Liputan6.com, Jakarta - Tahukah Anda bahwa kebiasaan bertanya bukan sekadar tanda ketidaktahuan? Cara seseorang mengajukan pertanyaan bisa memberi gambaran tentang rasa ingin tahu, cara berpikir, hingga kebutuhan emosionalnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sulit membedakan orang yang banyak bertanya karena memang ingin belajar dengan mereka yang sekadar ingin tahu urusan orang lain atau "kepo". Memahami alasan di balik kebiasaan tersebut dapat membantu kita merespons dengan lebih tepat dan menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi.
Buku Curious: The Desire to Know and Why Your Future Depends On It karya Ian Leslie menjelaskan bahwa rasa ingin tahu mendorong seseorang untuk mencari informasi dan memahami hal-hal yang belum diketahui. Dalam kehidupan sosial, kebiasaan bertanya juga bisa muncul karena ingin membangun hubungan, mencari kepastian, atau memahami sesuatu dengan lebih jelas.
Advertisement
Berikut ulasan Liputan6.com tentang cara mengenali orang dari kebiasaannya yang banyak bertanya dari berbagai sumber, Rabu (26/8/2026).
1. Suka Bertanya karena Ingin Belajar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723628/original/080686600_1705977643-people-attending-group-therapy-session-while-sitting-chairs.jpg)
Orang yang gemar bertanya bisa saja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka tidak hanya ingin mengetahui jawaban singkat, tetapi juga ingin memahami alasan dan proses di balik suatu hal.
Misalnya, ketika mendapat sebuah aturan, mereka tidak hanya menerima begitu saja. Mereka mungkin bertanya, "Mengapa caranya harus seperti ini?" atau "Apa alasan aturan tersebut dibuat?"
Pertanyaan yang diajukan biasanya masih berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Mereka juga terlihat antusias ketika mendapatkan informasi baru dan berusaha menghubungkan informasi tersebut dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
Advertisement
2. Suka Bertanya karena Ingin Lebih Dekat dengan Orang Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5139808/original/014701600_1740124281-business-people-working-with-ipad-medium-shot.jpg)
Tidak semua orang yang banyak bertanya sedang mencari informasi. Sebagian orang menggunakan pertanyaan untuk membangun hubungan dengan lawan bicara.
Mereka mungkin bertanya tentang pekerjaan, keluarga, hobi, atau pengalaman Anda. Setelah mendapatkan jawaban, mereka biasanya memberikan pertanyaan lanjutan yang masih berhubungan dengan cerita tersebut.
Perhatikan juga cara mereka mendengarkan. Orang yang benar-benar ingin membangun kedekatan biasanya fokus saat Anda berbicara, tidak sibuk dengan ponsel, dan memberikan respons yang sesuai.
- Fokus: memperhatikan lawan bicara saat berbicara.
- Respons: mengangguk dan memberikan pertanyaan lanjutan.
- Tujuan: membangun hubungan dan membuat lawan bicara merasa dihargai.
3. Suka Bertanya karena Ingin Mencari Solusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5176880/original/033197000_1743142037-Harapan.jpg)
Orang yang banyak bertanya juga bisa memiliki kebiasaan berpikir untuk mencari solusi. Pertanyaan mereka biasanya berkaitan dengan kemungkinan yang dapat terjadi.
Contohnya, mereka mungkin bertanya, "Bagaimana kalau rencana ini tidak berjalan?" atau "Apa yang harus dilakukan jika terjadi masalah?"
Sekilas, kebiasaan tersebut mungkin terlihat seperti terlalu banyak berpikir. Padahal, mereka sedang mencoba mempersiapkan diri dan mencari cara untuk mengurangi risiko.
Dalam pekerjaan atau kegiatan bersama, tipe orang seperti ini bisa membantu menemukan masalah yang mungkin belum diperhatikan oleh anggota kelompok lainnya.
