8 Penyebab Pakaian Bau Apek Setelah Dijemur, Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Biangnya

Penyebab pakaian bau apek setelah dijemur bisa dipicu cara mencuci, sirkulasi udara, hingga proses pengeringan yang kurang tepat.

Diterbitkan 01 September 2026, 14:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pakaian yang baru selesai dicuci seharusnya terasa bersih dan memiliki aroma segar. Namun, kondisi yang terjadi kadang justru sebaliknya. Setelah diangkat dari jemuran, pakaian masih mengeluarkan bau lembap atau apek, bahkan ketika deterjen dan pewangi sudah digunakan saat mencuci.

Masalah ini tidak selalu berarti pakaian kurang lama dijemur. Penyebab pakaian bau apek setelah dijemur dapat bermula sejak proses pencucian, pembilasan, hingga cara pakaian digantung. Kondisi lingkungan tempat menjemur juga berpengaruh karena pakaian yang terlalu lama berada dalam keadaan lembap memberikan kesempatan lebih besar bagi mikroorganisme penyebab bau untuk berkembang.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber tentang penyebab pakaian bau apek setelah dijemur, Selasa (1/9).

1. Pakaian Digantung Terlalu Berdekatan

Menurut laman Martha Stewart, pakaian yang dikeringkan dengan udara dapat berbau apek karena beberapa faktor salah satunya pakaian yang digantung terlalu berdekatan. Menggantung banyak pakaian dalam area jemuran yang sempit memang terasa praktis, terutama ketika cucian sedang menumpuk. Sayangnya, jarak pakaian yang terlalu rapat membuat udara sulit bergerak melewati permukaan kain sehingga kelembapan tertahan lebih lama.

Kondisi ini semakin bermasalah jika pakaian saling menempel atau bertumpuk. Bagian yang tertutup kain lain membutuhkan waktu lebih panjang untuk kering, termasuk area lipatan, ketiak, kerah, atau bagian dalam pakaian yang memiliki beberapa lapisan.

Berikan jarak yang cukup antara satu pakaian dengan pakaian lainnya ketika menjemur. Usahakan setiap pakaian tergantung dalam satu lapisan dan tidak saling menutupi sehingga udara dapat bergerak bebas sekaligus membantu penguapan air berlangsung lebih cepat.

2. Cucian Terlalu Lama Dibiarkan di Dalam Mesin Cuci

Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa membuat pakaian berbau apek adalah membiarkan cucian basah berada di dalam mesin cuci setelah proses pencucian selesai. Pakaian yang bertumpuk dalam keadaan lembap menciptakan lingkungan yang mendukung munculnya bau tidak sedap.

Risikonya semakin besar apabila cucian dibiarkan selama berjam-jam di dalam tabung tertutup. Meskipun pakaian nantinya dijemur hingga kering, aroma lembap yang sudah muncul sejak berada di mesin cuci bisa tetap tertinggal pada serat kain.

Sebaiknya keluarkan pakaian segera setelah siklus pencucian selesai. Jika lupa dan pakaian sudah mengeluarkan aroma kurang sedap sebelum dijemur, mencucinya kembali biasanya lebih masuk akal dibanding hanya mencoba menutupi baunya menggunakan pewangi.

3. Deterjen Tidak Membersihkan Kotoran dengan Optimal

Jumlah busa yang banyak tidak selalu menunjukkan pakaian sudah bersih sempurna. Deterjen perlu mampu mengangkat minyak tubuh, keringat, debu, serta berbagai residu yang menempel pada kain agar sumber bau benar-benar berkurang selama proses pencucian.

Pakaian yang sering bersentuhan langsung dengan tubuh, seperti kaus, pakaian olahraga, pakaian dalam, dan seragam, biasanya mengandung lebih banyak keringat maupun minyak tubuh. Jika residu tersebut tidak terangkat dengan baik, aromanya bisa kembali terasa setelah pakaian mengering.

