi ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai'im min 'ilmihi illa bi maa syaa', wa si'a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul 'adhiim.

Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Mahatinggi, Mahabesar."

3. Sayyidul Istighfar

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

4. Doa Perlindungan dan Keselamatan

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Latin: Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awrootii wa aamin row'aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya, wa min khalfii, wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii, wa min fauqii, wa a'uudzu bi 'azhamatika an ughtaala min tahtii.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku."

5. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Masing-masing 3x)

Surah Al-Ikhlas: Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwa Allahu ahad. Allahush-shomad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Artinya: "Katakanlah: 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.'"

6. Doa Pagi

Arab: اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Latin: Allahumma bika ashbahnaa, wa bika amsainaa, wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaikan-nusyuur.

Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)."

7. Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-masing 33x)

Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhaanallaahi walhamdulillaahi wallaahu akbar.

Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Mahabesar."

Adab dan Waktu Dzikir Pagi

Para ulama telah merinci adab-adab yang sebaiknya diperhatikan ketika berdzikir. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa seseorang yang berdzikir hendaknya bersikap tertib, menghadap kiblat dengan sikap khusyuk, menghinakan diri kepada Allah, dan tenang.

Orang yang berdzikir sebaiknya berada dalam keadaan terbaik, duduk dengan penuh kerendahan hati dan ketenangan, serta menundukkan kepala.

Adab lainnya adalah memulai dzikir dengan ta'awwuz (memohon perlindungan dari syaitan), membaca dengan suara yang lembut namun jelas, serta menghadirkan hati dan memahami makna dzikir yang dibaca.

Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menekankan bahwa dzikir yang paling utama adalah yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan pemahaman.

Waktu Dzikir Pagi

Waktu yang paling utama untuk membaca dzikir pagi adalah pada awal hari, yaitu sejak masuk waktu Subuh hingga terbit matahari (bukroh) . Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa waktu terbaik adalah setelah sholat Subuh, ketika suasana masih tenang dan hati lebih mudah khusyuk .

Selain waktu utama tersebut, sebagian ulama membolehkan membaca dzikir pagi hingga sebelum tergelincirnya matahari di waktu dzuhur.

Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menyebutkan bahwa waktu dzikir pagi dimulai sejak fajar menyingsing hingga terbit matahari, dan jika terlewat, masih bisa dilakukan hingga tengah hari.

Fadhilah Mengamalkan Dzikir Pagi

1. Mendapatkan Perlindungan dari Segala Keburukan

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca dzikir ini di pagi hari, maka dia akan dilindungi dari segala keburukan hingga sore hari" (HR. Abu Dawud) . Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir yang dibaca secara rutin dapat menjaga seorang hamba dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi .

2. Mendapatkan Ampunan Dosa

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa membaca Subhanallahi wa bihamdih seratus kali di pagi dan sore hari, maka akan dihapuskan seluruh kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan . Syaikh Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa dzikir pagi adalah waktu yang sangat baik untuk memohon ampunan kepada Allah.

3. Mendapatkan Rahmat, Ampunan, dan Cahaya dari Allah

Dzikir pagi memiliki keutamaan mendapatkan kasih sayang, ampunan, dan diberikan cahaya oleh Allah SWT, serta dikeluarkan dari kegelapan . Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang membaca dzikir pagi akan mendapatkan cahaya di hari kiamat.

4. Menenangkan Hati dan Pikiran

Dengan rutin membaca dzikir pagi, hati menjadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, serta ibadah menjadi lebih terjaga . Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang" (QS. Ar-Ra'd: 28). Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menyebutkan bahwa dzikir adalah makanan hati, dan hati yang tidak berdzikir akan menjadi keras dan mati.

5. Mendapatkan Pahala Seperti Haji dan Umrah

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa duduk berdzikir setelah sholat Subuh hingga matahari terbit lebih dicintai oleh Rasulullah SAW daripada membebaskan empat orang hamba sahaya dari keturunan Nabi Ismail . Ibnul Qayyim dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa besar pahala dzikir pagi bagi seorang hamba.

6. Menjadi Benteng Kokoh dan Simpanan Berharga

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim menjelaskan bahwa zikir pagi sangat bermanfaat sebagai benteng yang kokoh bagi seorang hamba selama di dunia dan menjadi simpanan yang sangat berharga untuk modal kebaikan di kehidupan akhirat .

 

Pertanyaan Seputar Dzikir Pagi

1. Apa saja urutan dzikir pagi yang dianjurkan?

Urutan dzikir pagi yang dianjurkan adalah: Ta'awwuz, Ayat Kursi, Sayyidul Istighfar, doa perlindungan, surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing 3x), serta dzikir tasbih, tahmid, dan takbir (masing-masing 33x) .

2. Kapan waktu terbaik membaca dzikir pagi?

Waktu terbaik adalah setelah sholat Subuh hingga terbit matahari . Jika terlewat, sebagian ulama membolehkan hingga sebelum waktu dzuhur .

3. Apa keutamaan membaca Sayyidul Istighfar di pagi hari?

Barangsiapa membacanya di pagi hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada hari itu sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga (HR. Bukhari).

4. Apakah dzikir pagi bisa dibaca tanpa wudhu?

Ya, berdzikir tidak mengharuskan seseorang dalam keadaan berwudhu, meskipun lebih utama dalam keadaan suci .

5. Apa perbedaan dzikir pagi dan dzikir setelah sholat?

Dzikir pagi adalah kumpulan dzikir yang dibaca pada waktu pagi (setelah Subuh hingga terbit matahari), sedangkan dzikir setelah sholat adalah dzikir yang dibaca setiap selesai sholat fardhu. Keduanya memiliki keutamaan masing-masing dan dianjurkan untuk diamalkan.