Kemenhub Bidik 1,43 Juta Penumpang Kereta Ekonomi saat Natal dan Tahun Baru

Kemenhub menyebutkan, layanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan lebih cepat dibandingkan 2025.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 09:24 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan sekitar 1,43 juta penumpang kereta api ekonomi nonpenugasan selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyampaikan target tersebut dengan masa layanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

“Targetnya 1.043.896 penumpang,” ujar Allan saat berdiskusi dengan media di Jakarta, dikutip Selasa, (27/10/2026).

Allan menjelaskan, periode layanan Nataru tahun ini berakhir pada 4 Januari 2027, lebih cepat dibandingkan periode tahun lalu yang berlangsung hingga 10 Januari.

“Tiket seluruh kereta api ekonomi nonpenugasan dari tanggal 22 Desember 2026 sampai dengan 4 Januari 2027,” kata Allan.

Dengan periode layanan yang lebih pendek, target penumpang tahun ini perlu dibaca berdasarkan rentang operasional yang berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, Kemenhub belum merinci lebih lanjut pembagian target penumpang tersebut.

Gaet Investor China hingga Rusia, Kemenhub Tawarkan Proyek Kereta Trans Kalimantan

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, bakal membuka ruang bagi calon investor untuk mengembangkan rute kereta api (KA) Trans Kalimantan dan Trans Sumatra. Minat serta kalkulasi bisnis investor menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan kedua mega proyek transportasi tersebut.

Dudy mengatakan, dua proyek ini akan ditawarkan secara terbuka kepada investor, termasuk dalam penentuan trase atau rute yang akan dilintasi. Pihak investor dan pemerintah akan duduk bersama untuk menentukan rute terbaik.

"Nanti masing-masing akan dihitung karena ini kita tawarkan kepada pihak investor. Tentu mereka akan memperhitungkan trase-trase mana saja yang secara ekonomis menguntungkan bagi perusahaan mereka," ujar Dudy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

"Namun, tentu juga kita sesuaikan dengan trase yang akan kita bahas bersama pihak Bappenas, yang sekiranya dapat mendukung perekonomian wilayah di Kalimantan," imbuhnya.

 

 

Gandeng Bappenas

Dudy menambahkan, pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ikut serta menentukan arah pengembangan rute sebelum disepakati bersama calon investor.

"Ini akan kita bahas nanti dengan Bappenas. Nanti kita duduk bersama dengan para investor untuk melihat trase mana saja yang bisa kita kembangkan, baik di Sumatra maupun di Kalimantan," urainya.

Mengenai apakah KA Trans Kalimantan akan mencakup akses langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Dudy belum dapat memastikan. "Nanti kita lihat," sebutnya singkat.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6