Tren Jual Implan Payudara Bekas Viral di Rusia

Platform online Rusia alami peningkatan jumlah penjualan implan payudara bekas.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Platform iklan di Rusia melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah penjualan implan payudara bekas yang dijual online.

Dikutip dari Oddity Central, Selasa (7/7/2026), para dokter bedah plastik melaporkan adanya penurunan operasi pembesaran payudara sekitar 40 persen selama satu dekade terakhir.

Pasalnya, popularitas implan payudara menurun akibat krisis ekonomi yang melanda Rusia saat ini. 

Ada banyak sekali alasan yang diberikan para wanita untuk melepas implannya. Namun, alasan yang membuat beberapa analis berpendapat bahwa tren aneh ini dikarenakan adanya masalah ekonomi.

Faktor seperti ketidakstabilan nilai tukar, penurunan daya beli, penarikan bank dan perusahaan barat, serta kelangkaan bahan bakar telah berdampak pada seluruh warga Rusia. 

Demi memenuhi kebutuhan hidup, banyak dari mereka yang menjual apa saja barang berharga yang mereka miliki.

Yang mengkhawatirkan adalah penjualan tersebut banyak  yang berasal dari daerah makmur seperti St. Petersburg atau Moskow.

Saluran Telegram BAZA melaporkan harga jual dari implan berkualitas tinggi anjlok sekitar tiga sampai empat kali di bawah harga beli.

Harga awal implan Mentor adalah 140.000 Rubel atau Rp 32,6 juta, dijual menjadi 35,000 Rubel atau Rp 8,1 juta. Sementara itu, harga implan Motiva mulanya sebesar 200,000 rubel (Rp 46,6 juta), turun menjadi 30,000 Rubel (Rp 6,9 juta).

Walaupun harganya sangat menggiurkan, tidak ada dokter bedah yang mau melakukan prosedur menggunakan implan bekas.

Setelah dilepas, implan tersebut masih mengandung banyak biomaterial dari pemilik sebelumnya. Sifat-sifat bahan itu membuatnya tidak bisa direbus atau dibersihkan secara baik menggunakan formalin.

Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan implan orang lain dapat menyebabkan nekrosis jaringan bahkan kematian. Hal ini karena kemungkinan besar sistem kekebalan tubuh akan menolak implan yang memiliki biomaterial orang lain.

Â