Advertisement
4. Berani Mengakui Kalau Belum Paham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477619/original/081959200_1768877156-van-tay-media-Cdmm49zqIbw-unsplash.jpg)
Orang yang sering bertanya tidak selalu merasa dirinya paling tahu. Justru, sebagian dari mereka berani mengakui bahwa ada hal yang belum mereka pahami.
Mereka tidak terlalu khawatir dianggap tidak tahu. Daripada salah memahami sesuatu, mereka memilih bertanya dan meminta penjelasan ulang.
Contohnya, mereka bisa mengatakan, "Maaf, saya belum paham bagian ini. Bisa dijelaskan lagi?"
Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa mereka terbuka terhadap informasi baru dan bersedia memperbaiki pemahamannya ketika menemukan informasi yang lebih tepat.
5. Sering Bertanya untuk Memastikan Detail
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4795649/original/083808400_1712310814-low-angle-lesson-write.jpg)
Ada pula orang yang gemar bertanya karena tidak ingin membuat kesalahan akibat informasi yang kurang jelas. Mereka biasanya akan memastikan detail sebelum mengambil keputusan atau melakukan sesuatu.
Misalnya, ketika seseorang mengatakan akan bertemu pada hari Rabu, mereka mungkin bertanya kembali, "Rabu minggu ini atau minggu depan?"
Orang seperti ini cenderung tidak nyaman dengan informasi yang masih samar. Mereka ingin mengetahui siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana suatu hal dilakukan.
- Tidak mudah puas dengan jawaban yang terlalu umum.
- Sering memastikan waktu, tempat, dan detail lainnya.
- Menghindari informasi yang masih bisa menimbulkan banyak tafsir.
- Lebih suka mendapatkan penjelasan yang jelas dan lengkap.
Advertisement
6. Bisa Bertanya karena Sedang Merasa Cemas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332891/original/067050900_1787722137-pexels-rdne-8370435.jpg)
Kebiasaan bertanya tidak selalu menunjukkan rasa ingin tahu yang positif. Dalam beberapa situasi, seseorang bisa bertanya berulang kali karena merasa khawatir atau membutuhkan kepastian.
Misalnya, seseorang berkali-kali bertanya, "Apakah semuanya aman?" atau "Nanti di sana siapa saja?" Meskipun sudah mendapatkan jawaban, mereka mungkin kembali menanyakan hal yang sama.
Kebiasaan tersebut dapat muncul ketika seseorang merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang belum pasti. Pertanyaan menjadi cara untuk mendapatkan rasa aman.
Karena itu, menghadapi orang seperti ini sebaiknya dilakukan dengan tenang. Jawaban yang jelas dan menenangkan dapat membantu mereka merasa lebih nyaman.
7. Bertanya untuk Mendapatkan Persetujuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332892/original/000972900_1787722138-pexels-yankrukov-7794013.jpg)
Beberapa orang bertanya bukan karena tidak mengetahui jawabannya, tetapi karena ingin mendapatkan pendapat atau dukungan dari orang lain.
Contohnya, "Menurut kamu, pilihan saya sudah benar, kan?" atau "Menurutmu baju ini bagus, tidak?"
Pertanyaan seperti ini bisa menjadi cara seseorang meminta dukungan secara tidak langsung. Mereka ingin mengetahui apakah pilihan atau keputusan mereka dapat diterima oleh orang lain.
Jika menghadapi orang seperti ini, respons yang hangat biasanya lebih tepat daripada langsung memberikan jawaban yang terlalu kaku.
Advertisement
8. Suka Mencoba Hal dan Informasi Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332893/original/024134300_1787722138-pexels-mikhail-nilov-6930545.jpg)
Orang yang tertarik pada banyak hal biasanya memiliki rasa ingin tahu yang luas. Pertanyaan mereka dapat berpindah dari satu topik ke topik lain karena mereka senang mengenal pengalaman dan informasi baru.
