Ratusan Penerbangan Batal Imbas Asap Karhutla Kalimantan

Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di wilayah otoritas bandara Balikpapan.

Diterbitkan 22 September 2026, 20:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 409 penerbangan terdampak imbas asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan. Lebih dari 250 penerbangan harus dibatalkan atau ditunda dengan ratusan penerbangan lain terlambat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan kondisi asap akibat Karhutla dapat mempengaruhi jarak pandang di sekitar bandar udara (bandara) sehingga berdampak terhadap kelancaran operasional penerbangan.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Apabila kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, maka penerbangan dapat mengalami keterlambatan, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan sesuai hasil evaluasi kondisi di lapangan dan pertimbangan keselamatan,” ujar Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Dia mencatat, selama periode 14–20 September 2026, tercatat 409 penerbangan terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan. Sebanyak 141 penerbangan diantaranya mengalami keterlambatan (delay), 254 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), dan 14 penerbangan dialihkan (divert).

Jumlah penerbangan terdampak tersebut meningkat dibandingkan periode 7-13 September 2026 dengan 159 penerbangan terdampak. Jika dirinci, Kalimantan Tengah mencatat dampak tertinggi dengan 201 penerbangan terdampak, terdiri atas 79 delay, 121 cancelled/postponed, dan 1 diverted.

Selanjutnya, Kalimantan Timur mencatat 138 penerbangan terdampak, terdiri atas 48 delay, 77 cancelled/postponed, dan 13 diverted. Sementara Kalimantan Utara mencatat 70 penerbangan terdampak, terdiri atas 14 delay dan 56 cancelled/postponed.

Kondisi jarak pandang terendah selama periode tersebut tercatat mencapai 50 meter di beberapa bandar udara, antara lain Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar, Bandara Haji Muhammad Sidik, dan Bandara A.P.T. Pranoto.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan karena setiap penerbangan harus memenuhi ketentuan keselamatan dan batas minimum operasional yang berlaku.

 

Terlambat Hingga 159 Menit

Sementara itu, berdasarkan pemantauan pada 21 September 2026, dampak kondisi asap Karhutla juga terjadi di sejumlah bandar udara di Kalimantan Barat oleh Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama.

Di Bandara Supadio, Pontianak, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dengan durasi antara 42 hingga 195 menit. Selain itu, terdapat penerbangan yang dibatalkan karena kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional.

Pada pukul 21.30 WIB, Bandara Supadio berstatus open dengan jarak pandang sekitar 1.100 meter.

Di Bandara Rahadi Oesman, Ketapang, terdapat penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca. Sementara itu, di Bandara Singkawang, terdapat beberapa penerbangan yang dibatalkan karena alasan operasional. Bandara tetap berstatus open dengan jarak pandang sekitar 1.000 meter.

Adapun Bandara Tebelian, Sintang, dan Bandara Pangsuma, Putussibau, juga berstatus open dengan jarak pandang masing-masing sekitar 700 meter. Pada saat pemantauan, tidak terdapat jadwal penerbangan di kedua bandar udara tersebut.

 

Pantau Intensif

Lukman menyampaikan Ditjen Perhubungan Udara bersama Kantor Otoritas Bandar Udara dan seluruh stakeholder penerbangan terus melakukan pemantauan kondisi jarak pandang, koordinasi operasional, serta evaluasi secara berkala.

"Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan operasional penerbangan dapat berjalan dengan tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, keteraturan, dan kelancaran penerbangan,” jelas Lukman.

Selain pemantauan operasional penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara juga berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung kegiatan penanganan Karhutla, termasuk pelaksanaan patroli udara dan operasi water bombing.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6