Liputan6.com, Jakarta Lidah buaya dikenal sebagai salah satu bahan alami yang praktis digunakan dalam perawatan kulit. Cara menggunakan lidah buaya untuk wajah pun cukup sederhana, mulai dari mengoleskan gel bening secara tipis hingga menjadikannya bahan masker untuk memberikan sensasi menenangkan pada kulit.
Gel lidah buaya dapat dimanfaatkan dalam berbagai rutinitas perawatan, misalnya sebagai pelembap ringan, masker, toner, maupun perawatan pada area kulit tertentu. Meski tergolong bahan alami, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan tepat agar kulit mendapatkan manfaatnya tanpa mengalami iritasi.
Sebagaimana dilaporkan Washington Post, lidah buaya umumnya aman untuk pemakaian topikal, meski belum tentu memberikan hasil yang sama pada setiap orang.vera-gel-skin-care/ Karena itu, memahami manfaat lidah buaya untuk wajah sekaligus cara pemakaiannya dapat membantu menjadikan bahan ini bagian dari rutinitas perawatan kulit yang lebih tepat, berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (23/9/2026).
Advertisement
Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Wajah dengan Gel Segar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2370127/original/006327800_1538140863-aloe-2163120_1920.jpg)
Gel yang diambil langsung dari daun lidah buaya menjadi salah satu cara paling sederhana untuk memanfaatkan bahan alami ini dalam perawatan kulit. Namun, sebelum digunakan pada wajah, gel perlu dipisahkan dari getah kuning atau lateks yang berada di bawah kulit daun. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan. Jika ingin lebih praktis, kamu juga dapat membuat olahan lidah buaya sendiri di rumah dengan bahan yang lebih terjamin kebersihannya.
Mengutip Medical News Today, gel lidah buaya segar dapat disimpan di dalam lemari es hingga sekitar dua minggu. Gel juga bisa dibekukan dalam cetakan es batu untuk memperpanjang masa simpannya. Meski begitu, perhatikan perubahan warna, aroma, atau tekstur sebelum digunakan kembali dan jangan memakai gel yang sudah menunjukkan tanda kerusakan.
-
Pilih daun yang sehat: Ambil daun lidah buaya yang tampak segar dan tidak rusak, terutama bagian pelepah yang lebih dekat dengan pangkal tanaman. Potong menggunakan pisau bersih, kemudian cuci daun di bawah air mengalir dan keringkan dengan kain atau tisu bersih.
-
Buang getah kuning atau lateks: Letakkan daun dalam posisi berdiri dengan bagian yang terpotong menghadap ke bawah selama sekitar 10–15 menit. Cara ini membantu mengeluarkan getah kuning yang mengandung aloin dan dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
-
Ambil gel bening: Setelah getah keluar, bilas kembali daun lalu kupas lapisan kulit hijaunya menggunakan pisau bersih. Keruk bagian gel yang bening dengan sendok, kemudian cuci gel tersebut menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa lateks dan kotoran yang mungkin masih menempel.
-
Bersihkan wajah terlebih dahulu: Sebelum mengoleskan gel, cuci wajah dengan pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit, lalu keringkan secara perlahan. Kulit yang bersih membantu gel diaplikasikan secara merata tanpa bercampur dengan sisa makeup, kotoran, atau tabir surya.
-
Oleskan tipis dan merata: Ambil sedikit gel, kemudian ratakan pada wajah menggunakan ujung jari yang bersih. Tidak perlu mengoleskan terlalu tebal karena lapisan tipis sudah cukup untuk melapisi permukaan kulit. Hindari area sekitar mata dan bagian kulit yang sedang mengalami luka terbuka.
-
Diamkan kemudian bilas: Biarkan gel selama beberapa menit, misalnya sekitar 10 menit, lalu bilas menggunakan air biasa jika kulit terasa kurang nyaman atau lengket. Bila kulit dapat menerimanya dengan baik, gel juga dapat dibiarkan menyerap sebagai pelembap ringan. Hentikan pemakaian apabila muncul rasa perih, gatal, kemerahan, atau tanda iritasi lainnya.
-
Simpan sisa gel dengan benar: Masukkan gel yang belum digunakan ke dalam wadah bersih dan tertutup, kemudian simpan di lemari es. Gunakan tangan dan peralatan yang bersih setiap kali mengambil gel agar tidak mudah terkontaminasi. Sebelum pemakaian berikutnya, periksa kembali kondisi gel dan buang jika warna, aroma, atau teksturnya berubah.
