Pendiri Galaxy Digital: Krisis Fiskal AS Jadi Landasan Kenaikan Harga Bitcoin

Mike Novogratz menilai defisit fiskal AS yang terus membengkak menjadi alasan utama dirinya tetap bullish terhadap Bitcoin meski pasar kripto lesu.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri sekaligus CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, mengatakan defisit fiskal pemerintah Amerika Serikat (AS) yang terus membengkak menjadi alasan utama dirinya tetap optimistis terhadap Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia.

Pernyataan itu disampaikan Novogratz melalui platform X sebagai tanggapan atas komentar investor dan pengamat pasar Charlie Bilello mengenai kondisi keuangan pemerintah AS.

Bilello menyoroti besarnya defisit bulanan terbaru pemerintah federal. Menurut dia, pemerintah AS hanya mengumpulkan US$ 334 miliar pada Juli 2026, sementara pengeluarannya mencapai US$ 766 miliar.

Selisih tersebut menghasilkan defisit sekitar US$ 432 miliar hanya dalam satu bulan.

“Ini mulai menakutkan,” tulis Novogratz dikutip dari U.Today, Sabtu (15/8/2026).

Ia menilai Amerika Serikat perlu segera membalik arah kebijakan fiskalnya agar kondisi keuangan negara tidak semakin memburuk.

Novogratz juga menyatakan bahwa Menteri Keuangan AS Scott Bessent tepat karena menaruh perhatian pada kerangka ekonomi “3-3-3”, yaitu pertumbuhan ekonomi riil 3 persen, pengurangan defisit menjadi 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), serta peningkatan produksi minyak AS sebesar 3 juta barel per hari.

“Sayangnya kita bahkan belum mendekati itu,” kata Novogratz.

 

Defisit dan Utang AS Diproyeksikan Terus Membengkak

Kekhawatiran Novogratz sejalan dengan proyeksi Congressional Budget Office (CBO) yang dirilis pada Februari 2026.

CBO memperkirakan defisit anggaran federal Amerika Serikat akan mencapai US$ 1,9 triliun pada tahun fiskal 2026.

Lembaga tersebut juga memproyeksikan utang pemerintah yang dimiliki publik akan mencapai 101 persen dari PDB pada tahun ini dan berpotensi naik menjadi 120 persen pada 2036 apabila kebijakan yang berlaku saat ini tidak mengalami perubahan besar.

Data CBO yang lebih baru menunjukkan ketidakseimbangan fiskal masih terus berlangsung. Dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal 2026, pemerintah federal diperkirakan telah mencatat defisit sekitar US$ 1,4 triliun.

Melihat kondisi itu, Novogratz memperingatkan bahwa pada akhirnya pasar obligasi dapat memaksa pemerintah menerapkan disiplin fiskal yang lebih ketat.

“Pada suatu titik, pasar obligasi akan memaksa disiplin fiskal,” tulisnya.

Menurut dia, tekanan dari investor surat utang bisa menjadi faktor yang mendorong pemerintah AS mengendalikan pengeluaran dan menekan defisit yang terus melebar.

 

Utang dan Inflasi Dinilai Mendukung Prospek Bitcoin

Novogratz juga menghubungkan persoalan fiskal Amerika Serikat dengan inflasi yang terjadi dalam satu dekade terakhir.

Menurut miliarder tersebut, kenaikan harga di berbagai sektor ekonomi berkaitan erat dengan lonjakan utang pemerintah yang sangat besar.

“Inflasi di begitu banyak sektor selama 10 tahun terakhir berkorelasi langsung dengan peningkatan utang yang sangat besar ini,” ujarnya.

Ia menilai dampak kondisi tersebut bisa dirasakan oleh petahana dari dua partai politik utama AS pada pemilu sela (midterms) mendatang.

Meskipun mengakui bahwa antusiasme pasar kripto saat ini tidak sebesar periode sebelumnya, Novogratz tetap mempertahankan pandangan positif terhadap Bitcoin.

“Ketidakmampuan pemerintah mengatasi kecanduan belanjanya membuat saya tetap bullish pada BTC bahkan di tahun ketika energi di ruang kripto sedang rendah,” pungkasnya.

Pernyataan Novogratz menambah daftar tokoh industri kripto yang melihat Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap risiko fiskal dan inflasi, terutama ketika utang pemerintah dan defisit anggaran terus meningkat dalam jangka panjang.