Cara Menanam Jagung Agar Buahnya Besar dari Benih hingga Panen

Cara menanam jagung agar buahnya besar: pilih benih unggul, tanam pola blok, pemupukan berimbang, jaga pengairan, dan bantu penyerbukan agar tongkol penuh.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam jagung agar buahnya besar bertumpu pada tiga fondasi, yakni benih unggul, tanah subur, dan penyerbukan yang sempurna. Tongkol besar dan berisi terbentuk ketika setiap rambut jagung berhasil dibuahi serta tanaman tidak kekurangan air maupun hara.

Nutrisi berimbang dan pola tanam berkelompok menjadi kunci agar serbuk sari menyebar merata. Dengan perawatan tepat sejak awal, cara menanam jagung agar buahnya besar sebenarnya mudah dipraktikkan di kebun maupun pekarangan rumah.

Baca juga: cara menanam jagung di rumah yang mudah dipraktikkan

Cara Menyiapkan Benih dan Lahan agar Jagung Berbuah Besar

Langkah awal cara menanam jagung agar buahnya besar dimulai dari pemilihan benih berkualitas dan pengolahan lahan yang gembur. Persiapan matang memastikan akar tumbuh kuat sehingga tanaman sanggup menopang tongkol berukuran besar.

  1. Pilih benih unggul bersertifikat: Gunakan benih yang bersih dari hama, mengilap, tidak keriput, dan berdaya tumbuh di atas 80 persen agar tongkol tumbuh seragam. Anda bisa memakai benih jagung manis yang cepat panen dan bertongkol manis.

  2. Olah tanah dan beri pupuk dasar: Cangkul tanah hingga gembur, lalu campurkan kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasar untuk memperbaiki kesuburan.

  3. Tanam dengan pola blok: Tanam minimal tiga sampai empat baris berdampingan, bukan satu baris memanjang, supaya serbuk sari mudah tersebar angin ke seluruh rambut jagung.

  4. Sesuaikan kedalaman dan jarak tanam: Tanam benih sedalam 2-3 cm di tanah lembap atau 5 cm di tanah kering, dengan jarak sekitar 20-25 cm dalam baris dan 60-75 cm antarbaris.

Sebagaimana disampaikan University of Minnesota Extension, jagung yang ditanam hanya satu baris kehilangan banyak serbuk sari sehingga tongkolnya berongga tanpa biji, sedangkan penanaman berkelompok minimal empat baris membuat penyerbukan jauh lebih merata.

Baca juga: cara menanam jagung ala rumahan yang sederhana

Cara Pemupukan Jagung agar Tongkol Besar dan Berisi

Pemupukan berimbang menjadi inti dari cara menanam jagung agar buahnya besar karena jagung tergolong tanaman rakus hara. Perpaduan nitrogen, fosfor, dan kalium yang tepat menentukan panjang tongkol sekaligus kepenuhan biji.

  1. Berikan nitrogen bertahap: Bagi pemberian nitrogen menjadi beberapa kali, yaitu saat tanaman berdaun 8-10 helai dan sekali lagi menjelang keluarnya rambut, agar daun hijau dan pertumbuhan cepat.

  2. Cukupi kebutuhan kalium: Kalium memperkuat batang dan mengisi biji, sedangkan kekurangannya membuat batang lemah, biji keriput, dan tongkol mengecil.

  3. Padukan pupuk organik dan kimia: Kombinasikan bahan organik dengan pupuk kimia sesuai kondisi tanah. Pahami dulu perbedaan pupuk organik dan anorganik agar dosisnya tepat.

  4. Siram setelah memupuk: Lakukan penyiraman seusai aplikasi pupuk untuk membantu penyerapan unsur hara oleh akar. Anda juga bisa memanfaatkan bahan alami untuk menyuburkan tanaman.

Berdasarkan panduan Utah State University Extension, tongkol yang tidak terisi penuh di bagian ujung sering dipicu cuaca panas dan kering saat berbunga, tanaman terlalu rapat, serta tanah yang miskin hara.