Pemilihan deterjen perlu disesuaikan dengan jenis cucian serta petunjuk penggunaannya. Hindari pula menganggap semakin banyak deterjen berarti semakin bersih karena penggunaan produk secara berlebihan justru bisa meninggalkan residu pada kain apabila pembilasannya tidak optimal.

4. Tempat Menjemur Minim Sirkulasi Udara

Panas matahari memang membantu proses pengeringan, tetapi pergerakan udara juga memainkan peran besar. Bahkan pakaian yang dijemur di dalam rumah tetap dapat mengering dengan baik selama ruangan memiliki ventilasi serta aliran udara yang memadai.

Sebaliknya, menjemur pakaian di ruangan pengap membuat kelembapan di sekitar cucian lebih sulit menguap. Pakaian akhirnya tetap lembap dalam waktu panjang dan kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan munculnya aroma apek.

Jika harus menjemur di dalam ruangan, pilih area dekat jendela atau tempat dengan ventilasi baik. Kipas angin dapat membantu meningkatkan pergerakan udara, sedangkan dehumidifier bisa menjadi pilihan pada ruangan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi.

5. Proses Pencucian Kurang Maksimal

Tidak semua pakaian cocok dicuci menggunakan suhu air yang sama. Air dingin diperlukan untuk beberapa jenis kain, tetapi pada kondisi tertentu daya pembersihannya dapat berbeda dibanding penggunaan air hangat yang memang diperbolehkan oleh label perawatan pakaian.

Masalah biasanya terjadi ketika minyak tubuh, keringat, atau residu lain masih tertinggal setelah pencucian. Ketika pakaian kemudian dikeringkan secara perlahan, sisa kotoran tersebut dapat menjadi salah satu sumber aroma tidak sedap.

Selalu periksa label perawatan pakaian sebelum menentukan suhu pencucian. Jangan menggunakan air panas sembarangan karena sejumlah material dapat menyusut, berubah warna, atau mengalami kerusakan apabila terkena suhu yang terlalu tinggi.

6. Proses Pembilasan Tidak Berjalan dengan Baik

Pembilasan bertugas membawa keluar kotoran serta sisa deterjen setelah proses pencucian. Jika tahap ini tidak berjalan optimal, residu dapat tertinggal pada serat kain dan membuat pakaian terasa kurang bersih meskipun telah melewati satu siklus pencucian penuh.

Muatan mesin cuci yang terlalu banyak menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan. Ketika tabung terlalu penuh, pakaian tidak memiliki ruang yang cukup untuk bergerak sehingga air dan deterjen tidak dapat bersirkulasi secara optimal pada seluruh bagian pakaian.

Hindari memaksakan seluruh cucian masuk dalam satu kali pencucian jika kapasitas mesin tidak mencukupi. Membagi pakaian menjadi beberapa muatan sering kali menghasilkan pencucian serta pembilasan yang lebih efektif dibanding memenuhi tabung sampai terlalu padat.

7. Mesin Cuci Jarang Dibersihkan

Mesin cuci tidak otomatis selalu bersih hanya karena terus bersentuhan dengan air dan deterjen. Seiring waktu, bagian dalam mesin dapat menjadi tempat berkumpulnya residu deterjen, kotoran, serat kain, maupun kelembapan.

Jika bagian dalam mesin mulai kotor dan berbau, aroma tersebut berpotensi berpindah kembali ke pakaian ketika proses pencucian berlangsung. Akibatnya, pakaian mungkin sudah berbau kurang segar bahkan sebelum dipindahkan ke jemuran.

Lakukan pembersihan mesin cuci secara berkala sesuai petunjuk produsen. Perhatikan bagian yang mudah menyimpan residu, seperti tabung, laci deterjen, karet pintu pada mesin front loading, hingga filter jika model mesin cuci memilikinya.