Mereka bisa bertanya tentang makanan, budaya, seni, perjalanan, pekerjaan, atau berbagai hal yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
Beberapa cirinya antara lain:
- Tertarik pada berbagai macam topik.
- Suka mencoba pengalaman baru.
- Sering mengajukan pertanyaan yang tidak biasa.
- Senang mencari kemungkinan dan sudut pandang baru.
9. Sering Memikirkan Diri Sendiri dan Pengalamannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332894/original/048353700_1787722138-pexels-thirdman-6502731.jpg)
Orang yang banyak bertanya kepada orang lain terkadang juga terbiasa memikirkan dirinya sendiri. Mereka sering mengevaluasi pengalaman, keputusan, dan perasaannya.
Pertanyaan mereka dapat terdengar lebih mendalam, seperti "Menurutmu, apa arti sukses?" atau "Mengapa seseorang bisa berubah setelah mengalami sesuatu?"
Pertanyaan semacam ini biasanya menunjukkan bahwa mereka tertarik memahami makna di balik suatu kejadian. Percakapan dengan mereka pun sering berkembang menjadi pembahasan yang lebih mendalam.
Advertisement
10. Bertanya untuk Menghindari Membicarakan Diri Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332895/original/073484200_1787722138-pexels-shvets-production-7176286.jpg)
Ada juga orang yang banyak bertanya karena tidak ingin menjadi pusat perhatian. Mereka menggunakan pertanyaan untuk mengalihkan pembicaraan dari dirinya sendiri.
Misalnya, ketika ditanya tentang kehidupan pribadi, mereka justru balik bertanya kepada lawan bicara. Cara ini dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang merasa kurang nyaman membicarakan hal-hal pribadi.
Jika Anda merasa terus-menerus menjawab pertanyaan sementara orang tersebut hampir tidak pernah bercerita tentang dirinya, bisa jadi ia memang sedang berusaha menjaga privasinya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang yang Banyak Bertanya
Apakah orang yang banyak bertanya berarti lebih cerdas?
Tidak selalu. Kebiasaan bertanya bisa menunjukkan rasa ingin tahu, keinginan belajar, atau kemampuan berpikir kritis. Namun, banyak bertanya saja tidak cukup untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang.
Bagaimana menghadapi teman yang terlalu banyak bertanya atau kepo?
Anda dapat menjawab seperlunya lalu mengalihkan pembicaraan. Jika pertanyaannya terlalu pribadi, Anda juga berhak mengatakan bahwa belum ingin membicarakan hal tersebut. Menetapkan batasan dengan sopan merupakan cara yang sehat dalam menjaga kenyamanan.
Mengapa ada orang yang bertanya padahal sebenarnya sudah tahu jawabannya?
Alasannya bisa bermacam-macam. Mereka mungkin ingin memastikan informasi, mencari persetujuan, membuka percakapan, atau membantu orang lain memahami suatu hal. Karena itu, maksud pertanyaan perlu dilihat dari konteks pembicaraannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332890/original/040086800_1787722137-pexels-rdne-5756655.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324239/original/013100300_1755844999-nathan-mcbride-YLkBly2HVHY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4279674/original/054232400_1672713572-young-woman-feeling-sad-while-her-boyfriend-is-trying-apologize-during-dinner-dining-table_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771856/original/057781800_1710389275-Ilustrasi_ngobrol__komunikasi_di_kantor__tempat_kerja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3448207/original/022372500_1620176690-kate-torline-VeiqoYAEeis-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331768/original/082466300_1787563368-46588a0d-ef3f-47d9-8951-ee9de343d92a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4163304/original/068543100_1663574974-nylos-TEpcivXIa8I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331032/original/022951800_1787471389-10336701271127275168.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330656/original/015712700_1787398840-pexels-soc-nang-d-ng-2150345854-34689953.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4941112/original/061950600_1725956552-carly-rae-hobbins-zNHOIzjJiyA-unsplash.jpg)