Advertisement
Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Wajah sebagai Masker Kombinasi
Selain dipakai polos, gel bisa dipadukan dengan bahan dapur lain sesuai kebutuhan kulit. Beberapa cara menggunakan lidah buaya untuk wajah berikut meraciknya menjadi masker, mulai dari yang menenangkan sampai yang membantu mencerahkan wajah secara alami.
-
Masker lidah buaya murni: Oleskan gel bening ke seluruh wajah, diamkan 10-15 menit, lalu bilas; ini pilihan paling aman untuk menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit.
-
Masker lidah buaya dan lemon: Campur dua sendok makan gel dengan setengah sendok teh perasan lemon, aplikasikan sebelum tidur, diamkan 10-15 menit, lalu bilas dengan air hangat untuk membantu mengangkat sel kulit mati.
-
Masker lidah buaya, madu, dan kunyit: Aduk rata gel dengan sedikit madu dan sejumput kunyit, oleskan merata, diamkan 15-20 menit, lalu bilas; kombinasi ini membantu melembapkan sekaligus menenangkan kulit berjerawat.
-
Masker lidah buaya dan mentimun: Haluskan mentimun lalu campur dengan gel, gunakan sebagai masker menyejukkan 1-2 kali seminggu untuk kulit yang terasa panas atau lelah.
Kristina Collins, dokter kulit bersertifikat ganda, dikutip dari Glamour, menuturkan, "Lidah buaya dapat meningkatkan hidrasi kulit." Untuk menjaga hasilnya, gunakan masker ini rutin dan sesuaikan frekuensinya dengan reaksi kulitmu, sama seperti prinsip manfaat masker lidah buaya yang butuh pemakaian teratur.
Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Wajah sebagai Toner, Spot Treatment, dan Primer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331545/original/099507100_1756440781-glass-aloe-vera-juice-put-wooden-floor.jpg)
Lidah buaya tidak selalu harus dibilas setelah diaplikasikan. Dalam perawatan kulit, gelnya dapat digunakan sebagai produk leave-on untuk memberikan kelembapan ringan, menenangkan area kulit tertentu, atau menjadi lapisan dasar sebelum makeup. Gel ini juga sering digunakan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada kulit yang terbakar sinar matahari, meski pemakaiannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Dilansir dari Healthline, tinjauan riset yang diterbitkan pada 2023 menunjukkan bahwa gel lidah buaya berpotensi membantu proses penyembuhan luka bakar ringan hingga derajat dua dan pada penelitian tertentu memberikan hasil lebih baik dibandingkan silver sulfadiazine. Namun, temuan tersebut tidak berarti lidah buaya dapat menggantikan penanganan medis, terutama untuk luka bakar yang luas, dalam, atau mengalami lepuhan parah.
-
Sebagai toner: Campurkan sedikit gel dengan air bersih, kemudian aplikasikan tipis pada wajah setelah membersihkan kulit. Karena campuran gel segar dan air mudah terkontaminasi, sebaiknya buat dalam jumlah kecil dan simpan dalam wadah bersih di lemari es. Jangan gunakan kembali jika aroma, warna, atau teksturnya berubah.
-
Sebagai spot treatment: Oleskan sedikit gel pada area yang mengalami kemerahan atau terasa tidak nyaman. Cara ini memungkinkan penggunaan hanya pada bagian kulit yang membutuhkan tanpa melapisi seluruh wajah. Hindari area luka terbuka dan lakukan uji pada sebagian kecil kulit terlebih dahulu untuk memastikan tidak muncul reaksi seperti gatal atau perih.
-
Sebagai pelembap malam: Setelah membersihkan wajah, sapukan gel secara tipis dan biarkan hingga menyerap. Lidah buaya dapat memberikan kelembapan ringan, tetapi pada kulit yang sangat kering gel saja mungkin belum mencukupi. Setelah gel menyerap, gunakan pelembap yang sesuai bila kulit masih terasa kering atau tertarik.
