Harga Zcash Terus Kejar Bitcoin, Seberapa Besar Potensinya?

Harga Zcash melonjak dari sekitar US$ 60 menjadi US$ 1.500. Grayscale menilai peluang ZEC mengejar pangsa pasar Bitcoin.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 15:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Zcash telah mengalami perubahan besar sejak 2 November 2025. Saat itu, target harga ZEC mencapai US$ 100.000 yang disampaikan analis Baron Dominus menjadi perhatian pasar.

Hampir 11 bulan kemudian, perdebatan mengenai Zcash tidak lagi sekadar membahas target harga fantastis. Fokusnya bergeser pada hal yang lebih terukur, yakni seberapa besar Zcash dapat mengejar Bitcoin.

Dikutip CoinMarketCap, Kamis (1/10/2026), riset Grayscale pada 29 September 2026 menempatkan pertanyaan tersebut sebagai bagian penting dalam analisis terbarunya mengenai Zcash.

Grayscale mencatat, harga Zcash naik dari sekitar US$ 60 menjadi sekitar US$ 1.500 dalam setahun terakhir.

Kapitalisasi pasar ZEC juga meningkat dari kurang dari 0,1% kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sekitar 1,5%. Menurut Grayscale, perubahan tersebut tidak seharusnya dilihat sebagai batas atas valuasi Zcash.

Dengan demikian, kenaikan harga Zcash dapat dibaca dari sudut pandang yang berbeda.

Harga Zcash Naik Lebih Cepat dari Pangsa Bitcoin

Pergerakan harga Zcash sulit diabaikan. Dari sekitar US$ 60 menjadi US$ 1.500, harga ZEC telah naik sekitar 25 kali lipat.

Namun, kapitalisasi pasarnya masih sekitar 1,5% dari kapitalisasi Bitcoin. Bagi Grayscale, kesenjangan tersebut lebih penting dibandingkan sekadar lonjakan harga.

Bitcoin masih menjadi aset dominan dalam sektor Currencies Crypto Grayscale. Sektor ini mencakup 11 aset kripto, termasuk Bitcoin, Zcash, XRP, dan Litecoin.

Grayscale menilai kenaikan Zcash perlu dilihat berdasarkan sejarah persaingan di kelompok tersebut, bukan hanya dibandingkan dengan Bitcoin.

Sebagai contoh, XRP saat ini memiliki kapitalisasi pasar hampir 6% dari Bitcoin. Pada siklus pasar 2017-2018, XRP, Bitcoin Cash, Litecoin, dan Dash masing-masing pernah mencapai sedikitnya 3% dari kapitalisasi pasar Bitcoin.

Zcash belum mencapai ambang historis tersebut. Inilah poin yang disampaikan Grayscale.

Kasus Zcash juga berbeda karena privasi menjadi bagian penting dari jaringan tersebut.

Privasi Jadi Andalan Zcash

Zcash menggunakan teknologi zero-knowledge proofs yang dikenal sebagai zk-SNARKs untuk menyembunyikan informasi transaksi. Menurut riset Grayscale, kebutuhan terhadap privasi dapat meningkat seiring semakin canggihnya pengawasan dan analisis digital.

Fitur tersebut dinilai berpotensi menjadi sumber tambahan pangsa pasar bagi Zcash.

Pada September, laporan Coin Republic mencatat ZEC telah naik sekitar 174% dalam tiga bulan, dibandingkan kenaikan Bitcoin yang sekitar 31%.

Laporan yang sama menyebut dominasi ZEC meningkat dari sekitar 0,14% pada Maret 2025 hingga mencapai 0,80%. Laporan itu juga mengutip riset Grayscale mengenai ekonomi penambangan Zcash.

Sementara itu, pada 14 September, Kepala Riset Arca, Katie Talati, menyebut adanya kesenjangan antara pengguna awal Bitcoin dan profil Bitcoin yang semakin didominasi institusi.

Ia mengatakan sebagian pelaku lama kripto mulai melihat aset yang masih terasa “private and uninstitutionalized” atau privat dan belum terinstitusionalisasi. Ia menyebut Zcash sebagai salah satu aset yang mendapat manfaat dari minat tersebut.

Hal itu belum membuktikan perpindahan dana langsung dari Bitcoin ke ZEC, tetapi memberikan konteks terhadap tesis Grayscale mengenai privasi.

Pertanyaan mengenai pangsa pasar kini menjadi lebih penting daripada sekadar grafik harga. Grayscale menilai Zcash memang telah mengambil porsi lebih besar dari pasar aset digital, tetapi porsinya masih kecil dibandingkan Bitcoin.