Liputan6.com, Jakarta Cara makan dengan sumpit bertumpu pada satu prinsip yang mudah diingat. Sumpit bawah dibuat diam sebagai tumpuan, sementara sumpit atas digerakkan naik-turun untuk menjepit makanan.
Kuncinya ada di posisi jari dan titik pegang. Pegang di sepertiga bagian atas, lalu biarkan telunjuk dan jari tengah bekerja, sehingga cara makan dengan sumpit terasa ringan meski awalnya terasa canggung.
Mengutip Tasting Table, sumpit tercatat sudah dipakai sejak sekitar 1200 SM di China dan awalnya berfungsi sebagai alat masak, untuk mengaduk atau mengangkat makanan dari minyak panas sebelum akhirnya naik ke meja makan. Filsuf Konfusius bahkan disebut tak menyukai kehadiran pisau di meja, karena sisi tajamnya mengesankan kekerasan dan merusak suasana damai saat berbagi santapan.Â
Advertisement
Prinsip inilah yang membuat sumpit menjadi alat makan utama di kawasan Asia Timur hingga sekarang. Berikut ulasan cara makan dengan sumpit yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (23/9/2026).
Cara Memegang Sumpit dengan Benar sebagai Fondasi Utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512028/original/085717700_1626350654-madmax-chef-dqulzxRF31M-unsplash.jpg)
Segala hal soal cara makan dengan sumpit dimulai dari genggaman yang stabil namun rileks. Jika cengkeraman salah sejak awal, ujung sumpit akan menyilang dan makanan mudah terlepas, jadi luangkan waktu untuk membiasakan bentuk tangan yang tepat lebih dahulu. Anda bisa membandingkan gerakan tangan Anda dengan panduan cara memegang sumpit dengan benar agar posisinya benar-benar pas.
-
Angkat sumpit dengan tangan kanan: Ambil sepasang sumpit dari tatakan menggunakan tangan kanan dari atas, lalu topang bagian bawahnya dengan tangan kiri tanpa menyentuh ujung sumpit. Alur "tiga tangan" ini membuat gerakan terlihat rapi dan anggun sejak awal.
-
Pegang sumpit atas seperti pensil: Jepit satu batang di antara ibu jari, telunjuk, dan jari tengah persis seperti memegang pulpen. Posisikan jari kira-kira sepertiga dari ujung atas agar ujung depan menjulur cukup panjang dan stabil.
-
Selipkan sumpit bawah: Masukkan batang kedua ke celah antara pangkal ibu jari dan sisi jari manis. Batang inilah yang menjadi tumpuan diam sepanjang Anda makan.
-
Kunci posisinya: Tekan lembut sumpit bawah dengan sisi jari manis dan pangkal ibu jari sehingga kedua ujung tersusun sejajar. Pastikan kedua batang tidak menyilang agar tenaga sampai ke ujung.
-
Atur titik pegang: Peganglah sumpit sekitar dua per tiga dari ujungnya. Terlalu pendek membuat rentang jari sempit, sedangkan terlalu dekat ke ujung membuat jari berisiko menyentuh makanan.
-
Gerakkan hanya sumpit atas: Biarkan sumpit bawah benar-benar diam, lalu buka-tutup ujung sumpit atas dengan dorongan telunjuk dan jari tengah. Inilah gerakan inti yang membuat sumpit berfungsi seperti perpanjangan jari.
-
Uji cengkeraman: Buka dan tutup ujung sumpit beberapa kali sampai terasa nyaman. Bila sudah pas, Anda dapat menjepit apa pun, dari sebutir nasi hingga potongan daging yang lebih besar.
Banyak orang ternyata masih keliru saat memegang sumpit, misalnya menggenggamnya seperti kepalan atau menahannya hanya dengan dua jari. Bila terlanjur terbiasa salah, tidak masalah; tangan bisa dilatih ulang secara sadar sampai bentuknya benar. Untuk gambaran langkah yang lebih ringkas, panduan cara memakai sumpit yang benar juga bisa menjadi rujukan tambahan.
