Liputan6.com, Jakarta - Setelah buah dipanen, cara merawat kelengkeng setelah panen agar cepat tumbuh tunas baru perlu dilakukan dengan tepat agar tanaman dapat segera memulihkan pertumbuhan vegetatifnya. Pohon yang baru selesai berbuah telah mengeluarkan banyak energi untuk membentuk dan membesarkan buah, sehingga membutuhkan perawatan lanjutan.
Masa setelah panen menjadi waktu penting untuk membentuk kembali tajuk tanaman. Ranting yang terlalu rimbun, lemah, kering, atau terserang penyakit dapat dikurangi agar cahaya matahari dan sirkulasi udara lebih baik. Pemangkasan yang tepat juga dapat merangsang munculnya tunas vegetatif baru atau trubus.
Selain pemangkasan, tanaman membutuhkan air dan unsur hara yang cukup. Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa pemupukan tanaman lengkeng produktif dapat dilakukan setelah panen dan atau setelah pemangkasan berat. Berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (20/9/2026).
Advertisement
1. Evaluasi Kondisi Pohon Setelah Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310872/original/091773200_1785378352-watermarked_img_9606818118915072403.jpg)
Perawatan sebaiknya tidak langsung dimulai dengan memangkas seluruh bagian tanaman. Setelah buah selesai dipanen, amati terlebih dahulu kondisi pohon, terutama bentuk tajuk, jumlah ranting, kondisi daun, batang, serta ada atau tidaknya bagian tanaman yang sakit atau mati.
Ranting yang kering, patah, lemah, sakit, atau tumbuh tidak beraturan dapat menjadi prioritas untuk dibuang. Cabang yang tumbuh terlalu rapat juga perlu diperhatikan karena tajuk yang padat membuat cahaya matahari dan sirkulasi udara sulit masuk ke bagian dalam tanaman.
Menurut Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian, pemangkasan dilakukan dengan membuang cabang, tunas, atau ranting yang tidak bermanfaat. Salah satu tujuannya adalah merangsang munculnya tunas vegetatif pada ujung ranting atau trubus, sekaligus membantu memperbaiki bentuk tajuk dan mengurangi kelembapan di dalam kanopi.
Hal serupa dijelaskan UF/IFAS Extension Collier County dalam artikel “Harvesting Longans”. Pemangkasan selektif setelah panen dapat dilakukan untuk mengendalikan tinggi dan lebar tanaman sekaligus membuang cabang yang sakit, lemah, atau mati. Jika tajuk terlalu padat, sebagian cabang dapat dikurangi agar sirkulasi udara dan masuknya cahaya menjadi lebih baik.
2. Pangkas Cabang untuk Merangsang Tunas Baru
Pemangkasan merupakan salah satu bagian penting dalam cara merawat kelengkeng setelah panen agar cepat tumbuh tunas baru. Namun, pemangkasan bukan berarti memotong semua ujung ranting secara sembarangan. Tujuannya adalah mengatur kembali percabangan sehingga tanaman mempunyai ruang untuk membentuk pertumbuhan baru.
Mulailah dengan memangkas ranting yang mati, sakit, patah, lemah, atau tumbuh tidak beraturan. Cabang yang saling bersilangan dan membuat bagian tengah tajuk terlalu gelap juga dapat dikurangi. Pada pohon yang terlalu tinggi, pemangkasan dapat diarahkan untuk mengendalikan tinggi tanaman agar perawatan dan pemanenan berikutnya lebih mudah.
UF/IFAS Extension Collier County menjelaskan bahwa pemangkasan setelah panen dapat membantu mengendalikan ukuran pohon. Namun, waktu pemangkasan juga perlu diperhatikan karena pemangkasan pada periode tertentu dapat mendorong pertumbuhan baru sekaligus memengaruhi pembungaan berikutnya.
Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian juga menjelaskan pentingnya pembentukan percabangan. Pada tanaman lengkeng, pembentukan tajuk dapat diarahkan dengan pola 1-3-9-27, yaitu satu batang pokok, tiga cabang primer, sembilan cabang sekunder, kemudian cabang tersier. Pola tersebut bertujuan membentuk percabangan yang kompak dengan penyebaran daun yang lebih merata.
Dengan demikian, setelah panen jangan hanya mengejar jumlah tunas yang muncul. Tunas baru perlu diarahkan agar nantinya menjadi bagian dari percabangan yang produktif. Tunas yang tumbuh dari posisi tidak diperlukan dapat dikurangi setelah perkembangan tanaman terlihat lebih jelas.
3. Berikan Pupuk Setelah Panen
Setelah menghasilkan buah, tanaman lengkeng membutuhkan nutrisi untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan vegetatif berikutnya. Karena itu, pemupukan menjadi bagian penting dalam perawatan pascapanen.
Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pemupukan tanaman lengkeng produktif dapat dilakukan setelah panen dan atau setelah pemangkasan berat. Pemberian pupuk perlu disesuaikan dengan umur tanaman, kondisi tanah, ukuran tajuk, serta sistem budidayanya.
Dalam buku tersebut dijelaskan beberapa teknik aplikasi pupuk, antara lain membuat alur atau parit melingkar pada bagian terluar tajuk, menaburkan pupuk di sekitar tajuk sesuai dosis, atau menggunakan lubang biopori.
Pedoman pemupukan tanaman produktif juga dibedakan berdasarkan kondisi dan wilayah pertumbuhan. Karena itu, dosis yang digunakan pada satu pohon belum tentu sesuai untuk pohon lainnya. Kondisi tanah, umur tanaman, varietas, ukuran tajuk, serta lingkungan tumbuh perlu menjadi pertimbangan.
Jika memungkinkan, analisis tanah dan air dapat digunakan untuk mengetahui kondisi media tumbuh sebelum menentukan program pemupukan. Dengan cara tersebut, pemberian nutrisi dapat lebih terarah dan tidak sekadar menambahkan pupuk dalam jumlah banyak.
Advertisement
4. Atur Penyiraman agar Tunas Tidak Kekurangan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315454/original/059068900_1782182889-Perawatan_Pohon_Kelengkeng.jpeg)
Tunas baru membutuhkan air untuk berkembang. Karena itu, setelah pemangkasan dan pemupukan, jangan sampai tanaman mengalami kekeringan, terutama ketika cuaca panas atau memasuki musim kemarau.
Namun, penyiraman juga tidak berarti membuat tanah selalu basah. Tanaman lengkeng membutuhkan media dengan drainase yang baik agar air tidak menggenang terlalu lama.
Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa kondisi tanah yang baik untuk lengkeng adalah gembur, remah, kaya bahan organik, dan memiliki kedalaman tanah yang memadai. Ketersediaan air juga menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng dalam artikel “Tips Budidaya Kelengkeng Agar Cepat Berbuah” menyarankan penyiraman secara rutin, terutama ketika musim kemarau. Ketika musim hujan, penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi tanah agar tanaman tidak mengalami genangan.
Untuk tanaman lengkeng yang ditanam dalam pot, kondisi media perlu lebih sering diperiksa. Siram ketika media mulai kehilangan kelembapan, tetapi pastikan lubang drainase berfungsi dengan baik.
5. Pastikan Cahaya Matahari Masuk ke Dalam Tajuk
Tunas baru tidak hanya membutuhkan air dan nutrisi. Kondisi tajuk juga harus mendukung pertumbuhan. Tajuk yang terlalu padat membuat bagian dalam pohon kurang mendapatkan cahaya dan memiliki sirkulasi udara yang buruk.
Karena itu, pemangkasan pascapanen sebaiknya menghasilkan tajuk yang lebih terbuka, bukan sekadar membuat pohon menjadi lebih pendek. Cabang yang tumbuh saling menutup dapat dikurangi secara selektif sehingga cahaya matahari dapat masuk ke bagian dalam tanaman.
Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pemangkasan bertujuan antara lain mengurangi kelembapan dan meningkatkan intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam tajuk. Pemangkasan juga membantu pembentukan tajuk baru dan mendukung pemanfaatan nutrisi oleh tanaman.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng juga menjelaskan bahwa lengkeng membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk mendukung pertumbuhan dan produksi buah.
6. Bersihkan Gulma di Sekitar Tanaman
Gulma di sekitar tanaman perlu dikendalikan karena dapat bersaing dengan pohon lengkeng dalam memperoleh air dan unsur hara. Kondisi kebun yang terlalu dipenuhi gulma juga dapat mengganggu pemeliharaan tanaman dan menjadi tempat berkembangnya organisme pengganggu.
Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa penyiangan bertujuan menghilangkan gulma yang dapat menghambat penyerapan air dan unsur hara. Gulma juga dapat menjadi tempat hidup organisme pengganggu tanaman serta menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan sejumlah gangguan.
Pada pohon dewasa, gulma di bawah dan sekitar tajuk dapat dibersihkan secara rutin. Untuk tanaman yang masih muda, gulma dapat dicabut secara manual dengan tetap berhati-hati agar akar tanaman tidak rusak.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng juga memasukkan penggemburan tanah sebagai salah satu perawatan rutin. Tanah yang terlalu keras dapat menghambat perkembangan akar dan penyerapan nutrisi.
7. Pantau Hama dan Penyakit Setelah Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352564/original/083477500_1789807172-39bc1255-9de5-4464-a0e5-f929ceda3a42.jpeg)
Periode pascapanen bukan berarti tanaman dapat dibiarkan tanpa pengawasan. Setelah tajuk dipangkas, perhatikan kondisi luka potongan, perubahan warna daun, ranting yang mengering, serta keberadaan serangga atau gejala penyakit.
Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian merekomendasikan pemantauan organisme pengganggu tanaman secara berkala. Pengendalian dapat dilakukan melalui pendekatan kultur teknis, fisik-mekanis, biologis, dan kimiawi. Penggunaan pestisida sintetis ditempatkan sebagai alternatif apabila metode lainnya tidak memadai.
Beberapa gangguan yang perlu diperhatikan pada tanaman lengkeng antara lain penggerek batang, kutu putih, jamur upas, bercak daun, dan penyakit akar putih. Bagian tanaman yang mengalami kerusakan berat dapat dipangkas untuk membantu mengurangi sumber masalah.
Kondisi tajuk yang tidak terlalu rimbun juga dapat membantu menjaga sirkulasi udara. Menurut Kementerian Pertanian, pengaturan kerapatan tajuk dapat membantu cahaya masuk ke dalam tanaman sekaligus mengurangi kelembapan yang dapat mendukung organisme pengganggu tertentu.
8. Beri Waktu Tunas Baru untuk Berkembang
Setelah pemangkasan, pemupukan, penyiraman, dan perbaikan kondisi tajuk dilakukan, jangan terburu-buru memangkas kembali setiap tunas yang muncul. Tunas baru perlu diamati terlebih dahulu untuk mengetahui arah dan kekuatannya.
Tidak semua tunas memiliki posisi dan pertumbuhan yang sama. Pertahankan tunas yang arahnya mendukung pembentukan tajuk dan cabang produktif. Sebaliknya, tunas yang tumbuh dari posisi yang tidak diperlukan dapat dikurangi setelah terlihat jelas perkembangannya.
Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa salah satu tujuan pemangkasan lengkeng adalah merangsang pertumbuhan tunas vegetatif atau trubus. Karena itu, perawatan pascapanen sebaiknya tidak hanya berfokus pada kerapian pohon, tetapi juga bagaimana membentuk pertumbuhan baru yang sehat.
Kemunculan tunas juga tidak selalu terjadi dalam waktu yang sama pada setiap pohon. Kondisi tanaman, varietas, umur, ketersediaan air dan nutrisi, cahaya, cuaca, serta tingkat pemangkasan dapat memengaruhi respons tanaman. Oleh sebab itu, perkembangan tanaman sebaiknya diamati secara berkala daripada memaksakan jadwal yang sama untuk semua pohon.
Dengan demikian, cara merawat kelengkeng setelah panen agar cepat tumbuh tunas baru merupakan rangkaian perawatan yang saling berkaitan. Pemangkasan membuka ruang pertumbuhan, pemupukan menyediakan nutrisi, air menjaga tanaman tetap aktif, sedangkan cahaya, kebersihan area perakaran, serta pengendalian organisme pengganggu membantu mempertahankan kondisi tanaman.
Tanya Jawab Seputar Perawatan Kelengkeng Pascapanen
1. Apakah kelengkeng harus dipangkas setelah panen?
Pemangkasan pascapanen dapat dilakukan untuk membuang cabang yang mati, sakit, lemah, terlalu rapat, atau tidak diperlukan. Menurut Buku Lapang Budidaya Lengkeng dari Kementerian Pertanian, salah satu tujuan pemangkasan adalah merangsang munculnya tunas vegetatif atau trubus.
2. Kapan kelengkeng diberi pupuk setelah panen?
Buku Lapang Budidaya Lengkeng menyebutkan bahwa pemupukan tanaman produktif dapat dilakukan setelah panen dan atau setelah pemangkasan berat. Jenis dan dosis pupuk perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan tumbuhnya.
3. Mengapa kelengkeng belum mengeluarkan tunas setelah dipangkas?
Kemunculan tunas dapat dipengaruhi kondisi tanaman, ketersediaan air dan nutrisi, cahaya, cuaca, serta kondisi perakaran. Karena itu, tanaman perlu diberi waktu untuk merespons pemangkasan dan mendapatkan perawatan yang sesuai.
4. Apakah kelengkeng perlu sering disiram setelah panen?
Tanaman perlu mendapatkan air sesuai kondisi media dan cuaca, terutama ketika memasuki periode panas atau kering. Namun, penyiraman harus tetap memperhatikan drainase agar air tidak menggenang. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng juga menekankan pentingnya menyesuaikan penyiraman dengan kondisi musim.
5. Apa yang harus dilakukan jika muncul banyak tunas setelah pemangkasan?
Amati terlebih dahulu arah dan posisi tunas. Tunas yang membantu membentuk tajuk seimbang dapat dipertahankan, sedangkan pertumbuhan yang tidak diperlukan dapat dikurangi. Prinsip pemangkasan dalam Buku Lapang Budidaya Lengkeng diarahkan untuk membentuk percabangan yang baik sekaligus merangsang pertumbuhan vegetatif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564036/original/087961100_1776923766-novila-misastra-5I4Yv4FsqTA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353033/original/060451200_1789893544-48fe4043-e80a-478c-920a-0c29e3f4d1d8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353058/original/032542700_1789896006-b408399c-86a4-49b2-8db4-94d7617735fc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340405/original/086267700_1788504656-GzPAioqUxDzXzIuQwGu18YNPFJPajU0bwaxqf3Y9.jpg)