 

Baca juga: cara menyuburkan tanaman agar tumbuh sehat dan berbuah lebat

Cara Merawat, Mengairi, dan Menyerbukkan Jagung

Perawatan harian dan penyerbukan yang sempurna adalah penentu akhir yang melengkapi cara menanam jagung agar buahnya besar. Kecukupan air pada fase berbunga memastikan seluruh biji terisi hingga ke ujung tongkol.

  1. Jaga pengairan saat berbunga: Fase keluar malai dan rambut paling peka terhadap kekeringan, jadi pastikan tanah tetap lembap dan siram di pangkal batang, bukan di daun.

  2. Bantu penyerbukan: Goyangkan batang perlahan pada pagi hari agar serbuk sari jatuh ke rambut, terutama untuk tanaman di lahan atau pot yang sempit.

  3. Siangi gulma dan kendalikan hama: Bersihkan gulma yang menjadi pesaing hara sekaligus sarang hama, lalu tangani segera bila muncul gejala serangan.

  4. Biarkan tunas samping: Tunas kecil di pangkal batang tidak perlu dibuang karena pembuangannya tidak menambah hasil panen.

  5. Panen pada fase masak susu: Panen saat rambut tongkol mengering kecokelatan dan biji penuh mengeluarkan cairan seperti susu bila ditekan.

Sebagaimana dikutip dari West Virginia University Extension, cuaca panas dan kering saat penyerbukan menyebabkan biji gagal terbentuk, tongkol mengecil, dan ujung tongkol tidak berkembang baik.

Metode perawatan ini tetap berlaku bila Anda menanam jagung di pot maupun mencoba varietas jagung ketan ungu di pot pada lahan terbatas.

Begitu tongkol dipanen, jagung sebaiknya segera diolah karena kadar gulanya cepat menurun; Anda bisa merebusnya lalu memanfaatkan air rebusan jagung atau menyeduh rambut jagung yang berkhasiat.

Faktor yang Menentukan Ukuran Tongkol Jagung

Ukuran tongkol tidak ditentukan oleh satu hal saja, melainkan gabungan beberapa faktor sejak fase awal pertumbuhan hingga pengisian biji. Memahami faktor-faktor ini membantu Anda mengambil keputusan tepat di setiap tahap.

  • Tahap pertumbuhan kritis: Jumlah baris biji ditentukan pada fase awal, sedangkan panjang tongkol terbentuk menjelang berbunga. 

  • Kerapatan tanaman: Jarak tanam terlalu rapat memicu persaingan air dan hara sehingga tongkol cenderung mengecil.

  • Keseimbangan hara: Rasio nitrogen dan kalium yang seimbang penting untuk hasil tinggi.

  • Kecukupan air saat berbunga: Kekeringan pada fase keluar rambut langsung menurunkan jumlah biji yang terisi hingga ujung.

  • Penyerbukan yang sempurna: Setiap rambut mewakili satu calon biji, sehingga penyerbukan penuh membuat tongkol berisi rapat.

  • Sinar matahari penuh: Jagung membutuhkan minimal enam jam sinar langsung setiap hari untuk fotosintesis maksimal.

 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Jagung

Pupuk apa agar tongkol jagung besar dan berisi?

Gunakan pupuk berimbang yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Nitrogen mendukung pertumbuhan daun dan batang, sedangkan kalium berperan penting mengisi biji sehingga tongkol lebih penuh. Tambahkan kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasar untuk memperkaya kesuburan tanah.

Kenapa tongkol jagung tidak berisi penuh atau ompong?

Tongkol ompong umumnya disebabkan penyerbukan yang gagal, cuaca panas dan kering saat berbunga, tanaman terlalu rapat, atau tanah yang kurang subur. Menanam secara berkelompok dan menjaga kecukupan air saat keluar rambut membantu biji terisi hingga ujung tongkol.

Berapa lama jagung bisa dipanen?

Jagung manis umumnya dipanen sekitar 60-75 hari setelah tanam, sedangkan jagung biasa memerlukan 60-90 hari tergantung varietasnya. Tanda siap panen adalah rambut tongkol mengering kecokelatan serta biji penuh yang mengeluarkan cairan seperti susu bila ditekan.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6