Liputan6.com, Jakarta - Tempe menjadi salah satu bahan makanan yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari lauk sederhana hingga camilan goreng untuk teman minum teh atau kopi. Salah satu olahan yang bisa dicoba adalah tempe kemul cabe rawit, yakni irisan tempe yang dibalut adonan tepung berbumbu kemudian digoreng hingga bagian luarnya renyah.
Tambahan cabe rawit membuat camilan ini punya sensasi pedas yang lebih menggugah selera. Perpaduan kulit tepung yang kriuk, tempe yang lembut, serta rasa gurih dan pedas membuat tempe kemul cocok disantap selagi hangat. Tingkat kepedasannya pun bisa disesuaikan dengan jumlah cabe rawit yang digunakan.
Cara membuatnya juga cukup sederhana dan tidak membutuhkan bahan yang sulit ditemukan. Kuncinya ada pada konsistensi adonan, suhu minyak, serta cara menggoreng agar lapisan tepung tidak terlalu tebal dan tetap renyah setelah matang. Lantas bagaimana resep tempe kemul cabe rawit yang kriuk di luar lembut di dalam? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Resep Tempe Kemul Cabe Rawit
Bahan-Bahan
Sebelum mulai memasak, siapkan bahan-bahan berikut:
- 1 papan tempe, potong tipis sesuai selera
- 150 gram tepung terigu
- 2 sendok makan tepung beras
- 2 siung bawang putih, haluskan
- 2 batang daun bawang, iris tipis
- 5-10 buah cabe rawit, iris atau cincang
- 1/2 sendok teh ketumbar bubuk
- 1/2 sendok teh kunyit bubuk
- Garam secukupnya
- Kaldu bubuk secukupnya, jika suka
- Air secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Jumlah cabe rawit dapat disesuaikan dengan selera. Jika ingin rasa pedas yang lebih kuat, cabe rawit bisa dicincang agar rasa pedasnya lebih menyebar di dalam adonan. Sementara itu, penggunaan tepung beras membantu menghasilkan lapisan luar yang lebih renyah.
Advertisement
Cara Membuat Tempe Kemul Cabe Rawit
1. Siapkan dan Potong Tempe
Potong tempe menjadi irisan tipis dengan ukuran yang relatif sama. Ketebalan tempe sebaiknya tidak terlalu besar agar bagian dalamnya dapat matang dengan baik ketika digoreng.
Irisan yang tipis juga membuat lapisan tepung dan tempe terasa lebih seimbang saat dimakan. Setelah dipotong, sisihkan tempe sambil menyiapkan adonan pelapis.
Jika menggunakan tempe yang masih sangat padat, potong dengan hati-hati agar tidak mudah hancur. Tempe yang masih segar dan teksturnya kokoh biasanya lebih mudah dilapisi adonan.
2. Buat Adonan Tepung
Masukkan tepung terigu dan tepung beras ke dalam wadah. Tambahkan bawang putih halus, ketumbar bubuk, kunyit bubuk, garam, serta kaldu bubuk jika digunakan.
Masukkan irisan daun bawang dan cabe rawit. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan tercampur rata.
Konsistensi adonan sebaiknya tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental. Adonan yang terlalu encer akan menghasilkan lapisan yang tipis, sedangkan adonan terlalu kental dapat membuat lapisan tepung terlalu tebal sehingga tempe terasa kurang dominan.
3. Masukkan Tempe ke Dalam Adonan
Celupkan setiap irisan tempe ke dalam adonan hingga seluruh permukaannya terlapisi. Pastikan adonan menempel secara merata tetapi tidak menggumpal terlalu tebal.
Setelah dicelupkan, tempe bisa langsung digoreng. Tidak perlu merendam tempe terlalu lama di dalam adonan karena lapisan tepung dapat menjadi terlalu tebal dan menyerap lebih banyak minyak.
Jika membuat dalam jumlah banyak, lakukan pencelupan secara bertahap agar tempe yang sudah dilapisi tidak terlalu lama menunggu sebelum masuk ke minyak panas.
4. Goreng dalam Minyak Panas
Panaskan minyak dalam jumlah yang cukup agar tempe dapat terendam sebagian besar bagiannya ketika digoreng. Pastikan minyak sudah panas sebelum tempe dimasukkan.
Masukkan tempe satu per satu dengan hati-hati agar tidak saling menempel. Jangan memenuhi wajan karena terlalu banyak tempe sekaligus dapat membuat suhu minyak turun dan hasil gorengan menjadi kurang renyah.
