Liputan6.com, Jakarta - Kemampuan bahasa merupakan salah satu bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Kemampuan bahasa anak mulai berkembang sejak usia dini. Bahkan sebelum mampu mengucapkan kata dengan jelas, bayi sudah belajar berkomunikasi melalui suara, ekspresi, gerakan, dan respons terhadap orang di sekitarnya. Orang tua memiliki peran besar dalam proses tersebut.
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak perlu terlalu fokus pada kesempurnaan. Interaksi yang hangat, perhatian, dan dorongan untuk terus mencoba justru menjadi bagian penting dalam membantu kemampuan komunikasi anak berkembang. Berikut tujuh cara membangun kemampuan bahasa anak dari kebiasaan sehari-hari, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (26/8/2026).
Advertisement
1. Manfaatkan Waktu Makan sebagai Ajang Mengobrol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4548967/original/094336900_1692782124-tanaphong-toochinda-FEhFnQdLYyM-unsplash.jpg)
Mengutip laman Southern Pediatric Therapy, momen makan bersama keluarga bisa menjadi kesempatan berharga untuk melatih anak berbicara sekaligus belajar bergantian dalam percakapan. Alih-alih hanya fokus menyantap makanan, orang tua bisa mengajak anak bercerita tentang kegiatannya sepanjang hari. Bahan obrolan lain yang bisa dicoba adalah membicarakan makanan yang sedang disantap, seperti warna, rasa, aroma, bentuk, atau teksturnya.
Advertisement
2. Rutin Bernyanyi dan Memperdengarkan Musik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
Musik menjadi media yang menyenangkan untuk mengenalkan bahasa kepada bayi sejak dini. Lagu anak-anak, nyanyian sederhana, atau lagu yang sering diputar dapat membantu bayi mengenali pola suara, irama, dan pengulangan kata.
Tidak perlu menjadwalkan sesi khusus untuk bernyanyi. Orang tua bisa melakukannya sambil menggendong bayi, bermain, memasak, atau dalam perjalanan bersama. Paparan bunyi yang berulang semacam ini menjadi bagian penting dari stimulasi bahasa sejak usia dini, sekaligus membuat suasana lebih menyenangkan dan memberi kesempatan bayi mengenali perubahan nada serta ritme suara.
3. Sediakan Waktu untuk Membaca Bersama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225469/original/013464100_1747706331-asian-grandmother-read-fairy-tales-granddaughter-home-senior-chinese-grandma-happy-relax-with-young-girl-who-sleep-while-listening-tales-lying-bed-bedroom-home-night-concept.jpg)
Masih mengutip laman Southern Pediatric Therapy, membacakan buku untuk anak adalah cara sederhana namun efektif untuk memperkaya perkembangan bahasa anak. Lewat cerita dan gambar, anak dapat mengenal kosakata baru sekaligus memahami cara sebuah kalimat digunakan.
Pilihlah buku dengan ilustrasi menarik dan cerita yang sesuai usia. Saat membaca, tunjuk gambar tertentu lalu sebutkan namanya, atau ajak anak menebak kelanjutan ceritanya.
Advertisement
4. Ajak Anak Berbicara dalam Aktivitas Sehari-hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4709232/original/031741000_1704703154-young-family-spending-time-with-their-toddler.jpg)
Rutinitas harian sebenarnya menyimpan banyak peluang untuk mengenalkan bahasa kepada anak. Saat mengenakan pakaian, memasak, membersihkan rumah, atau berbelanja, orang tua bisa menjelaskan apa yang sedang dilakukan.
Misalnya, ketika membantu anak berpakaian, sebutkan warna baju, nama benda, atau tindakan yang dilakukan, seperti “Sekarang kita memakai baju biru,” lalu bertanya “Mana celana kamu?”. Semakin sering anak mendengar berbagai kata yang menggambarkan warna, bentuk, ukuran, posisi, dan aktivitas dalam konteks nyata, semakin mudah pula ia memahami penggunaannya.
5. Ajak Anak Bermain Peran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5222370/original/032984500_1747391751-Ibu_muda_dan_anak.jpg)
Permainan pura-pura bukan sekadar hiburan, tetapi juga cara efektif melatih kemampuan bahasa dan imajinasi anak. Saat berpura-pura menjadi dokter, koki, astronot, guru, atau pahlawan, anak belajar merangkai cerita, mengungkapkan emosi, memakai kosakata baru, dan berlatih bercakap-cakap.
Orang tua bisa ikut bermain atau sekadar menyimak cerita anak. Dari kebiasaan itu, tidak jarang muncul kata atau kalimat yang sebelumnya pernah didengar anak dari buku, lagu, maupun obrolan sehari-hari.
Advertisement
6. Ajukan Pertanyaan Terbuka yang Butuh Jawaban Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4267724/original/014162900_1671590620-colin-maynard-8AYzA7NHwxE-unsplash.jpg)
Kurangi kebiasaan bertanya dengan pertanyaan yang hanya dijawab “ya” atau “tidak”. Gunakan pertanyaan terbuka agar anak punya ruang menjelaskan pemikirannya, misalnya:
“Tadi kamu membuat apa dari balok-balok itu?”