-
Sebagai primer sebelum makeup: Aplikasikan gel tipis-tipis pada wajah yang sudah bersih, lalu tunggu sampai meresap sebelum melanjutkan dengan makeup. Hindari penggunaan terlalu banyak karena lapisan yang tebal dapat membuat produk makeup berikutnya lebih mudah menggumpal atau tidak menyatu dengan baik.
-
Sebagai kompres untuk kulit terbakar sinar matahari: Gel yang sudah didinginkan dapat dioleskan tipis pada area kulit yang terasa panas dan tidak nyaman. Sensasi dingin dapat membantu memberikan rasa sejuk sementara. Namun, hindari penggunaan pada kulit yang melepuh parah atau mengalami luka terbuka dan segera dapatkan pertolongan medis apabila luka bakar cukup luas atau tampak serius.
Howard Sobel, dokter kulit sekaligus pendiri Sobel Skin, dikutip dari IPSY, menjelaskan bahwa lidah buaya memiliki sifat humektan dan dapat memberikan efek menenangkan pada kulit. Karena itu, gel ini lebih tepat ditempatkan sebagai pelengkap dalam rutinitas perawatan kulit. Penggunaannya juga tetap perlu memperhatikan kondisi kulit dan reaksi setelah pemakaian, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
Advertisement
Manfaat dan Tips Memaksimalkan Lidah Buaya Sesuai Jenis Kulit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4750861/original/032926200_1708663801-aloe-vera-cosmetic-cream-dark-surface.jpg)
Respons kulit terhadap lidah buaya dapat berbeda-beda, sehingga cara pemakaiannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Mona Foad, dokter kulit bersertifikat, dikutip dari Yahoo, menyebutkan bahwa lidah buaya memiliki sejumlah manfaat untuk kulit, termasuk membantu melembapkan, menenangkan peradangan, serta mendukung perawatan kulit yang mengalami jerawat dan proses penyembuhan.
Penggunaan lidah buaya sebagai bahan perawatan kulit juga bukan hal baru. Merujuk laporan JAMA Network, tanaman ini telah digunakan sejak masa Yunani, Romawi, Babilonia, dan Cina kuno untuk berbagai keperluan, termasuk perawatan kulit. Dalam catatan sejarah tersebut, lidah buaya bahkan dikenal dengan sebutan plant of immortality atau tanaman keabadian.
-
Kulit berminyak dan berjerawat: Gel lidah buaya memiliki tekstur ringan sehingga dapat digunakan untuk memberikan kelembapan tanpa rasa terlalu berat. Oleskan tipis pada seluruh wajah atau gunakan sebagai spot treatment pada area tertentu. Jika produksi sebum berlebih menjadi masalah, penggunaannya dapat dilengkapi dengan rutinitas perawatan untuk mengatasi wajah berminyak.
-
Kulit kering: Lidah buaya dapat memberikan hidrasi ringan, tetapi belum tentu cukup untuk mengatasi kulit yang sangat kering. Setelah gel menyerap, lanjutkan dengan pelembap untuk membantu mempertahankan kelembapan. Kamu juga dapat mempertimbangkan bahan alami lain untuk melembapkan kulit selama bahan tersebut sesuai dengan kondisi kulit.
-
Kulit kombinasi: Sesuaikan jumlah gel dengan kebutuhan setiap area. Bagian pipi yang terasa kering dapat diberi lapisan sedikit lebih banyak, sedangkan zona-T yang cenderung berminyak cukup menggunakan lapisan tipis. Pendekatan ini membantu menghindari penggunaan produk secara berlebihan pada area yang sebenarnya tidak membutuhkannya.
-
Kulit sensitif: Pilih gel dengan formula sederhana dan hindari produk yang mengandung alkohol atau pewangi jika kulit mudah bereaksi. Gunakan sedikit terlebih dahulu dan hentikan pemakaian apabila muncul rasa perih, gatal, kemerahan, atau keluhan lain. Langkah ini juga penting ketika sedang berusaha mengatasi kondisi kulit kering yang disertai sensitivitas.
-
Perhatikan komposisi produk: Jika memilih produk jadi seperti krim lidah buaya, jangan hanya terpaku pada persentase aloe. Periksa juga daftar bahan lainnya, terutama jika kulit mudah mengalami iritasi. Formula yang sederhana dan sesuai kebutuhan kulit lebih penting daripada sekadar mengejar konsentrasi bahan yang tinggi.
