Liputan6.com, Jakarta Menikmati steak di restoran tidak hanya soal memilih tingkat kematangan yang tepat. Cara menyantapnya juga perlu diperhatikan, terutama ketika menggunakan pisau dan garpu. Memahami cara makan steak menggunakan pisau dan garpu membantu Anda memotong daging dengan rapi sekaligus menjaga etika makan di meja.
Potongan steak yang terlalu besar, posisi alat makan yang keliru, atau cara memotong yang kurang tepat dapat membuat momen makan terasa canggung. Padahal, menggunakan pisau dan garpu untuk menikmati steak sebenarnya tidak sulit jika mengetahui langkah serta aturan dasarnya.
Cara makan steak menggunakan pisau dan garpu dapat dilakukan dengan teknik sederhana yang membuat proses menyantap daging lebih nyaman dan terlihat rapi. Mulai dari posisi pisau dan garpu, cara memotong, hingga etika saat menyantapnya perlu diperhatikan agar setiap potongan tetap mudah dinikmati.
Advertisement
Cara Makan Steak Menggunakan Pisau dan Garpu Ala Amerika
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354407/original/015250600_1790050278-sq-lim-rWzfWBE4R0o-unsplash.jpg)
Gaya Amerika atau zig-zag menjadi pilihan cara makan steak menggunakan pisau dan garpu yang cocok bagi kamu yang kurang nyaman menyuap dengan tangan kiri. Ciri utamanya adalah perpindahan garpu dari tangan kiri ke tangan kanan setiap hendak menyuap.
-
Posisikan alat makan: Pegang garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Tekan daging dengan garpu, gigi menghadap ke bawah, agar potongan tidak bergeser di piring.
-
Periksa kematangan lebih dulu: Buat satu irisan di bagian tengah untuk mengecek warna daging sesuai tingkat kematangan yang kamu pesan sebelum melanjutkan.
-
Potong satu suapan: Iris daging dengan gerakan menggergaji pelan mengikuti pola zig-zag, cukup seukuran gigitan, bukan seluruh permukaan.
-
Pindahkan garpu: Letakkan pisau di tepi piring dengan mata pisau menghadap ke dalam, lalu pindahkan garpu ke tangan kanan dengan gigi menghadap ke atas untuk menyuap.
-
Ulangi tiap gigitan: Kembalikan garpu ke tangan kiri, ambil pisau lagi, dan lakukan hal serupa sampai selesai. Bagi yang kidal, garpu boleh tetap di tangan kiri.
Mengutip Tasting Table, sebaiknya daging dipotong berlawanan arah serat otot supaya tiap gigitan lebih empuk dan mudah dikunyah. Sebelum memesan, tidak ada salahnya mengenali jenis potongan daging steak agar sesuai selera.
Cara Makan Steak Menggunakan Pisau dan Garpu Ala Eropa
Bila menginginkan gerakan yang lebih ringkas, gaya Eropa layak dicoba. Dalam cara makan steak menggunakan pisau dan garpu ala Eropa, garpu tidak berpindah tangan sehingga prosesnya dianggap lebih praktis.
Baca juga: tren makan dengan garpu dan pisau untuk berbagai hidangan
-
Pegang alat makan: Sama seperti gaya Amerika, garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, dan keduanya tidak berganti posisi sepanjang makan.
-
Tahan dan iris: Tekan daging dengan garpu bergigi menghadap bawah, lalu potong memakai pisau dengan gerakan menggergaji yang halus.
-
Langsung menyuap: Tanpa memindahkan garpu, bawa potongan daging ke mulut dengan gigi garpu tetap menghadap ke bawah.
-
Manfaatkan pisau: Pisau boleh dipakai membantu mendorong potongan kecil, seperti sayuran pendamping, ke atas garpu.
-
Lanjutkan dengan tenang: Teruskan memotong dan menyuap satu per satu dengan ritme teratur hingga steak habis.
Â
Advertisement
Etika Penting Saat Makan Steak dengan Pisau dan Garpu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354408/original/022174200_1790050278-pexels-valeriya-1639558.jpg)
Teknik memotong saja belum cukup; ada sejumlah etika yang menyempurnakan cara makan steak menggunakan pisau dan garpu, terutama di jamuan formal. Beberapa aturan sederhana berikut akan membuat penampilanmu di meja makan jauh lebih rapi, apalagi jika kamu paham penataan meja dengan garpu di kiri serta pisau di kanan.
-
Duduk tegak dan rapatkan siku: Jaga punggung tetap tegak, jangan menaruh siku di atas meja, dan biarkan siku dekat badan seperti pada panduan table manner sederhana.
-
Potong sedikit demi sedikit: Jangan memotong seluruh steak di awal supaya daging tetap hangat, juicy, dan tampilan piring tetap rapi.
-
Jaga pisau tetap sopan: Pisau tidak boleh masuk ke mulut, dan hindari menggerak-gerakkan pisau untuk menunjuk saat berbicara.
-
Gunakan saus secukupnya: Tuang sedikit saus di pinggir piring lalu celupkan potongan daging, jangan sampai menggenang menutupi rasa asli.
-
Atur posisi alat makan: Saat berhenti sejenak, silangkan garpu di atas pisau; saat selesai, letakkan keduanya sejajar di atas piring saji.
Sebagaimana dilaporkan Taste of Home, salah satu kesalahan paling umum di restoran steak justru menuang saus terlalu banyak sehingga menutupi cita rasa asli daging. Jika ingin bereksperimen, pelajari dulu ragam saus steak yang cocok dengan seleramu.
Etika di meja makan pada dasarnya bukan soal gengsi, melainkan penghormatan kepada sesama, baik ketika menghadiri jamuan formal maupun makan santai bersama teman.Â
Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Menyantap Steak
Selain mengikuti langkah yang benar, menghindari kebiasaan keliru sama pentingnya agar pengalaman bersantap tetap menyenangkan, apa pun jenis potongannya. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari.
-
Memotong steak sekaligus: Memotong seluruh daging di awal membuat sari daging cepat keluar sehingga steak menjadi dingin dan kurang juicy.
-
Asal memakai tangan: Gunakan alat makan bahkan untuk potongan kecil; tangan hanya ditoleransi pada bagian yang menempel di tulang dan sebaiknya dihindari di acara resmi.
-
Menggigit tulang: Pisahkan sisa daging dari tulang memakai pisau, jangan menggerogotinya langsung dengan mulut.
-
Membuang lemak yang menempel: Lemak tipis pada potongan seperti sirloin justru menambah cita rasa, jadi tak perlu buru-buru disingkirkan.
-
Kaget melihat daging merah: Pada tingkat rare atau medium rare, cairan merah pada daging bukanlah darah, melainkan sari daging, dan kematangan ini justru disarankan untuk menikmati daging wagyu secara utuh.
-
Menuang saus berlebihan: Saus yang terlalu banyak justru menutupi rasa asli daging berkualitas, pahami dulu tingkat kematangan yang kamu suka.
-
Bersuara saat mengunyah: Kunyah dengan mulut tertutup dan telan dulu sebelum mulai berbicara.
-
Menaruh ponsel di meja: Simpan ponsel dan fokuslah menikmati hidangan bersama teman semeja.
Pada akhirnya, cara makan steak menggunakan pisau dan garpu bisa dikuasai siapa saja dengan sedikit latihan. Pilih gaya yang paling nyaman, kenali urutan kematangan steak yang kamu sukai, lalu praktikkan langsung, bahkan ketika kamu membuat steak sendiri di rumah. Sebagian orang menyukai steak dengan kematangan medium, sementara yang lain memilih rare atau well done sesuai selera masing-masing.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makan Steak
Pisau dan garpu dipegang di tangan mana saat makan steak?
Umumnya pisau dipegang di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, baik pada gaya Amerika maupun Eropa. Bagi yang kidal, posisi ini boleh dibalik menyesuaikan tangan yang dominan.
Apakah boleh memotong steak sekaligus dari awal?
Sebaiknya tidak, karena memotong seluruh steak sekaligus membuat sari daging keluar dan daging cepat dingin. Potonglah satu suapan setiap kali agar tekstur dan kehangatannya tetap terjaga.
Bagaimana posisi pisau dan garpu setelah selesai makan steak?
Letakkan pisau dan garpu berdampingan serta sejajar di atas piring sebagai tanda kamu sudah selesai. Pada gaya Amerika gigi garpu menghadap ke atas, sedangkan pada gaya Eropa gigi garpu menghadap ke bawah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354406/original/098873200_1790050277-pexels-farhad-8697540.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340405/original/086267700_1788504656-GzPAioqUxDzXzIuQwGu18YNPFJPajU0bwaxqf3Y9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358312/original/037026900_1790330955-Ciri_Orang_yang_Selalu_Memilih_Duduk_di_Pojok_Kafe_Menurut_Psikologi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5242716/original/083013200_1749039643-Sebagai_pemimpin-min__1_.jpg)