Resep Pastel Bihun Renyah yang Gurih dan Anti Lembek

0(0)

Resep pastel bihun renyah, isian gurih dan kulit anti lembek. Simak langkah lengkap plus tips menggoreng agar hasilnya sempurna. Yuk, coba di rumah!

Diterbitkan 20 September 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta Resep pastel bihun bisa menjadi pilihan saat ingin menyajikan camilan gurih dengan kulit renyah dan isian yang padat. Pastel bihun merupakan kudapan berbentuk setengah lingkaran yang dibungkus kulit tipis, lalu diisi bihun, wortel, dan potongan telur rebus. Tekstur kriuk di luar serta isian gurih di dalam membuatnya cocok untuk teman minum teh, suguhan arisan, maupun ide jualan.

Pastel yang akrab dengan kuliner Indonesia memiliki sejarah panjang. Kudapan ini kerap dikaitkan dengan empada Portugis yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah Nusantara melalui jalur perdagangan. Seiring waktu, bentuk dan isiannya pun beradaptasi dengan bahan serta selera setempat, melahirkan beragam kudapan yang memiliki kemiripan dengan pastel.

Kunci membuat pastel bihun yang enak terletak pada kulit yang renyah dan isian yang tidak terlalu basah. Takaran bahan, cara mengolah isian, hingga teknik menggoreng perlu diperhatikan agar pastel tidak mudah lembek setelah matang. Berikut panduan membuat pastel bihun yang gurih dan renyah, seperti dirangkum Liputan6.com.

Sekilas tentang Pastel Bihun

Pastel merupakan salah satu kudapan lipat yang cukup populer di Asia Tenggara. Di Malaysia dan Singapura, kudapan serupa dikenal sebagai karipap atau epok-epok, sedangkan di Indonesia lebih umum disebut pastel. Menurut South China Morning Post, makanan ini memiliki kaitan sejarah dengan empada Portugis, yaitu pai berisi daging, ikan, atau sayuran yang kemudian berkembang di berbagai wilayah.

Mengutip 196 flavors, istilah empanada berkaitan dengan kata Spanyol empanar, yang berarti membungkus bahan makanan menggunakan adonan. Whetstone Magazine, dengan mengutip peneliti sejarah kuliner Boileau, juga menyebut pastel Indonesia kemungkinan merupakan turunan dari tradisi pai berbalut adonan yang berkembang di kawasan Iberia. Seiring penyebarannya, bentuk dan isian kudapan tersebut kemudian menyesuaikan bahan serta selera masyarakat setempat.

Pada pastel bihun, ciri yang paling mudah dikenali adalah kulit tipis dan renyah dengan isian bihun yang gurih. Karakter ini berbeda dari panada khas Manado yang menggunakan kulit lebih tebal dan umumnya berisi cakalang berbumbu, maupun pastel basah isi kentang yang memiliki tekstur lebih lembut. Variasi kudapan sejenis di Asia Tenggara pun cukup beragam, dengan isian yang dapat berupa sayuran, daging, ikan, hingga bihun.

Info Resep Singkat

Porsi: sekitar 18 buah pastel

Waktu persiapan: 30 menit

Waktu masak: 30 menit

Tingkat kesulitan: Sedang

Bahan-Bahan Pastel Bihun

Bahan Kulit

  • 250 gram tepung terigu protein sedang
  • 50 gram margarin, lelehkan
  • 1 butir telur
  • 1/2 sendok teh garam
  • 100 ml air es

Bahan Isian

  • 100 gram bihun jagung, seduh dengan air panas hingga lunak, lalu tiriskan
  • 150 gram daging ayam, cincang halus
  • 2 buah wortel ukuran sedang, potong dadu kecil
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 4 siung bawang merah, cincang halus
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis

Bahan Pelengkap

  • 3 butir telur rebus, masing-masing potong menjadi 8 bagian
  • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
  • Cabai rawit atau sambal kacang untuk penyajian

Cara Membuat Pastel Bihun

  1. Buat adonan kulit. Campurkan tepung terigu dan garam dalam wadah. Tuangkan margarin leleh, lalu aduk hingga tercampur rata.
  2. Masukkan telur, kemudian tuangkan air es sedikit demi sedikit sambil menguleni adonan. Uleni hingga adonan menyatu, kalis, dan tidak mudah lengket di tangan. Tidak perlu menuangkan seluruh air sekaligus jika adonan sudah mencapai tekstur yang diinginkan.
  3. Bulatkan adonan, tutup dengan kain lembap atau plastik, lalu diamkan selama sekitar 30 menit agar lebih mudah digilas.
  4. Siapkan isian. Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
  5. Masukkan ayam cincang dan aduk hingga berubah warna serta matang.
  6. Tambahkan wortel, lalu masak sambil diaduk hingga mulai layu.
  7. Masukkan bihun yang sudah ditiriskan. Tambahkan garam, merica, gula, dan saus tiram, lalu aduk hingga semua bahan tercampur rata dan bumbu meresap.
  8. Masukkan daun bawang, aduk sebentar, lalu angkat. Pastikan isian tidak terlalu basah, kemudian biarkan hingga benar-benar dingin sebelum digunakan agar kulit pastel tidak lembek.
  9. Bentuk pastel. Ambil sebagian adonan, lalu gilas tipis hingga membentuk lingkaran dengan diameter sekitar 12 cm.
  10. Letakkan sekitar 1 sendok makan isian bihun dan 1 potong telur rebus di bagian tengah adonan. Jangan mengisi terlalu penuh agar pastel lebih mudah ditutup dan tidak mudah bocor saat digoreng.
  11. Lipat adonan menjadi setengah lingkaran. Tekan tepinya hingga rapat, lalu pilin atau bentuk pinggirannya sesuai selera.
  12. Goreng pastel. Panaskan minyak dengan api sedang. Masukkan pastel dan goreng hingga kedua sisinya berwarna kuning keemasan serta kulitnya renyah. Angkat, lalu tiriskan sebelum disajikan bersama cabai rawit atau sambal kacang.