Advertisement
Cara Makan dengan Sumpit Sesuai Jenis Hidangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4090246/original/048625000_1657884905-onder-ortel-63I7fok9s_g-unsplash.jpg)
Setelah genggaman mantap, cara makan dengan sumpit perlu sedikit disesuaikan dengan hidangan di depan Anda. Setiap makanan, mulai dari nasi, sup, mie, sampai sushi, punya perlakuan kecil yang berbeda agar bentuk dan rasanya tetap terjaga. Prinsipnya tetap lembut supaya aroma dan tekstur bahan tidak rusak.
Dalam tradisi meja makan Jepang, cara memegang mangkuk sama pentingnya dengan cara menggunakan sumpit itu sendiri. Angkat mangkuk nasi setinggi dada dengan tangan kiri dan topang bagian bawahnya, lalu bawa makanan ke mulut dalam suapan kecil agar terlihat rapi.
-
Menyantap nasi: Angkat mangkuk dengan tangan kiri, sanggah bagian bawahnya dengan empat jari, dan ambil nasi dalam suapan sedang menggunakan ujung sumpit. Menghabiskan hingga butir terakhir dianggap bentuk penghargaan kepada yang memasak.
-
Menikmati sup berkuah: Untuk sup miso atau kaldu bening, jepit isian seperti tahu dengan ujung sumpit, lalu seruput kuahnya langsung dari mangkuk yang diangkat kedua tangan. Gunakan ujung sumpit untuk menahan isian agar tidak tumpah saat menyeruput.
-
Menyantap mie: Untuk soba, udon, atau ramen, jepit beberapa helai mie, lalu seruput perlahan. Di Jepang, suara seruputan justru dianggap wajar dan menjadi tanda penghargaan kepada koki, meski sebaiknya tetap tidak berlebihan.
-
Mengambil sushi: Untuk nigiri, rebahkan potongan ke sisinya lebih dulu, jepit di antara sumpit atas dan bawah, lalu celupkan hanya sisi lauknya ke kecap asin agar nasinya tidak hancur. Idealnya satu potong habis dalam sekali suap.
-
Menyantap sashimi: Perlakukan irisan ikan dengan lembut, taruh sedikit wasabi di atasnya, lalu celupkan tipis satu sisinya ke kecap asin. Kecap hanya sebagai penambah aroma, bukan untuk merendam ikan. Anda bisa membaca lebih jauh soal bahan sushi dan sashimi serta jenis seafood untuk sashimi.
-
Menjepit tempura: Angkat tempura dengan ujung sumpit tanpa diremas agar lapisan gorengnya tetap renyah. Bila memakai saus celup, cukup celupkan ujungnya sebentar supaya tepung tidak menyerap kuah terlalu banyak.
-
Memakan ikan berduri: Suwir daging bagian atas lebih dulu dengan ujung sumpit, dan jangan membalik ikan setelah sisi atas habis. Angkat tulang tengahnya, sisihkan ke tepi piring, baru nikmati daging di bawahnya.
-
Menyantap hidangan panci (nabe): Gunakan sumpit atau sendok sajian bersama, bukan sumpit pribadi, untuk mengambil isian dari panci. Tunggu bahan matang, lalu pindahkan ke mangkuk sendiri agar meja tetap higienis untuk semua.
Menariknya, banyak hidangan mie populer yang kini identik dengan sumpit sebenarnya punya akar panjang; menelusuri sejarah ramen memperlihatkan bagaimana budaya makan lintas negara saling memengaruhi. Untuk pengalaman bersantap yang lebih formal, mengenal tradisi omakase juga akan membantu Anda memahami tata krama di meja koki.
Cara Melatih Kemampuan Makan dengan Sumpit bagi Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340401/original/069749500_1788504652-2ivKojMRUJSlsWPvE1SUk7IttpNtQgG3TarrHu6N.jpg)
Bagi yang tidak tumbuh dengan sumpit sejak kecil, kunci utama cara makan dengan sumpit adalah latihan bertahap. Di banyak negara Asia Timur, anak-anak bahkan mulai diajari sejak usia sekitar tiga tahun dengan sumpit latihan, karena kemampuan ini dianggap bagian dari kesopanan. Kabar baiknya, orang dewasa pun bisa mengejar keterampilan itu hanya dalam beberapa minggu.
