Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan cara makan steak pisau sebelah mana kerap muncul ketika seseorang pertama kali menyantap hidangan ini di restoran. Secara umum, pisau digunakan dengan tangan kanan, sedangkan garpu berada di tangan kiri. Posisi tersebut membantu proses memotong dan menyantap steak tetap nyaman sekaligus terlihat rapi.
Aturan ini lazim digunakan dalam tata cara makan bergaya Eropa maupun Amerika. Namun, posisi alat makan tetap dapat disesuaikan dengan tangan dominan, terutama bagi orang yang terbiasa menggunakan tangan kiri.
Selain posisi, cara memegang alat makan juga penting agar gerakan tetap terkendali. Mengutip panduan etiket Emily Post, alat makan sebaiknya digenggam dengan rileks seperti memegang pena, dengan pisau berada di tangan dominan dan garpu di tangan lainnya. Berikut ulasan Liputan6.com mengenai cara makan steak yang tepat.
Advertisement
Cara Menentukan Pisau Sebelah Mana Saat Makan Steak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4991450/original/011890700_1730779641-Seriously_Simple_Dining_Etiquette_Guide__American_And_Continental_Styles.jpeg)
Menentukan posisi pisau saat makan steak sebenarnya cukup sederhana. Pisau berada di sisi kanan karena digunakan untuk memotong, sedangkan garpu di tangan kiri berfungsi menahan daging agar tetap stabil. Prinsip ini menjadi dasar yang mudah diingat ketika Anda makan steak di restoran maupun di rumah.
-
Pegang pisau di tangan kanan: Dalam etiket makan Barat, pisau umumnya digunakan dengan tangan kanan. Genggam gagangnya dengan rileks dan arahkan mata pisau ke daging agar gerakan memotong tetap terkendali.
-
Gunakan garpu di tangan kiri: Garpu berfungsi menahan steak supaya tidak bergeser ketika dipotong. Untuk memotong daging, posisikan gigi garpu menghadap ke bawah sehingga potongan dapat ditahan dengan lebih stabil.
-
Sesuaikan dengan tangan dominan: Jika Anda kidal, posisi alat makan dapat disesuaikan agar pisau tetap berada di tangan yang paling nyaman dan memiliki kontrol lebih baik. Penyesuaian ini tidak mengurangi kesopanan selama penggunaannya tetap teratur.
-
Perhatikan penataan pisau di meja: Dalam table setting, pisau diletakkan di sebelah kanan piring dengan mata pisau menghadap ke dalam. Posisi ini membantu mengenali alat makan yang digunakan sekaligus menjaga susunan meja tetap rapi.
-
Gunakan genggaman yang tepat: Pegang gagang pisau dengan mantap tanpa mengepalkan tangan terlalu kuat. Jari telunjuk dapat ditempatkan dengan nyaman pada bagian atas gagang untuk membantu mengontrol arah potongan.
-
Jaga postur saat memotong: Duduk tegak dan pertahankan siku tetap dekat dengan tubuh agar gerakan tangan tidak mengganggu orang di sebelah. Gerakan yang tenang juga membuat proses makan terlihat lebih rapi.
Mengutip Taste of Home, steak sebaiknya dipotong dan disantap sedikit demi sedikit, bukan sekaligus, dengan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Sementara itu, pelatih etiket Inggris William Hanson yang dikutip Country Life menjelaskan bahwa pisau berada di tangan dominan dan garpu di tangan lainnya, dengan pertukaran posisi dilakukan sesuai kebutuhan saat makan.
Jika masih merasa canggung, Anda bisa berlatih menggunakan alat makan di rumah sebelum mencoba menyantap steak di restoran. Salah satunya dengan mempraktikkan cara membuat hidangan tersebut melalui 6 cara membuat steak daging bagi pemula.
Advertisement
Cara Memotong Steak dengan Pisau dan Garpu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297428/original/010604900_1784091123-jose-ignacio-pompe-s-Z-h0fEiBM-unsplash.jpg)
Cara Memotong Steak dengan Pisau dan Garpu
Setelah mengetahui cara makan steak pisau sebelah mana, langkah berikutnya adalah memahami teknik memotongnya. Cara memotong yang tepat membuat daging lebih mudah disantap sekaligus membantu mempertahankan tekstur dan tampilannya. Anda tidak perlu memotong seluruh steak sekaligus karena potongan kecil yang dibuat saat akan disantap justru lebih praktis.
-
Tahan steak dengan garpu: Gunakan garpu di tangan kiri untuk menahan bagian steak agar tidak bergeser. Tekan secukupnya supaya daging tetap stabil tanpa merusak permukaannya.
-
Potong melawan arah serat: Amati garis serat pada daging, kemudian arahkan pisau tegak lurus terhadap serat tersebut. Memotong melawan serat membuat serat otot menjadi lebih pendek sehingga daging terasa lebih mudah dikunyah.
-
Potong sesuai satu suapan: Hindari mengubah seluruh steak menjadi potongan-potongan kecil sejak awal. Potong secukupnya untuk satu suapan agar daging tetap terasa hangat dan tampilannya lebih rapi.
-
Gunakan gerakan pisau yang lembut: Gerakkan pisau maju-mundur secara pendek dan terkendali. Tidak perlu menekan terlalu kuat karena pisau yang tajam seharusnya dapat memotong daging dengan mudah.
-
Perhatikan bagian tengah daging: Jika ingin melihat tingkat kematangan steak, bagian tengah dapat menjadi acuan yang lebih representatif daripada bagian tepi. Potong secukupnya untuk melihat warna bagian dalam tanpa membelah seluruh steak.
-
Letakkan pisau dengan benar setelah digunakan: Setelah selesai memotong, letakkan pisau di atas piring dengan posisi yang aman dan tidak mengganggu proses makan. Dalam gaya makan Amerika, pisau dapat diletakkan di bagian atas piring setelah tidak digunakan.
Greg Garrison, koki eksekutif Repeal 33 yang dikutip Food & Wine, menjelaskan bahwa memotong melawan arah serat membantu menghasilkan potongan dengan serat otot yang lebih pendek. Pengujian America's Test Kitchen juga menunjukkan adanya perbedaan tekstur antara daging yang dipotong searah dan melawan serat.
Selain teknik memotong, tingkat kematangan juga memengaruhi warna dan tekstur steak. Mengacu pada USDA, steak daging sapi utuh sebaiknya mencapai suhu internal minimal 62,8 derajat Celsius atau 145 derajat Fahrenheit, kemudian diistirahatkan selama setidaknya tiga menit untuk membantu menjaga keamanan pangan. Anda dapat melihat penjelasan lebih lanjut melalui urutan kematangan steak dan 5 tingkat kematangan steak yang bisa dipilih sesuai selera.
Baca juga: tips mudah mengetahui tingkat kematangan steak lewat persentase
Cara Makan Steak Gaya Eropa dan Amerika
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385356/original/015284200_1760927799-loija-nguyen-NYBnDWeOX2c-unsplash.jpg)
Selain mengetahui cara makan steak pisau sebelah mana, Anda juga perlu mengenal dua gaya makan yang umum digunakan dalam tradisi Barat, yaitu Eropa dan Amerika. Keduanya sama-sama dimulai dengan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, tetapi berbeda dalam cara menggunakan garpu setelah steak dipotong.
-
Gaya Eropa atau Continental: Garpu tetap berada di tangan kiri dengan gigi menghadap ke bawah, sementara pisau berada di tangan kanan. Setelah steak dipotong, potongan langsung dibawa ke mulut menggunakan garpu tanpa memindahkannya ke tangan lain.
-
Gaya Amerika atau Zig-Zag: Setelah memotong satu suapan, pisau diletakkan di tepi piring, kemudian garpu dipindahkan dari tangan kiri ke tangan kanan dengan gigi menghadap ke atas. Garpu kemudian digunakan untuk membawa potongan steak ke mulut sebelum kembali ke tangan kiri saat akan memotong lagi.
-
Posisi saat berhenti makan: Jika ingin berhenti sejenak untuk berbicara atau minum, letakkan pisau dan garpu di atas piring dalam posisi yang menandakan Anda masih akan melanjutkan makan. Dengan begitu, pelayan tidak mengira hidangan sudah selesai.
-
Posisi setelah selesai: Setelah seluruh hidangan selesai, letakkan pisau dan garpu sejajar di atas piring dengan gagang mengarah ke posisi sekitar pukul 4. Posisi gigi garpu dapat mengikuti gaya makan yang digunakan.
-
Gunakan gaya yang paling nyaman: Kedua gaya tersebut memiliki kebiasaan penggunaan alat makan yang berbeda. Apa pun gaya yang dipilih, utamakan gerakan yang tenang, tidak berlebihan, dan tidak mengganggu orang di sekitar meja.
Grant Harrold, mantan butler Raja Charles III, yang dikutip Fox News, menjelaskan bahwa penggunaan pisau dan garpu secara tepat dapat menjadi bagian dari pengalaman bersantap yang lebih formal. Pemahaman mengenai penggunaan alat makan ini juga berkaitan dengan etika makan di restoran, mulai dari memulai hingga mengakhiri hidangan.
Kebiasaan makan juga dapat berbeda di setiap negara. Karena itu, mengenal etika makan di berbagai negara bisa membantu Anda menyesuaikan diri ketika bepergian. Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengetahui lima hal yang sebaiknya tidak dilakukan di restoran agar suasana makan tetap nyaman.
Baca juga: begini etika makan di restoran Jerman
Advertisement
Etika Lain yang Perlu Diperhatikan Saat Menyantap Steak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4260726/original/023064500_1670999538-wedding-dinner-table-set-classy-white-decor-with-greenery.jpg)
Selain memahami cara makan steak pisau sebelah mana, ada beberapa etika kecil yang perlu diperhatikan agar pengalaman bersantap tetap nyaman dan rapi. Tata krama ini bukan sekadar soal penggunaan alat makan, tetapi juga mencakup cara menikmati hidangan, berinteraksi dengan orang di meja, hingga menyampaikan keluhan kepada pelayan.
Dalam etiket makan, aturan meja pada dasarnya menjadi bentuk penghargaan terhadap makanan, orang yang menyiapkannya, serta orang lain yang sedang bersantap bersama. Karena itu, penerapannya sebaiknya dilakukan secara wajar tanpa membuat suasana makan terasa kaku.
-
Cicipi steak sebelum menambahkan saus: Sebelum menuangkan saus, cobalah steak dalam kondisi apa adanya untuk mengenali rasa dan kualitas daging. Scott Weiner dari The Alston, Chicago, yang dikutip Tasting Table, juga menyarankan tamu mencicipi steak terlebih dahulu sebelum menambahkan saus.
-
Sajikan saus secukupnya: Jika ingin menggunakan saus, tuangkan sedikit di sisi piring lalu celupkan potongan steak ke dalamnya. Cara ini memungkinkan Anda menikmati rasa daging sekaligus mengontrol jumlah saus pada setiap suapan.
-
Nikmati steak bersama pelengkap secara bergantian: Steak sering disajikan bersama kentang, sayuran, atau pelengkap lainnya. Ambil makanan secukupnya dan nikmati secara bergantian agar setiap komponen tetap dapat terasa tanpa membuat mulut penuh.
-
Jangan berbicara sambil memegang alat makan di udara: Hindari berbicara ketika mulut masih berisi makanan. Saat ingin berbincang, letakkan pisau dan garpu di atas piring terlebih dahulu agar gerakan tangan tetap terkendali dan tidak mengganggu orang lain.
-
Letakkan alat makan di atas piring setelah digunakan: Pisau dan garpu yang sudah digunakan sebaiknya tetap berada di atas piring, bukan dikembalikan ke meja atau diletakkan di atas serbet. Hindari pula posisi alat makan yang membuat salah satu ujungnya menyentuh meja.
-
Gunakan minuman untuk menyegarkan lidah: Air putih atau minuman lain dapat dinikmati di sela-sela suapan untuk menyegarkan mulut. Beri jeda secukupnya agar Anda dapat menikmati cita rasa steak dan pelengkapnya dengan lebih baik.
-
Perhatikan bagian berlemak dan daging di sekitar tulang: Lemak pada steak dapat memberikan rasa gurih sehingga tidak selalu perlu disisihkan. Sementara itu, mengambil daging langsung dengan tangan hanya lebih sesuai untuk suasana makan yang kasual, bukan jamuan formal.
-
Atur ritme makan: Usahakan makan dengan kecepatan yang wajar dan tidak terlalu jauh berbeda dari tamu lain. Makan terlalu cepat dapat membuat suasana terasa terburu-buru, sedangkan terlalu lambat berpotensi membuat orang lain menunggu.
-
Sampaikan keluhan dengan sopan: Jika tingkat kematangan steak tidak sesuai dengan pesanan atau terdapat masalah pada hidangan, sampaikan kepada pelayan dengan tenang dan jelas. Jelaskan masalahnya tanpa perlu meninggikan suara agar restoran memiliki kesempatan untuk memberikan solusi.
Myka Meier, pendiri program etiket di The Plaza Hotel, yang dikutip Town & Country, menekankan bahwa etiket tidak hanya berkaitan dengan pilihan garpu atau pisau, tetapi juga bagaimana seseorang bersikap selama makan. Untuk urusan saus, Anda dapat melihat pembahasan mengenai cara menikmati steak, haruskah diguyur saus. Sementara jika terdapat masalah pada hidangan, simak pula cara tepat komplain makanan di restoran.
Etika makan juga dapat berbeda menurut kebiasaan di setiap negara. Jika ingin mengenalnya lebih jauh, simak ulasan tentang etika makan yang dianggap buruk di sejumlah negara. Sementara untuk pilihan yang lebih memperhatikan asupan, Anda dapat mengikuti tips makan steak rendah lemak tinggi protein ala Chef Yuda Bustara.
Jika ingin membuat steak sendiri di rumah, tersedia pula tips praktis memasak steak di rumah dan panduan lengkap resep steak daging sapi yang dapat dijadikan referensi.
Baca juga: cara membuat steak dari daging kurban yang empuk dan anti alot
Baca juga: cara membuat steak ayam yang creamy dan empuk
Baca juga: 3 resep steak ayam rumahan untuk ide bekal
Baca juga: pemanggang bertenaga AI yang diklaim bisa masak steak dalam 3 menit
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makan Steak
Cara makan steak pisau sebelah mana yang benar?
Pisau selalu dipegang di tangan kanan sebagai alat pemotong, sedangkan garpu di tangan kiri untuk menahan daging. Bagi orang kidal, posisi ini boleh disesuaikan dengan tangan dominan karena yang terpenting adalah kontrol dan kenyamanan saat memotong.
Bagaimana posisi pisau dan garpu setelah selesai makan steak?
Letakkan pisau dan garpu sejajar berdampingan di atas piring dengan gagang mengarah ke posisi jam 4 sebagai tanda Anda sudah selesai. Pada gaya Amerika gigi garpu menghadap ke atas, sementara pada gaya Eropa menghadap ke bawah.
Apakah steak sebaiknya dipotong sekaligus atau satu per satu?
Sebaiknya dipotong satu suapan setiap kali, bukan langsung dicincang seluruhnya. Memotong per suapan menjaga daging tetap hangat, juicy, dan terlihat lebih rapi, kecuali saat menyuapi anak kecil atau lansia yang memang membutuhkan bantuan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340405/original/086267700_1788504656-GzPAioqUxDzXzIuQwGu18YNPFJPajU0bwaxqf3Y9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350774/original/026169200_1789629919-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564036/original/087961100_1776923766-novila-misastra-5I4Yv4FsqTA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352940/original/065082300_1789882640-d7421896-183d-4e4b-b95e-1f2d2773bb84.jpg)