Liputan6.com, Jakarta - Pakis sayur atau Diplazium esculentum merupakan tumbuhan paku yang pucuk mudanya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Tanaman ini umumnya ditemukan di lingkungan tropis yang lembap, seperti area sekitar aliran air dan lahan yang memiliki kelembapan cukup, sehingga cukup sesuai dibudidayakan di pekarangan rumah, termasuk menggunakan pot atau polybag pada lahan terbatas.Â
Dalam budidaya rumahan, pakis sayur membutuhkan lingkungan yang teduh, media tanam kaya bahan organik, kelembapan yang terjaga, serta drainase yang baik. Perawatan yang tepat juga diperlukan agar tanaman tetap sehat dan mampu menghasilkan pucuk muda secara berkelanjutan.
Berikut cara merawat tanaman pakis sayur di pekarangan rumah yang dapat diterapkan untuk budidaya skala rumah tangga, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (8/8).
Advertisement
1. Pilih Lokasi yang Teduh
Pakis sayur lebih menyukai kondisi teduh atau mendapatkan cahaya matahari yang tersaring. Tanaman ini dapat tumbuh di bawah naungan pohon atau di area pekarangan yang terlindung dari paparan matahari terik secara langsung.
Cahaya tetap diperlukan untuk mendukung fotosintesis, tetapi paparan matahari penuh, terutama pada kondisi panas dan kering, dapat meningkatkan kehilangan air dan menyebabkan daun mengalami stres. Karena itu, pilih lokasi dengan cahaya terang yang tersaring atau naungan yang sesuai dengan kondisi lingkungan, sambil tetap menghindari paparan matahari terik dalam waktu lama.
Area yang memiliki sirkulasi udara cukup juga perlu dipilih untuk membantu mengurangi kelembapan berlebih di sekitar daun.
Advertisement
2. Gunakan Media Tanam yang Gembur dan Kaya Bahan Organik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424003/original/015149600_1764129367-pexels-fotios-photos-1301856.jpg)
Pakis sayur membutuhkan media yang mampu mempertahankan kelembapan sekaligus mengalirkan kelebihan air. Media yang terlalu padat dapat menghambat perkembangan akar dan membuat air lebih lama tertahan.
Untuk penanaman di pekarangan, gunakan tanah yang gembur dan tambahkan kompos atau bahan organik matang. Jika tanah terlalu liat, bahan yang dapat memperbaiki porositas media seperti sekam bakar atau bahan organik lainnya dapat ditambahkan.
Yang terpenting, media tidak mudah memadat dan tidak terus-menerus tergenang. Kondisi lembap berbeda dengan kondisi becek karena tanaman tetap membutuhkan oksigen di sekitar akar.
3. Pilih Pot atau Polybag dengan Drainase Baik
Pakis sayur dapat ditanam langsung di tanah maupun dalam wadah. Untuk pekarangan sempit, pot atau polybag memudahkan pengaturan media, kelembapan, dan posisi tanaman.
Pilih wadah yang cukup luas untuk perkembangan rumpun dan memiliki beberapa lubang drainase di bagian bawah. Ukuran wadah dapat disesuaikan dengan ukuran tanaman dan jumlah rumpun yang ditanam.
Tidak perlu mengandalkan lapisan kerikil di dasar pot untuk memperbaiki drainase. Pastikan saja lubang pembuangan tidak tersumbat dan gunakan media yang memiliki porositas baik. Jika menggunakan pot yang diletakkan di atas tatakan, kosongkan air yang tertampung setelah penyiraman agar bagian bawah wadah tidak terus terendam.
Advertisement
4. Pertahankan Kelembapan Media
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509844/original/067781500_1771766497-IMG-20260222-WA0026.jpg)
Kelembapan merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan pakis sayur. Media sebaiknya tidak dibiarkan kering dalam waktu lama, tetapi juga tidak dibuat jenuh air secara terus-menerus.
Periksa kelembapan media menggunakan jari sebelum menyiram. Jika bagian atas media mulai mengering, lakukan penyiraman secara menyeluruh hingga media kembali lembap dan sebagian air keluar dari lubang drainase.
Frekuensi penyiraman tidak perlu ditetapkan secara kaku karena kebutuhan air berubah sesuai cuaca, ukuran wadah, jenis media, dan tingkat naungan. Pada cuaca panas dan kering, tanaman mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering. Sebaliknya, saat hujan atau kelembapan lingkungan tinggi, penyiraman perlu dikurangi.
5. Berikan Nutrisi Secara Berkala
Pakis sayur yang ditanam di pekarangan membutuhkan nutrisi untuk mempertahankan pertumbuhan daun dan pembentukan pucuk baru. Kompos matang atau pupuk organik yang sudah terdekomposisi dapat digunakan untuk membantu menjaga kesuburan media.
Pada tanaman dalam pot atau polybag, bahan organik dapat ditambahkan secara berkala dalam jumlah secukupnya. Pupuk tambahan juga dapat diberikan apabila pertumbuhan tanaman terlihat kurang optimal, dengan mengikuti dosis yang dianjurkan pada produk.
Hindari memberikan pupuk dalam jumlah berlebihan karena konsentrasi garam yang terlalu tinggi dapat mengganggu akar. Pupuk juga sebaiknya tidak ditempatkan langsung menempel pada pangkal tanaman.
Advertisement
6. Pangkas Bagian Tanaman yang Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318301/original/002498200_1786091176-de83d57f-ef81-4298-a592-a82921b13539.jpg)
Periksa kondisi daun dan pucuk secara rutin. Daun yang sudah kering, mati, atau rusak parah dapat dipotong menggunakan gunting yang bersih dan tajam.
Pemangkasan membantu mempertahankan kebersihan rumpun dan menghilangkan bagian tanaman yang sudah tidak produktif. Jika terdapat bagian yang menunjukkan gejala penyakit, buang bagian tersebut dan jangan membiarkannya menumpuk di sekitar tanaman.
Hindari memangkas terlalu banyak daun sehat sekaligus karena daun yang masih aktif diperlukan tanaman untuk melakukan fotosintesis.
7. Kendalikan Hama Sejak Dini
Lingkungan lembap dapat menarik beberapa hama yang memakan daun dan pucuk, termasuk siput, bekicot, serta ulat. Periksa bagian bawah daun dan area sekitar rumpun secara berkala.
Hama yang terlihat dapat diambil secara manual. Gulma dan sisa tanaman yang membusuk juga sebaiknya dibersihkan karena dapat menjadi tempat berlindung hama.
Perhatikan pula keberadaan serangga pengisap cairan tanaman pada bagian bawah daun. Jika ditemukan, lakukan pengendalian sesuai jenis hamanya dan pilih produk yang memang diperuntukkan bagi tanaman pangan. Selalu ikuti dosis serta interval penggunaan pada label produk.
Advertisement
8. Hindari Kondisi Terlalu Basah
Menyukai kelembapan bukan berarti pakis sayur dapat dibiarkan berada dalam media yang tergenang. Media yang terlalu basah dalam waktu lama dapat mengurangi oksigen di sekitar akar dan meningkatkan risiko gangguan pada sistem perakaran.
Jika daun mulai menunjukkan perubahan warna yang tidak normal, muncul bercak, atau terdapat bagian yang membusuk, periksa terlebih dahulu kondisi media dan drainasenya. Kurangi penyiraman jika media terlalu basah dan pastikan air dapat keluar dengan lancar.
Sirkulasi udara yang baik juga membantu mengurangi kondisi lembap berlebihan di sekitar tajuk tanaman.
9. Panen Pucuk Muda Secara Bertahap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782234/original/051101700_1782880405-1280px-Fiddlehead_closeup.jpg)
Pucuk muda merupakan bagian pakis sayur yang umum dimanfaatkan sebagai sayuran. Pucuk dapat dipanen ketika masih muda, terutama saat masih menggulung atau baru mulai membuka dan teksturnya masih lunak.
Gunakan pisau atau gunting yang bersih dan tajam untuk memotong pucuk. Hindari mengambil seluruh pucuk dalam satu rumpun. Sisakan cukup daun dan tunas agar tanaman tetap dapat melakukan fotosintesis serta melanjutkan pertumbuhan.
Pemanenan secara bertahap juga membantu mempertahankan produktivitas rumpun sehingga tanaman dapat terus menghasilkan pucuk baru.
Advertisement
10. Perhatikan Kebersihan dan Kondisi Tanaman
Perawatan pakis sayur sebaiknya dilakukan secara rutin dengan memeriksa media, daun, pucuk, serta kondisi lingkungan di sekitarnya. Bersihkan gulma, singkirkan daun yang sudah mati, dan pastikan drainase tetap berfungsi dengan baik.
Jika menanam beberapa tanaman pangan dalam satu pekarangan, periksa tanaman baru terlebih dahulu untuk memastikan tidak membawa hama atau penyakit sebelum ditempatkan berdekatan dengan tanaman lainnya.
Dengan menjaga keseimbangan antara naungan, kelembapan, nutrisi, dan drainase, pakis sayur dapat tumbuh dengan baik di pekarangan rumah.
Perlu Diperhatikan Sebelum Dikonsumsi
Pastikan tanaman yang dipanen benar-benar teridentifikasi sebagai Diplazium esculentum, karena tidak semua jenis tumbuhan paku dapat dikonsumsi. Pucuk muda Diplazium esculentum umumnya diolah terlebih dahulu, misalnya dengan direbus, dikukus, atau ditumis, sebelum dikonsumsi. Hindari mengonsumsi pucuk dalam keadaan mentah.
Dengan perawatan tersebut, cara merawat tanaman pakis sayur di pekarangan rumah dapat dilakukan secara sederhana tanpa menetapkan aturan yang terlalu kaku. Kunci utamanya adalah menyediakan naungan yang sesuai, menjaga media tetap lembap tetapi tidak tergenang, memberikan nutrisi secukupnya, serta memanen pucuk secara bertahap.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merawat Tanaman Pakis Sayur di Pekarangan Rumah
1. Apakah pakis sayur bisa ditanam di pot?
Ya. Pakis sayur dapat ditanam di pot atau polybag, terutama untuk pekarangan dengan lahan terbatas. Gunakan wadah yang cukup luas dan memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat keluar.
2. Apakah pakis sayur membutuhkan sinar matahari langsung?
Tidak. Pakis sayur lebih menyukai kondisi teduh dengan cahaya matahari yang tersaring. Hindari paparan matahari terik dalam waktu lama karena dapat membuat tanaman mengalami stres.
3. Seberapa sering pakis sayur harus disiram?
Tidak ada jadwal penyiraman yang berlaku untuk semua kondisi. Siram ketika permukaan media mulai mengering dan sesuaikan frekuensinya dengan cuaca, jenis media, ukuran wadah, serta tingkat naungan.
4. Bagian pakis sayur mana yang bisa dipanen?
Bagian yang umumnya dipanen adalah pucuk muda yang masih menggulung atau baru mulai membuka. Panen secara bertahap dan sisakan cukup daun serta tunas agar tanaman tetap dapat tumbuh dan menghasilkan pucuk baru.
5. Apakah pucuk pakis sayur bisa dimakan mentah?
Sebaiknya tidak. Pastikan tanaman teridentifikasi sebagai Diplazium esculentum, kemudian olah pucuk mudanya terlebih dahulu, misalnya dengan direbus, dikukus, atau ditumis sebelum dikonsumsi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2791507/original/004191100_1556530177-palm-fern-2245814_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319002/original/055993200_1786176898-sate.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309562/original/084635400_1785231632-135u2FpI9up6H8ARIleR2hS5MVLjmctiKb2EwhQv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319041/original/082124600_1786178764-Screenshot_2026-08-08_153751.jpg)