Cara Makan Steak dengan Garpu dan Pisau yang Benar dan Elegan

Cara makan steak dengan garpu dan pisau yang benar, dari gaya Amerika, gaya Eropa, teknik memotong, hingga etika di restoran agar tampil percaya diri.

Diterbitkan 23 September 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara makan steak dengan garpu dan pisau yang tepat dapat membuat momen bersantap terasa lebih nyaman sekaligus tetap terlihat elegan. Menikmati steak di restoran juga memiliki etika tersendiri yang perlu diperhatikan agar tidak keliru saat menggunakan alat makan.

Prinsipnya sederhana, garpu dipegang di tangan kiri untuk menahan daging dan pisau di tangan kanan untuk memotong. Setelah itu, potong daging sepotong demi sepotong lalu nikmati selagi hangat.

Secara umum, ada dua gaya utama dalam cara makan steak dengan garpu dan pisau, yakni gaya Amerika yang dikenal sebagai zig-zag dan gaya Eropa atau kontinental.

Dilansir dari Tasting Table, penggunaan garpu dan pisau dalam etiket makan modern lebih berkaitan dengan tangan dominan dan non-dominan daripada sekadar tangan kiri atau kanan. Dalam gaya Amerika, misalnya, garpu biasanya digunakan dengan tangan dominan dan berpindah ke tangan non-dominan saat pisau digunakan untuk memotong steak.

Bila kamu ingin mendalaminya sebelum memesan, ada baiknya juga memahami urutan kematangan steak agar tidak salah pilih.

Posisi Dasar dan Cara Memegang Garpu dan Pisau

Langkah pertama dalam cara makan steak dengan garpu dan pisau adalah menguasai posisi dasar alat makan. Fondasi ini berlaku baik untuk gaya Amerika maupun gaya Eropa, sehingga penting dikuasai sejak awal sebelum daging tersaji.

  1. Letakkan garpu di tangan kiri: Pegang garpu dengan tangan kiri dan arahkan ujung garpu menghadap ke bawah untuk menahan daging agar tidak bergeser saat dipotong.

  2. Pegang pisau di tangan kanan: Genggam pisau seperti memegang pena, dengan jari telunjuk memanjang di sepanjang punggung gagang untuk kontrol yang lebih presisi.

  3. Posisikan jari telunjuk: Julurkan telunjuk di punggung garpu ketika menekan daging sehingga tekanan lebih merata dan hasil potongan menjadi rapi.

  4. Rapatkan siku ke badan: Jaga kedua siku tetap dekat dengan tubuh dan tidak melebar ke samping agar posisi tetap sopan serta tidak mengganggu tetangga meja.

  5. Duduk dengan tegak: Duduklah dengan punggung tegak, tidak membungkuk ke depan atau bersandar berlebihan, dan hindari menaruh siku di atas meja saat sedang makan.

  6. Genggam secara rileks: Jangan menggenggam alat makan terlalu erat; cukup pegang santai namun stabil agar gerakan memotong tetap terkendali.

Merujuk panduan Gentleman’s Gazette, garpu sebaiknya dipegang dengan posisi yang menyerupai cara memegang pensil, tanpa menggenggamnya terlalu erat. Pegang alat makan dengan rileks agar tetap nyaman digunakan dan mudah dikendalikan. Prinsip yang sama juga sering diajarkan dalam sesi table manner untuk hidangan western.

Satu hal yang sering dilupakan saat menyantap steak adalah arah memotong daging. Mengutip The Kitchn, daging sebaiknya diiris melawan arah serat agar serat otot menjadi lebih pendek. Cara ini membuat tekstur daging terasa lebih empuk dan mudah dikunyah. Teknik memotong melawan serat ini juga menjadi kunci saat kamu ingin membuat daging sapi lebih empuk di rumah.

Cara Makan Steak dengan Garpu dan Pisau Gaya Amerika

Gaya pertama dalam cara makan steak dengan garpu dan pisau adalah gaya Amerika atau yang populer disebut zig-zag. Ciri khasnya, garpu berpindah dari tangan kiri ke tangan kanan setiap kali kamu hendak menyuap potongan daging.

  1. Ambil posisi awal: Tempatkan garpu di tangan kiri dengan ujung menghadap ke bawah, sementara pisau berada di tangan kanan untuk mulai memotong.

