Gus Yahya Ungkap Fokus Utamanya Usai Tak Lagi Pimpin PBNU

Fokus tersebut akan dijalankan melalui sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya.

Diterbitkan 01 September 2026, 13:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gus Yahya akan fokus pada dialog antaragama dan gerakan Islam Kemanusiaan setelah purna tugas PBNU.
  • Agenda ini akan dijalankan melalui lembaga internasional seperti CSCV dan Bayt ar-Rahmah.
  • Ia berencana ke Amerika Serikat pada Desember untuk serangkaian kunjungan dan dialog lintas agama.

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan akan kembali berkonsentrasi pada agenda dialog antaragama dan penguatan gerakan Islam Kemanusiaan atau Humanitarian Islam setelah purna tugas dari kepemimpinan PBNU.

Fokus tersebut akan dijalankan melalui sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya, salah satunya Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

"Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20) adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama," tutur Gus Yahya di Jombang, Selasa (1/9/2026), seperti dilansir dari Antara.

CSCV berperan sebagai sekretariat permanen yang mengelola pergerakan global forum R20, yang mempertemukan para pemimpin agama dari berbagai negara untuk membangun dialog mengenai nilai-nilai peradaban bersama.

Selain CSCV, Gus Yahya juga merupakan pendiri yayasan keagamaan global yang berbasis di Amerika Serikat, Bayt ar-Rahmah Li ad-Da'wa al-Islamiyah Rahmatan li al-'Alamin.

"Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah," jelas dia.

 

Kunjungan ke AS

Kedua lembaga tersebut selama ini bekerja sama dengan PBNU dalam mengembangkan gerakan Humanitarian Islam dan menyelenggarakan forum dialog lintas agama yang melibatkan pemimpin agama dari berbagai negara.

Gus Yahya mengatakan agenda internasional tersebut akan kembali dijalankannya setelah tidak lagi memimpin PBNU. Ia berencana bertolak ke Amerika Serikat pada Desember mendatang untuk melakukan serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama.

"Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum YANMU Syahdhana H Baswara mengatakan pihaknya akan melanjutkan kerja sama dengan Gus Yahya dalam sejumlah program, khususnya yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.

YANMU merupakan lembaga filantropi dan kemanusiaan yang menjalankan berbagai program sosial, kesehatan, serta dakwah.

"Kami akan teruskan kerja sama program-program dengan Gus Yahya," ujar Syahdhana.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6