-
Gunakan secara konsisten: Perawatan kulit membutuhkan waktu dan hasilnya tidak selalu terlihat dalam beberapa kali pemakaian. Gunakan secara teratur sambil mengamati respons kulit, seperti halnya ketika menjalankan rutinitas untuk menghaluskan kulit wajah. Jika muncul iritasi atau kondisi kulit memburuk, hentikan pemakaian daripada memaksakan penggunaan.
-
Gunakan untuk mendukung perawatan bekas jerawat: Lidah buaya dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit, tetapi jangan menganggapnya sebagai bahan yang secara langsung menghilangkan noda atau bekas jerawat. Untuk upaya menghilangkan bekas jerawat dengan bahan alami, perhatikan pula perlindungan kulit dari sinar matahari dan gunakan produk yang sesuai dengan jenis noda yang dialami.
-
Pahami batas penggunaannya: Hindari area sekitar mata, kulit yang terluka terbuka, atau bagian yang menunjukkan tanda infeksi. Jangan teruskan pemakaian jika muncul reaksi yang tidak biasa dan perhatikan kemungkinan efek samping masker lidah buaya. Bila keluhan menetap atau semakin berat, pemeriksaan oleh dokter kulit diperlukan.
Lidah buaya juga sering dikaitkan dengan perawatan kulit yang tampak lebih sehat dan terawat. Lindsey Zubritsky, dokter kulit bersertifikat, dikutip dari Parade, menyebutkan bahwa kandungan antioksidan dalam lidah buaya dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Karena itu, bahan ini kerap dibahas dalam rutinitas untuk mencegah penuaan dini dan kerutan di wajah, meski manfaat tersebut tidak berarti lidah buaya dapat menghentikan proses penuaan kulit.
Sebelum memasukkannya ke dalam rutinitas harian, lakukan uji tempel pada area kecil kulit, misalnya di pergelangan tangan atau belakang telinga, dan amati reaksinya. Howard Sobel, dikutip dari IPSY, menggambarkan lidah buaya sebagai bahan yang umumnya lembut dan dapat ditoleransi oleh banyak jenis kulit. Meski demikian, istilah “cocok untuk semua jenis kulit” tidak berarti setiap orang pasti bebas dari risiko iritasi atau alergi.
Pada akhirnya, lidah buaya dapat menjadi pilihan sederhana untuk melengkapi rutinitas perawatan kulit, selama penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit. Pengetahuan tentang cara mengatasi jerawat dan bekasnya juga dapat dipadukan dengan pemahaman mengenai manfaat lidah buaya untuk wajah beserta cara memakainya. Jika setelah penggunaan muncul reaksi alergi, iritasi, atau keluhan kulit yang tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Untuk informasi tambahan, kamu juga dapat membaca mengenai manfaat lidah buaya untuk kecantikan kulit serta berbagai manfaat lidah buaya untuk kesehatan dan kecantikan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lidah Buaya untuk Wajah
Apakah boleh menggunakan lidah buaya untuk wajah setiap hari?
Secara umum boleh, asalkan dioleskan tipis dan kulitmu tidak menunjukkan reaksi negatif. Mulailah sekali sehari untuk melihat respons kulit, lalu sesuaikan frekuensinya seiring waktu.
Bolehkah gel lidah buaya dibiarkan semalaman di wajah?
Boleh, cukup gunakan lapisan tipis sebelum tidur dan bilas keesokan paginya bila terasa ada sisa gel. Cara ini memberi waktu lebih lama bagi kulit untuk menyerap kelembapannya, terutama pada kulit kering.
Apa efek samping menggunakan lidah buaya di wajah?
Efek samping yang paling umum adalah reaksi alergi seperti kemerahan, gatal, rasa perih, atau ruam, terutama pada kulit sensitif. Karena itu, uji tempel sebelum pemakaian penuh sangat dianjurkan dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355619/original/023680000_1790138067-FALSE__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353576/original/002126400_1789969776-cek_fakta_-_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356083/original/074303800_1790152592-cek_fakta_-_alat_pertanian_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331538/original/060895600_1756440724-jel-aloe-vera-glass-with-aloe-vera-leave-is-near-together-white-wall.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355357/original/051391800_1790129345-Gemini_Generated_Image_83u5lm83u5lm83u5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347315/original/028010300_1789291568-_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529182/original/024960000_1773310164-open_house.jpg)