133 Santri di Sukabumi Masuk Rumah Sakit Usai Santap MBG

Korban mulai mengeluhkan gejala mual dan pusing sekitar dua jam setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Diterbitkan 16 Agustus 2026, 00:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 134 warga Pondok Pesantren Baiti Jannati di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (15/8/2026). Peristiwa ini terjadi akibat dugaan keracunan makanan massal yang melanda 133 santri dan satu orang ustaz sejak Jumat (14/8/2026) sore.

Pengasuh Ponpes Baiti Jannati, Faid Fauzan menyampaikan bahwa para korban mulai mengeluhkan gejala mual dan pusing sekitar dua jam setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kronologinya anak-anak mulai pusing pukul 14.30 WIB kemarin. Setelah Subuh tadi, kami mendapati banyak santri yang muntah-muntah," kata Faid, Sabtu (15/8/2026).

Pihak pengurus pesantren langsung mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi para korban ke Puskesmas, RSUD Al-Mulk, dan RSUD R Syamsudin SH (Bunut) untuk mendapatkan penanganan medis.

"Total ada 133 santri SMP dan SMA, ditambah 1 orang Dewan Asatidz yang bergejala. Kami bagi penanganannya ke RSUD Al-Mulk dan sebagian ke RSUD Bunut," ungkap dia.

Perkembangan terkini menunjukkan kondisi kesehatan para santri mulai membaik secara bertahap. Sebagian diantaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang dan kembali ke lingkungan pesantren.

"Alhamdulillah, sebagian sudah diperbolehkan pulang ke pondok dan yang masih dirawat di rumah sakit menunjukkan tanda-tanda perbaikan kesehatan," tambah Faid.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi kini fokus melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta mengambil sampel makanan dari menu MBG dan dapur pesantren guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

"Muntahan dan sisa makanan seperti sayur, telur, tempe, dan susu sudah kami ambil sampelnya untuk diuji di Labkesda," kata Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah.