Inflasi AS Stabil di 2,4%, Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed

Inflasi AS tercatat 2,4% pada Februari 2026, memicu sikap wait and see di investor. Indodax menilai kondisi ini membuat pasar kripto bergerak defensif.

Diterbitkan 15 Maret 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Inflasi Amerika Serikat (AS) tercatat stabil 2,4 persen secara tahunan (YoY) pada Februari 2026, berdasarkan data Consumer Price Index (CPI) yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed serta sentimen di pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, kondisi tersebut sekaligus menandakan bahwa pelaku pasar saat ini masih berada dalam fase menunggu kepastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya langkah suku bunga Federal Reserve.

"Angka inflasi Februari 2026 yang berada di 2,4 persen sesuai dengan ekspektasi pasar. Sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko termasuk kripto," ungkapnya, dikutip Minggu (15/3/2026).

"Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu sambil memperhatikan perkembangan data ekonomi berikutnya," ujar Antony.

Berdasarkan laporan terbaru, inflasi bulanan Amerika Serikat pada Februari 2026 tercatat naik 0,3 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2 persen pada Januari 2026.

Sementara inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tercatat naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan, sesuai dengan proyeksi analis.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

99% The Fed Tahan Suku Bunga Maret

Ekspektasi kebijakan moneter tersebut juga tercermin dalam proyeksi pasar yang dihimpun melalui CME FedWatch Tool, yang menunjukkan peluang hampir 99 persen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret 2026.

Di sisi lain, probabilitas pemotongan suku bunga sekitar 25 basis poin pada April diperkirakan masih relatif kecil, yakni sekitar 11 persen.

"Kondisi ini membuat pasar kripto cenderung bergerak lebih defensif sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter berikutnya," imbuh Antony.

 

Inflasi AS bagi Pasar Kripto

Di pasar kripto, respons investor terhadap rilis data inflasi terlihat relatif terbatas. Setelah laporan dirilis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 69.000 dengan pergerakan yang relatif moderat dalam 24 jam terakhir.

Selain faktor inflasi, dinamika geopolitik dan harga energi juga menjadi perhatian investor. Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak meningkat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Pergerakan harga energi ini berpotensi mempengaruhi tekanan inflasi pada periode berikutnya, serta berdampak pada aktivitas ekonomi secara lebih luas. Oleh karena itu, investor cenderung mencermati berbagai indikator ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi," tuturnya.