Deretan Hoaks Sasar Menag Nasaruddin Umar, Simak Daftarnya

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kerap jadi sasaran hoaks. Simak beberapa di antaranya dalam artikel ini!

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa menyasar pejabat negara tak terkecuali Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Hoaks ini muncul dalam beragam tema dan tersebar di media sosial.

Lalu apa saja hoaks tersebut? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Menag Sebut Korupsi yang Dilakukan Secara Syariah itu Aman

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Menag Nasaruddin Umar menjelaskan korupsi yang dilakukan secara syariah itu aman. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Agustus 2026.

Dalam unggahannya terdapat foto Nasaruddin Umar dengan narasi:

"Kementrian Agama Nasarudin Umar Menjelaskan, "Korupsi Yang di Lakukan Secara Syariah dan Prosedur Yang Tepat, itu AMAN".

Akun itu menambahkan narasi:

"Korupsi yang di lakukan secara syariah dan di lakukan secara tepat itu AMAN ... Heyyy...ini benarkah sekelas Mentri agama begini..."

Lalu benarkah postingan Menag Nasaruddin Umar menjelaskan korupsi yang dilakukan secara syariah itu aman? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Menag Minta Warga Agar Kurban Dikelola Pemerintah daripada Potong Sendiri

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta masyarakat yang ingin berkurban diserahkan ke pemerintah untuk dikelola daripada memotong sendiri. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 April 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Menteri Agama meminta seluruh masyarakat yang ingin berkurban, lebih baik diserahkan ke kami biar pemerintah yang kelola.... Apakah kalian setuju dengan pernyataan itu⁉️..... Silakan komen dibawah⬇⬇⬇⬇#beritaviral"

Unggahan menyertakan poster bergambar Menag Nasaruddin Umar, dengan tulisan sebagai berikut:

"Menteri Agama menyarankan agar masyarakat menyetorkan Uang AKIKAH atau KURBAN ke BAZNAS atau dikelola Pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri."

Lalu benarkah klaim Menag Nasaruddin Umar meminta masyarakat yang ingin berkurban diserahkan ke pemerintah untuk dikelola daripada dipotong sendiri? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Sebut Zakat dan Infak Kini Dikelola Pemerintah Demi Menyelamatkan Umat dari Api Neraka

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim Menag Nasaruddin Umar menyebut pemerintah saat ini mengelola zakat dan infak untuk menyelamatkan umat dari api neraka. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Instagram. Akun itu mempostingnya pada 26 April 2026.

Berikut isi postingannya:

"Menteri Agama tegaskan uang infaq dan zakat kini dikelola oleh pemerintah, "semua itu dilakukan untuk menyelamatkan umat dari sifat serakah dan api Neraka"

Akun itu menambahkan narasi:

"KEMENAG kini mengambil alih pengelolaan dana zakat dan infak dengan alasan untuk melindungi umat dari hal-hal yang merugikan. Mereka menegaskan bahwa langkah ini diambil agar dana amal dapat dikelola dan diawasi secara terpusat oleh negara demi kemaslahatan bersama."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menag Nasaruddin Umar menyebut pemerintah saat ini mengelola zakat dan infak untuk menyelamatkan umat dari api neraka? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.