  2. Potong satu gigitan: Mengutip Tasting Table, tahan steak dengan garpu, kemudian potong satu bagian dalam sekali makan menggunakan gerakan pisau yang terkontrol. Hindari gerakan menggergaji yang kasar agar proses memotong tetap rapi dan terlihat lebih sopan.

  3. Letakkan pisau di tepi piring: Setelah memotong, sandarkan pisau di bibir atas piring dengan mata pisau menghadap ke dalam, kira-kira di posisi jam 12 hingga jam 3.

  4. Pindahkan garpu ke tangan kanan: Alihkan garpu ke tangan dominan dan putar ujungnya menghadap ke atas, mirip cara memegang sendok.

  5. Suap potongan daging: Angkat garpu ke mulut dengan ujung menghadap ke atas dan sejajar piring, tanpa mengangkatnya terlalu tinggi.

  6. Ulangi dan tandai selesai: Kembalikan garpu ke tangan kiri untuk gigitan berikutnya; bila sudah selesai, letakkan garpu dan pisau berdampingan dengan ujung garpu menghadap ke atas.

Gerakan bolak-balik inilah yang melahirkan istilah zig-zag. Meski terkesan lebih repot, banyak orang merasa lebih nyaman karena bisa menyuap menggunakan tangan dominan. Jika kamu penasaran ingin mencoba sendiri di rumah, tak ada salahnya lebih dulu berlatih dengan beef steak ala restoran buatan sendiri.

Cara Makan Steak dengan Garpu dan Pisau Gaya Eropa

Gaya kedua yang bisa kamu pilih dalam cara makan steak dengan garpu dan pisau adalah gaya Eropa atau kontinental. Gaya ini dianggap lebih praktis karena tidak perlu memindahkan alat makan dari satu tangan ke tangan lain.

  1. Pertahankan posisi tetap: Garpu tetap berada di tangan kiri dengan ujung menghadap ke bawah sepanjang waktu makan, sedangkan pisau tetap di tangan kanan.

  2. Potong lalu langsung tusuk: Setelah memotong satu gigitan, langsung tusuk daging dengan garpu yang masih di tangan kiri tanpa berpindah tangan.

  3. Suap dengan ujung garpu menghadap bawah: Angkat garpu ke mulut dengan potongan daging menempel di bagian punggung garpu, bukan di cekungannya.

  4. Manfaatkan pisau sebagai bantuan: Pisau boleh dipakai untuk mendorong sayuran atau kentang ke garpu secara halus tanpa menimbulkan suara.

  5. Tandai jeda dengan menyilang: Bila ingin beristirahat sejenak, letakkan garpu dan pisau menyilang di atas piring dengan garpu berada di atas pisau.

  6. Beri kode selesai: Saat sudah tuntas, sejajarkan garpu dan pisau dengan ujung garpu menghadap ke bawah dan gagang mengarah ke posisi jam 4.

Menurut Meatguy Steakhouse, pisau tidak seharusnya menyentuh mulut saat makan steak. Potongan daging juga sebaiknya sudah terlepas dari garpu sebelum garpu diarahkan ke mulut. Gaya kontinental ini kerap menjadi pilihan utama dalam jamuan resmi karena kesederhanaannya, dan cocok kamu terapkan bersama beragam jenis potongan steak favorit.

Etika Tambahan dan Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyantap Steak

Selain menguasai dua gaya di atas, ada sejumlah etika kecil yang membuat cara makan steak dengan garpu dan pisau terlihat semakin santun. Hal-hal ini kerap luput diperhatikan, padahal dampaknya besar terhadap kesan yang kamu tinggalkan di meja makan.

Dalam panduan etiket yang dikutip dari University of Tennessee, Emily Post menekankan bahwa prinsip dasar tata krama adalah menghindari perilaku yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman. Prinsip tersebut juga dapat diterapkan saat menikmati hidangan di meja makan.

Prinsip sederhana itu bisa diterjemahkan ke dalam kebiasaan konkret berikut ketika steak sudah tersaji di hadapanmu:

  • Periksa kematangan dari bagian tengah: Mulailah memotong dari tengah daging, bukan dari ujung atau dekat tulang, karena di situlah tingkat kematangan sesungguhnya terlihat jelas.

  • Selalu potong melawan arah serat: Sebagaimana diungkapkan America's Test Kitchen, mengiris melawan serat terbukti membuat daging jauh lebih empuk dibanding memotong searah serat.

  • Istirahatkan daging sebelum dipotong: Mengacu pada Market House, steak yang baru matang sebaiknya didiamkan selama beberapa menit sebelum dipotong. Waktu istirahat ini membantu menjaga kelembapan daging sehingga sari daging tidak banyak keluar saat steak diiris.