Tips agar Pastel Bihun Renyah dan Anti Lembek

  • Pilih bihun jagung. Bihun jagung cenderung memiliki tekstur yang lebih kenyal sehingga tidak mudah hancur setelah dimasak. Pastikan bihun ditiriskan dengan baik sebelum dicampurkan ke dalam isian.
  • Dinginkan isian sebelum dibungkus. Isian yang masih panas dapat membuat kulit pastel lembap dan lebih mudah sobek saat dibentuk. Selain itu, usahakan isian cukup kesat dan tidak menyisakan banyak cairan. Salah satu trik isian pastel yang tidak lembek adalah menjaga jumlah cairan selama proses memasak.
  • Jaga suhu minyak. Minyak yang terlalu dingin membuat pastel menyerap lebih banyak minyak, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar cepat kecokelatan sebelum kulit matang sempurna. America's Test Kitchen menyebut kisaran sekitar 325–375 derajat Fahrenheit atau 163–191 derajat Celsius sebagai rentang umum untuk menggoreng. Food52 juga menyarankan menjaga minyak tetap panas tanpa membuatnya berasap agar hasil gorengan renyah dan tidak terlalu berminyak.
  • Gunakan minyak dengan rasa netral. Pilih minyak yang memiliki titik asap cukup tinggi dan rasa yang tidak terlalu kuat. Dengan begitu, aroma dan rasa gurih dari kulit serta isian pastel tetap menjadi bagian yang paling menonjol.
  • Jangan memenuhi wajan. Goreng pastel secara bertahap agar suhu minyak tidak turun drastis. Beri ruang di antara pastel supaya panas dapat menyebar lebih merata dan kulit matang hingga renyah. Perhatikan pula komposisi lemak dalam adonan untuk mendapatkan kulit pastel renyah tahan lama.

Variasi dan Substitusi

Pastel bihun cukup fleksibel untuk dimodifikasi sesuai selera, ketersediaan bahan, maupun tujuan pembuatannya. Isian dasarnya dapat disesuaikan tanpa mengubah teknik pembuatan kulit dan cara melipat pastel. Berikut beberapa variasi yang bisa dicoba di rumah.

Versi Vegetarian

Untuk membuat versi vegetarian, daging ayam dapat dihilangkan dan diganti dengan lebih banyak sayuran. Kol, tauge, wortel, atau jamur kuping yang diiris tipis bisa digunakan untuk memberikan tekstur dan rasa yang lebih beragam. Agar isian tetap gurih, tambahkan bawang putih, bawang merah, merica, serta bawang goreng yang diremas sebelum isian dimasukkan ke dalam kulit pastel.

Versi Pedas

Penggemar rasa pedas dapat menambahkan irisan cabai rawit ke dalam tumisan bihun. Jika ingin rasa pedas yang lebih merata, gunakan sedikit bubuk cabai bersama bumbu lainnya. Pastel juga bisa disajikan dengan sambal atau cabai rawit utuh sehingga tingkat kepedasannya dapat disesuaikan saat disantap.

Versi Kering untuk Stok

Pastel bihun juga dapat dibuat dalam ukuran lebih kecil untuk dijadikan camilan stok. Buat kulit sedikit lebih tipis, jangan terlalu banyak memasukkan isian, lalu goreng hingga benar-benar kering dan renyah. Konsep ini mirip dengan pastel kering isi abon yang memiliki tekstur lebih renyah dan cocok disimpan sebagai camilan.

Selain mengganti bahan utama, kamu juga bisa mengeksplorasi aneka isian pastel, seperti abon atau tuna, sesuai kebutuhan. Pilihan lainnya adalah mencoba kreasi resep pastel dengan isian berbeda untuk membuat variasi produk jika pastel bihun hendak dijadikan bekal atau ide jualan.

Pertanyaan Seputar Pastel Bihun

Bihun apa yang paling cocok untuk isian?

Bihun jagung jadi pilihan utama karena lebih kenyal dan tidak cepat lembek dibanding bihun beras. Rendam sebentar dengan air panas, lalu tiriskan sampai benar-benar kering agar isian tidak berair.

Bagaimana cara menyimpan pastel bihun?

Kamu bisa membekukan pastel mentah yang sudah dibentuk. Susun berjajar tanpa saling menempel, bekukan, lalu pindahkan ke wadah kedap udara. Saat ingin menyantap, goreng langsung dari kondisi beku tanpa perlu dicairkan terlalu lama.

Kenapa kulit pastel cepat lembek?

Penyebab utamanya isian yang masih panas atau terlalu berair saat dibungkus. Pastikan isian benar-benar dingin dan kesat sebelum kamu memasukkannya ke dalam kulit.

Bisakah pastel bihun dipanggang?

Bisa. Sebagian kudapan sejenis di Asia Tenggara memang dipanggang, bukan digoreng. Oles permukaan dengan kuning telur, lalu panggang pada suhu sekitar 180 derajat Celsius hingga keemasan, meski teksturnya akan berbeda dari versi goreng.

Membuat pastel bihun di rumah memang butuh sedikit kesabaran, terutama saat menggilas kulit dan memilinnya. Namun hasil renyah gurih yang keluar dari wajan sepadan dengan usahanya. Siapkan cabai rawit atau sambal kacang sebagai pendamping, lalu nikmati selagi hangat bersama teh atau kopi.

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu