8 November 1960: John F. Kennedy Terpilih Jadi Presiden AS Termuda dalam Sejarah

Terpilihnya John F. Kennedy sebagai presiden pada 8 November 1960 menimbulkan kekhawatiran dari lawannya, Richard Nixon.

Diterbitkan 08 November 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - John F. Kennedy yang saat itu berusia 43 tahun menjadi pria termuda dalam sejarah yang pernah terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat pada 8 November 1960. Ia berhasil mengalahkan Wakil Presiden Richard Nixon dari Partai Republik dengan selisih tipis. Ia juga adalah orang Katolik pertama yang menjadi presiden.

Dikutip dari History.com, Minggu (8/11/2026), kampanye tersebut berlangsung sengit dan penuh ketegangan. Untuk pertama kalinya, para calon presiden mengikuti debat yang disiarkan di televisi. Banyak pengamat yang percaya bahwa penampilan Kennedy yang tenang dan menawan selama empat debat tersebut yang menjadi penentu hasil pemungutan suara akhir.

Namun, berbagai isu juga berperan dalam pemilihan tersebut, dan kebijakan luar negeri negara itu menjadi sumber perselisihan utama antara Kennedy dan Nixon. Nixon memanfaatkan setiap kesempatan untuk menggambarkan Kennedy sebagai sosok yang terlalu muda dan kurang berpengalaman untuk menangani tanggung jawab besar dalam diplomasi Amerika selama Perang dingin, meskipun Nixon hanya beberapa tahun lebih tua dari Kennedy.

Ia membela delapan tahun terakhir pemerintahan Partai Republik dengan alasan bahwa kekuatan Soviet telah berhasil dibendung dan kekuatan Amerika semakin meningkat. Kennedy menanggapi hal itu dengan menggambarkan kebijakan luar negeri pada masa pemerintahan Eisenhower sebagai kebijakan yang stagnan dan reaksioner.

Secara khusus, ia menuduh Partai Republik telah kehilangan Kuba dan membiarkan terjadinya "kesenjangan rudal" yang berbahaya, di mana Uni Soviet telah mengungguli Amerika Serikat (AS) dalam pembangunan rudal yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Kennedy berjanji untuk menghidupkan kembali kebijakan luar negeri AS dengan mengandalkan respons yang fleksibel terhadap situasi yang terus berubah dan mencoba opsi-opsi yang diabaikan oleh pemerintahan Eisenhower yang kaku dan konservatif.

Kennedy menyatakan selama kampanye bahwa ia menantikan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh negara terkuat di Dunia Bebas. Ia tidak perlu menunggu lama sebelum tantangan-tantangan itu menghampirinya.

Selama beberapa bulan pertama masa kepresidenan Kennedy, kritik-kritik Nixon terlihat memiliki dasar yang kuat. Kennedy tampak kewalahan, pertama oleh kegagalan bencana invasi Teluk Babi, kemudian oleh sikap Nikita khrushchev yang arogan selama pertemuan puncak di Eropa, dan akhirnya oleh pembangunan Tembok Berlin. Selain itu, ada juga situasi di Asia Tenggara yang semakin buruk yang perlu dipertimbangkan.

Â