8. Pakaian Tebal Belum Benar-Benar Kering

Beberapa jenis pakaian bisa terlihat kering dari luar meskipun bagian tertentu masih menyimpan kelembapan. Kondisi ini banyak terjadi pada celana jeans, hoodie, jaket, handuk, pakaian dengan pinggang tebal, serta bahan yang memiliki beberapa lapisan kain.

Bagian seperti jahitan, saku, kapuc, pinggang, dan lipatan merupakan area yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Jika pakaian segera dilipat atau dimasukkan ke lemari ketika bagian tersebut masih lembap, bau apek dapat muncul setelah beberapa waktu.

Sebelum mengangkat cucian, periksa bagian kain yang paling tebal dengan tangan. Pakaian tebal juga dapat dibalik di tengah proses penjemuran sehingga kedua sisinya mendapat aliran udara dan kesempatan mengering dengan lebih merata.

Cara Mencegah Pakaian Bau Apek Setelah Dicuci

Mencegah bau apek sebenarnya lebih mudah daripada menghilangkannya setelah aroma tersebut telanjur menempel. Kuncinya adalah membuat proses pencucian dan pengeringan berlangsung efektif serta tidak membiarkan pakaian terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:

  1. Jangan memasukkan pakaian terlalu banyak ke mesin cuci. Sisakan ruang agar pakaian dapat bergerak selama proses pencucian dan pembilasan.
  2. Gunakan deterjen sesuai takaran. Deterjen berlebihan dapat meninggalkan residu jika tidak terbilas sempurna.
  3. Segera keluarkan pakaian setelah pencucian selesai. Hindari membiarkan cucian basah bertumpuk lama di tabung.
  4. Kibaskan pakaian sebelum dijemur. Cara sederhana ini membantu membuka lipatan kain sehingga permukaannya lebih mudah terkena udara.
  5. Beri jarak antarpakaian. Jangan membuat pakaian saling menempel atau tumpang tindih.
  6. Buka saku, lengan, dan kapuc. Bagian-bagian tersebut dapat menahan kelembapan lebih lama.
  7. Balik pakaian yang tebal selama proses pengeringan. Tujuannya agar seluruh bagian kain mendapatkan aliran udara secara merata.
  8. Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Periksa terutama jahitan, pinggang, kerah, dan bagian kain yang berlapis.

Kebiasaan tersebut juga membantu ketika cuaca sedang mendung dan pakaian membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Fokusnya bukan sekadar membuat permukaan pakaian terkena panas, tetapi mempercepat pelepasan kelembapan dengan memberikan ruang dan aliran udara yang memadai.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Penyebab Pakaian Bau Apek

1. Kenapa pakaian tetap bau apek padahal dijemur di bawah matahari?

Bau bisa sudah muncul akibat pencucian yang kurang optimal, pakaian terlalu lama berada di mesin cuci, atau residu kotoran yang masih tertinggal sebelum pakaian dijemur.

2. Apakah pakaian bau apek harus dicuci ulang?

Jika baunya cukup kuat, mencuci ulang biasanya menjadi pilihan yang lebih efektif daripada hanya menyemprotkan pewangi untuk menutupi aroma.

3. Apakah menjemur pakaian di dalam rumah membuatnya bau apek?

Tidak selalu. Pakaian tetap dapat dikeringkan di dalam ruangan selama terdapat sirkulasi udara yang baik dan pakaian tidak digantung terlalu rapat.

4. Kenapa pakaian baru bau apek setelah dimasukkan ke lemari?

Kemungkinan masih terdapat kelembapan pada bagian tertentu ketika pakaian disimpan, terutama pada jahitan, pinggang, saku, atau kain yang tebal.

5. Bagaimana agar pakaian cepat kering saat musim hujan?

Beri jarak antarpakaian, gunakan area dengan ventilasi baik, buka bagian pakaian yang berlapis, serta manfaatkan kipas atau dehumidifier jika diperlukan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6