Goreng dengan api sedang hingga lapisan tepung berubah menjadi kuning keemasan dan terlihat renyah. Balik tempe jika bagian bawah sudah cukup kokoh, kemudian lanjutkan menggoreng hingga kedua sisinya matang merata.
5. Tiriskan hingga Minyak Berkurang
Setelah tempe kemul matang, angkat menggunakan saringan atau penjepit. Tiriskan di atas saringan agar minyak berlebih dapat turun.
Sebaiknya jangan langsung menumpuk tempe yang baru diangkat dalam wadah tertutup. Uap panas yang terperangkap dapat membuat lapisan tepung menjadi lembek.
Sajikan tempe kemul cabe rawit selagi hangat. Camilan ini bisa dinikmati begitu saja atau ditemani sambal, cabe rawit utuh, serta minuman hangat sesuai selera.
Tips Membuat Tempe Kemul Cabe Rawit Tetap Kriuk
Salah satu hal yang menentukan kerenyahan tempe kemul adalah penggunaan minyak yang sudah cukup panas. Jika tempe dimasukkan ketika minyak masih dingin, adonan cenderung menyerap lebih banyak minyak sehingga hasil akhirnya berat dan kurang renyah.
Perhatikan pula jumlah tempe yang dimasukkan ke dalam wajan. Menggoreng terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat suhu minyak turun secara drastis. Lebih baik menggoreng dalam beberapa tahap agar suhu minyak lebih stabil dan hasil gorengan lebih merata.
Selain itu, jangan membuat adonan terlalu kental. Lapisan yang terlalu tebal memang terlihat menggoda ketika baru matang, tetapi dapat membuat tekstur tempe kurang terasa. Campuran tepung terigu dan tepung beras dengan konsistensi yang tepat dapat membantu menghasilkan lapisan luar yang ringan dan renyah.
Advertisement
Variasi Tempe Kemul Cabe Rawit
Jika ingin rasa yang lebih harum, adonan bisa ditambahkan daun jeruk yang diiris sangat tipis. Aroma daun jeruk akan berpadu dengan cabe rawit dan membuat tempe kemul terasa lebih segar.
Untuk rasa yang lebih gurih, sedikit ketumbar dapat ditambahkan ke dalam bumbu. Sementara itu, bagi yang menyukai rasa pedas lebih kuat, cabe rawit dapat dicincang halus dan dicampurkan langsung ke adonan.
Tempe kemul juga bisa dibuat dengan tambahan irisan daun bawang lebih banyak. Bagian daun bawang yang ikut digoreng akan memberikan aroma khas dan tekstur renyah pada lapisan tepung.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Tempe Kemul Cabe Rawit
1. Apa yang membuat tempe kemul menjadi renyah?
Penggunaan tepung beras dalam adonan dan minyak yang cukup panas dapat membantu menghasilkan lapisan yang lebih renyah. Adonan juga sebaiknya tidak dibuat terlalu kental.
2. Apakah cabe rawit harus dicincang?
Tidak harus. Cabe rawit bisa diiris, dicincang, atau bahkan digunakan sebagai pelengkap saat penyajian. Jika dicincang dan dicampurkan ke dalam adonan, rasa pedasnya akan lebih menyebar.
3. Mengapa tempe kemul bisa cepat lembek?
Tempe kemul dapat menjadi lembek jika minyak kurang panas, adonan terlalu tebal, atau gorengan langsung ditutup ketika masih panas. Uap yang terperangkap dapat membuat lapisan tepung kehilangan kerenyahannya.
4. Apakah tepung beras bisa diganti?
Bisa. Namun, tepung beras membantu memberikan tekstur yang lebih renyah. Jika tidak tersedia, tempe kemul tetap dapat dibuat menggunakan tepung terigu, meskipun teksturnya bisa sedikit berbeda.
5. Berapa banyak cabe rawit yang digunakan?
Jumlahnya bisa disesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan. Untuk rasa pedas sedang, sekitar 5-10 buah cabe rawit dapat digunakan dan jumlahnya bisa ditambah jika menyukai rasa yang lebih menyengat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361803/original/099544000_1790748121-Cek_fakta_Bantuan_sembako.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539434/original/056891000_1774600557-SPPI_koperasi_desa_merah_putih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361833/original/009275300_1790749416-Gemini_Generated_Image_nko085nko085nko0.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359155/original/018018600_1790486328-de47b7f4-f631-4419-93a9-4ffda566c9af.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357221/original/006650600_1790237536-Gemini_Generated_Image_g5g52kg5g52kg5g5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357105/original/084476200_1790233980-tempe_krispi1.jpeg)