KMP Batumandi Tenggelam di Merak, Menhub Pastikan Asuransi Cair

KMP Batumandi tenggelam di Pelabuhan Merak. Menhub pastikan klaim asuransi 420 penumpang cair dan siapkan opsi pengangkatan bangkai kapal.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau penanganan insiden terbaliknya KMP Batumandi di perairan Pelabuhan Merak, Banten. Selain memastikan kelancaran lalu lintas laut, pemerintah berfokus pada pemenuhan asuransi dan ganti rugi bagi seluruh korban terdampak.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pihak Kemenhub bergerak cepat menggandeng PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Jasa Raharja, serta instansi terkait untuk menyelesaikan proses klaim tersebut.

"Kami meminta seluruh pihak terkait memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, termasuk tindak lanjut terhadap hak-hak mereka sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan penanganan insiden," ujar dia di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (22/10/2026).

Insiden berawal saat KMP Batumandi terbakar di alur masuk Merak pada Selasa (20/10) sore. Sesaat usai kejadian, Menhub langsung meninjau lokasi penyeberangan untuk memimpin evakuasi. Berdasarkan data ASDP, sebanyak 420 penumpang berhasil diselamatkan dan langsung menerima penanganan medis serta pendataan kerugian.

Dudy menegaskan bahwa penanganan dampak kecelakaan ini harus berjalan tuntas, mencakup evakuasi korban,pendataan kerusakan material, hingga pengamanan bangkai kapal.

Mekanisme Klaim Asuransi dan Pengamanan Jalur Laut

Untuk urusan ganti rugi, ASDP dan Jasa Raharja tengah memverifikasi data kerugian material secara teliti. Kemenhub mengimbau para penumpang untuk memantau informasi resmi serta menyiapkan dokumen pendukung melalui saluran pengaduan yang telah dibuka ASDP. 

Di sisi lain, pengamanan di titik lokasi kapal tenggelam menjadi prioritas utama. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama ASDP memasang buoy atau pelampung penanda agar tidak membahayakan kapal lain yang melintas maupun aktivitas nelayan sekitar.

"Keselamatan pelayaran harus tetap terjaga, terutama di sekitar alur masuk Pelabuhan Merak yang menjadi jalur penting penyeberangan masyarakat dan distribusi logistik," kata Dudy menegaskan.

Ia menambahkan bahwa langkah penanganan lokasi tenggelam wajib didasari analisis teknis agar tidak memicu bahaya baru di alur penyeberangan.

Rencana Evakuasi Kapal dan Imbauan untuk Penumpang

Pemerintah kini sedang mengukur posisi dan kondisi KMP Batumandi sebelum memutuskan opsi pengangkatan bangkai kapal (salvage). Operasi pengangkatan ini nantinya bakal memperhitungkan kondisi cuaca perairan, keamanan jalur, serta pencegahan pencemaran lingkungan laut.

Meski ada insiden, Kemenhub memastikan layanan penyeberangan Merak–Bakauheni tetap berjalan normal guna menjaga mobilitas warga dan arus logistik. Pengaturan jadwal di lapangan terus dievaluasi bersama otoritas pelabuhan.Masyarakat yang hendak menyeberang pun diimbau rutin mengecek pengumuman resmi dan mematuhi instruksi petugas.

"Perkembangan penanganan, termasuk hasil asesmen kapal dan rencana operasi salvage, akan ditindaklanjuti sesuai hasil koordinasi dan ketentuan yang berlaku," kata Menhub.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6