“Menurut kamu, kenapa bebeknya berenang berputar-putar?”
"Kalau kamu punya kekuatan super, apa yang ingin kamu lakukan?”
“Bagian mana dari cerita tadi yang paling kamu suka?”
Pertanyaan semacam ini dapat memicu percakapan yang lebih panjang, bahkan membawa obrolan ke topik-topik baru yang tak terduga. Biarkan anak mengeksplorasi cerita dan gagasannya selama percakapan tetap berjalan positif.
7. Hindari Terlalu Sering Mengoreksi Kesalahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270976/original/007735600_1671798257-omar-lopez-_H1ZmUzwp9w-unsplash.jpg)
Mengutip laman Yahoo Lifestyle, kesalahan dalam pemilihan kata, tata bahasa, atau pengucapan adalah bagian wajar dari proses belajar. Saat anak mengucapkan sesuatu kurang tepat, hindari langsung menyalahkan atau membuatnya merasa malu.
Sebagai gantinya, orang tua bisa memberi contoh kalimat yang benar secara alami. Misalnya, ketika anak berkata, “Kemarin aku pergi ke toko dan beli mainan,” orang tua dapat merespons, “Oh, kemarin kamu pergi ke toko dan membeli mainan, ya?” Dengan cara ini, anak tetap mendapat contoh penggunaan bahasa yang tepat tanpa merasa dikritik.
Advertisement
8. Berikan Pujian dan Dorongan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2387463/original/055047900_1539924056-k-174-pom-4000.jpg)
Kepercayaan diri juga berperan dalam perkembangan kemampuan bahasa anak. Ketika anak mencoba berbicara, dengarkan dengan penuh perhatian dan berikan respons yang positif.
Tidak harus selalu berupa pujian besar. Respons sederhana seperti “Wah, ceritamu menarik,” atau “Kamu sudah bisa menjelaskan dengan baik,” dapat membuat anak merasa dihargai.
Anak yang merasa aman dan didukung biasanya akan lebih berani mencoba menggunakan kata-kata baru.
Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4018245/original/021340700_1652165676-young-worried-mother-comforting-her-crying-baby-home.jpg)
Membangun kemampuan bahasa anak tidak harus dilakukan melalui latihan yang rumit. Percakapan singkat, membaca buku, bernyanyi, bermain, dan berbagai rutinitas lainnya sudah dapat menjadi bagian dari stimulasi bahasa.
Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar, memahami, dan menggunakan bahasa secara konsisten. Jadikan proses tersebut sebagai bagian alami dari kehidupan keluarga, bukan sebagai kegiatan yang membuat anak merasa sedang diuji.
Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan komunikasi anak atau melihat adanya kesulitan yang menetap, berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga profesional di bidang perkembangan dan bahasa dapat menjadi langkah yang tepat. Dengan membangun kebiasaan komunikasi yang positif sejak dini, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kosakata, kemampuan mengekspresikan diri, serta rasa percaya diri dalam berkomunikasi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membangun Kemampuan Bahasa Anak dari Kebiasaan Sehari-hari
1. Mengapa waktu makan bersama penting untuk kemampuan bahasa anak?
Karena momen ini melatih anak berbicara dan bergantian dalam percakapan, terutama jika gangguan seperti gawai dikurangi.
2. Apa manfaat bernyanyi bagi perkembangan bahasa bayi?
Bernyanyi membantu bayi mengenali pola suara, irama, dan pengulangan kata sejak usia dini.
3. Kenapa anak sering minta dibacakan buku yang sama berulang kali?
Karena pengulangan cerita justru membantu anak mengingat dan memahami kosakata dengan lebih baik.
4. Bagaimana cara melatih bahasa anak lewat aktivitas rumah tangga?
Orang tua bisa menyebutkan warna, nama benda, atau tindakan yang sedang dilakukan agar anak terbiasa mendengar kata dalam konteks nyata.
5. Apakah kesalahan bicara anak perlu langsung dikoreksi?
Tidak perlu langsung dikoreksi, cukup ulangi kalimat anak dengan versi yang benar secara alami tanpa membuatnya merasa disalahkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332649/original/023005800_1787713982-jonathan-borba-RWgE9_lKj_Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329592/original/001738000_1787285445-fD0Ev3i0rYThCvzszOGmiMb3ni0KjvpRtnvIf84o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306586/original/086642000_1784884537-0a76076a-80fd-42e9-bf31-f1ca9c6eb08e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332482/original/002605300_1787705121-6f6a7bd2-6598-4735-8dc3-8da7fe6367a1HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332458/original/078314000_1787701870-56a69495-31fd-432a-8f22-c439603558c9.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2923804/original/039986200_1569568624-breeze-person-windy-2974860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332278/original/001333700_1787645963-Dapur_Terbuka_dengan_Taman_Samping.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332258/original/030678200_1787643979-Gemini_Generated_Image_5bjz8n5bjz8n5bjz.jpg)