Warga Labuan Bajo Cari Tempat Tinggi Usai Tsunami: Air Laut Sudah Surut Jauh

Warga Labuan Bajo memilih mencari tempat tinggi setelah air laut surut jauh menyusul gempa M 7,7 yang memicu tsunami.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 07:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana panik dirasakan warga di kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Salah seorang warga, Rahmat Eko Mulyati (39), mengatakan dirinya bersama warga lainnya memilih mencari tempat yang lebih tinggi setelah melihat air laut surut jauh.

"Air laut sudah surut jauh ke dalam laut sekarang, tinggal tunggu naik. Kami lihat dari atas," kata Rahmat saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (15/8/2026). 

Rahmat menuturkan, dirinya bersama sejumlah tetangga langsung mencari lokasi yang dianggap lebih aman untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya gelombang tsunami susulan.

"Kami dan tetangga-tetangga cari tempat yang tinggi," ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Rahmat mengaku kepanikan semakin bertambah karena dua anaknya sedang berada di sebuah pesantren di Ende.

Hingga kini, ia belum berhasil berkomunikasi dengan kedua anaknya.

"Kami panik semua. Belum lagi pikirkan dua anak di pesantren di Ende. Sampai sekarang belum bisa dihubungi. Pihak pesantren bilang belum bisa dihubungi," tutur Rahmat.

 

Tsunami di Sejumlah Wilayah Imbas Gempa NTT

Kekhawatiran warga Labuan Bajo itu terjadi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya tsunami di sejumlah wilayah setelah gempa M 7,7.

BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di Sikka, Labuan Bajo, dan Dompu.

"Tsunami akibat gempa Mag:7.7SR, telah terdeteksi di SIKKA (05:03 WIB) 0,19 m, LABUAN BAJO (05:26 WIB) 0,36 m, DOMPU (05:29 WIB) 0,17 m," tulis BMKG melalui akun X-nya, Sabtu.

Gelombang tertinggi dalam laporan tersebut tercatat di Labuan Bajo, yakni 0,36 meter atau 36 sentimeter pada pukul 05.26 WIB.

Sementara itu, gelombang tsunami di Sikka tercatat setinggi 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB. Di Dompu, BMKG mencatat gelombang setinggi 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

 

Warga Diminta Waspada

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Warga di wilayah yang terdampak diminta tetap mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi BMKG serta otoritas setempat.