  • Potong sepotong demi sepotong: Hindari memotong seluruh steak sekaligus menjadi potongan kecil karena daging cepat dingin, kehilangan kelembapan, dan terlihat kurang rapi.

  • Jangan melambaikan pisau: Seru boleh saja, tetapi jangan menggerak-gerakkan pisau di udara saat mengobrol; letakkan alat makan lebih dulu bila ingin berbicara.

  • Gunakan saus secukupnya: Menurut Etiquette Scholar, saus sebaiknya tidak dituangkan berlebihan langsung ke atas steak. Sebagai alternatif, tuangkan secukupnya di sisi piring, kemudian celupkan potongan steak ke dalam saus sebelum disantap.

  • Rawat serbet dengan benar: Menurut Taste of Home, serbet sebaiknya diletakkan di pangkuan selama makan. Jika perlu meninggalkan meja untuk sementara, letakkan serbet secara longgar di kursi, bukan di atas piring.

  • Pegang gelas pada tangkainya: Bila menemani steak dengan minuman berkaki gelas, pegang bagian tangkai agar suhu minuman tidak cepat naik oleh panas tangan.

Kathleen Smith, pengembang resep dan penulis kuliner yang dikutip Food Republic, menjelaskan bahwa menyantap steak bertulang lebih berkaitan dengan menjaga kesopanan dan kenyamanan saat makan daripada mengikuti aturan yang terlalu kaku.

Sementara itu, pakar etiket Jacqueline Whitmore yang dikutip Forbes membahas cara menangani bagian daging yang sulit dikunyah. Potongan seperti daging alot atau urat sebaiknya tidak dikeluarkan secara sembarangan, terutama dengan meludahkannya ke serbet kain, karena dapat mengganggu kenyamanan di meja makan.

Menguasai berbagai etika ini akan terasa lebih mudah bila kamu terbiasa. Kamu bisa memperkaya wawasan dengan membaca etika makan di restoran, mengenal table manner sederhana, hingga memahami perbedaan daging sirloin dan tenderloin sebelum memesan. Menariknya lagi, kebiasaan di setiap negara bisa berbeda, seperti terlihat pada etika makan di berbagai negara yang kadang justru bertolak belakang.

Meski demikian, aturan etiket sebaiknya tidak membuat suasana makan menjadi terlalu kaku. Chef King dari restoran Smith & Wollensky, yang dikutip Mashed, menyarankan para tamu untuk tidak terlalu mencemaskan aturan etiket dan tetap menikmati hidangan dengan santai.

Pada akhirnya, cara makan steak dengan garpu dan pisau adalah keterampilan yang bisa dilatih sambil menikmati makanan. Kamu bisa mengasahnya di rumah lewat membuat steak sendiri untuk pemula, mencoba resep steak daging sapi yang lengkap, meracik saus steak sederhana, atau menyiapkan steak rumahan ala restoran.

Untuk variasi, tersedia pula cara membuat steak dari tiga benua serta steak ayam ala resto yang tak kalah lezat. Dengan latihan, kamu akan makin percaya diri saat diajak bersantap di tempat formal.

Baca juga: Tingkat Kematangan Steak yang Perlu Diketahui dan tips memotong daging melawan arah serat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makan Steak

Apakah garpu harus selalu di tangan kiri saat makan steak?

Pada dasarnya iya, garpu dipegang di tangan kiri untuk menahan daging dan pisau di tangan kanan untuk memotong. Namun, dalam gaya Amerika, garpu boleh dipindahkan ke tangan kanan saat menyuap, dan orang kidal dapat menyesuaikan agar terasa lebih nyaman.

Bolehkah memotong steak sekaligus menjadi potongan kecil?

Sebaiknya tidak, terutama di restoran yang lebih formal. Memotong sepotong demi sepotong menjaga daging tetap hangat dan juicy, sedangkan memotong semuanya sekaligus membuat steak cepat dingin dan terlihat kurang rapi.

Bagaimana posisi pisau dan garpu sebagai tanda selesai makan?

Letakkan pisau dan garpu berdampingan dan sejajar di atas piring dengan gagang mengarah ke posisi sekitar jam 4. Posisi ini menjadi sinyal bagi pelayan bahwa kamu sudah selesai, sementara meletakkannya menyilang menandakan kamu hanya sedang beristirahat sejenak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6