Raja Charles III Buka Lowongan Kerja, Gaji Tembus Rp 1,2 Miliar

Raja Charles III membuka lowongan untuk videografer sebagai upaya menjalin hubungan lebih dekat dengan masyarakat.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Raja Charles III membuka lowongan kerja sebagai videografer untuk bergabung dengan tim komunikasi keluarga kerajaan Inggris di Istana Buckingham. Posisi tersebut menawarkan gaji hingga 52.000 pound sterling atau sekitar Rp 1,2 miliar per tahun.

Dikutip dari Hello Magazine, Selasa (7/7/2026), videografer yang terpilih akan menjadi bagian dari Tim Komunikasi Kerajaan dengan tugas mendokumentasikan berbagai aktivitas keluarga kerajaan. Konten yang dihasilkan nantinya akan dipublikasikan melalui berbagai platform digital resmi kerajaan guna memperkuat hubungan dengan masyarakat di seluruh dunia.

Pekerjaan ini mencakup peliputan kegiatan sehari-hari anggota kerajaan hingga acara kenegaraan berskala besar, termasuk kemungkinan mendokumentasikan perayaan tahunan seperti Trooping the Colour. Kandidat juga dituntut mampu mengemas cerita secara kreatif melalui konten visual yang dapat menginspirasi jutaan audiens.

Selain gaji yang kompetitif, posisi tersebut menawarkan sejumlah fasilitas, di antaranya cuti tahunan selama 25 hari dan makan siang gratis setiap hari. Pendaftar juga diharapkan memiliki kemampuan bercerita (storytelling) yang kuat serta minat besar di bidang produksi konten digital.

Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya keluarga kerajaan Inggris untuk memperkuat kehadiran mereka di era digital. Sebelumnya, Pangeran William dan Putri Kate telah lebih dahulu bekerja sama dengan videografer asal London, Will Warr, untuk memproduksi sejumlah video, termasuk pesan pribadi Kate Middleton saat mengumumkan telah menyelesaikan pengobatan kanker.

Pekan lalu, Istana Kensington juga merilis video yang menampilkan Putri Kate berbicara mengenai partisipasinya dalam Three Peaks Challenge untuk menggalang dana bagi Royal Marsden, rumah sakit tempat ia menjalani perawatan kanker. Kehadiran konten-konten tersebut menjadi bagian dari strategi keluarga kerajaan dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dan modern dengan publik melalui media digital.