-
Mulai dari benda besar: Latih jari dengan memindahkan benda yang mudah dijepit seperti popcorn, kacang tanah, atau potongan sayur. Ukuran besar membuat Anda fokus pada gerakan buka-tutup tanpa frustrasi.
-
Turun ke benda kecil: Setelah lancar, coba benda yang lebih kecil dan tipis seperti kacang merah, manik, atau butiran nasi untuk mengasah presisi ujung sumpit.
-
Coba benda licin dan lunak: Naikkan tingkat kesulitan dengan menjepit potongan tahu, jeli, atau agar-agar. Benda licin melatih Anda mengatur tekanan agar tidak terlalu keras atau terlalu longgar.
-
Gunakan trik serbet: Selipkan gulungan kecil serbet atau kertas pembungkus di pangkal sumpit untuk mendapatkan cengkeraman lebih mantap saat awal belajar. Trik sederhana ini membantu tangan mengenali mekanika sumpit lebih cepat.
-
Latihan dengan mie: Sebagai tahap lanjutan, angkat beberapa helai mie atau spaghetti sekaligus. Mie yang panjang dan licin menuntut tekanan stabil sehingga menjadi latihan tingkat mahir.
-
Perbaiki kebiasaan keliru: Bila tangan cenderung mengepal atau ujung sumpit menyilang, kembalikan secara sadar ke bentuk yang benar. Naikkan titik pegang ke sekitar sepertiga atas dan perhatikan agar jari tengah menopang sumpit atas.
-
Konsisten setiap hari: Jadikan latihan singkat sebagai permainan, misalnya menghitung berapa kacang yang bisa dipindahkan dalam satu menit. Sesi pendek yang rutin memperkuat otot halus jari.
Kalau ingin cara instan sambil membiasakan diri, ada beberapa trik mudah menggunakan sumpit bagi pemula, seperti mengganjal pangkalnya dengan karet dan gulungan kertas agar berfungsi mirip penjepit. Bila Anda kerap kesulitan mengambil makanan kecil, fokuslah dulu pada teknik dasar sebelum menambah kecepatan. Rujukan tentang cara makan pakai sumpit yang benar juga layak disimak agar kebiasaan baik terbentuk sejak awal.
Advertisement
Etika dan Pantangan yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Sumpit
Menguasai teknik saja belum cukup; memahami etika membuat cara makan dengan sumpit terasa sopan di mata siapa pun yang semeja dengan Anda. Dalam tradisi Jepang, kata hashi untuk sumpit juga bermakna "jembatan", karena dahulu sumpit dianggap penghubung antara manusia dan yang ilahi saat menyajikan persembahan. Sejarah panjang inilah yang membuat banyak aturan tak tertulis melekat pada penggunaannya.
-
Tate-bashi (menancapkan tegak): Jangan menancapkan sumpit berdiri di dalam nasi. Posisi ini menyerupai dupa pada upacara kematian sehingga sangat dipantang.
-
Sashi-bashi (menusuk makanan): Hindari menusuk makanan seperti menggunakan tusuk sate. Bila potongan terlalu besar, belah dahulu lalu jepit dengan benar.
-
Watashi-bashi (meletakkan melintang): Meletakkan sumpit melintang di atas mangkuk saat jeda menandakan "sudah selesai". Gunakan tatakan sumpit bila ingin berhenti sejenak.
-
Hashi-watashi (mengoper antarsumpit): Jangan mengoper makanan dari sumpit ke sumpit orang lain. Kebiasaan ini mengingatkan pada ritual pemindahan tulang setelah kremasi, jadi letakkan makanan di piring bila ingin berbagi.
-
Neburi-bashi (menjilat sumpit): Menjilat atau mengisap sisa makanan di ujung sumpit terlihat kurang higienis. Bila ujungnya kotor, bersihkan perlahan dengan kertas.
-
Yose-bashi (menarik mangkuk): Jangan menyeret piring atau mangkuk mendekat menggunakan sumpit. Gunakan tangan untuk memindahkan wadah agar tidak merusaknya.
-
Mayoi-bashi (ragu di atas hidangan): Menggantungkan sumpit sambil bingung memilih makanan terkesan gelisah. Tentukan dulu yang akan diambil, baru gerakkan sumpit.
-
Tataki-bashi (memukul-mukul): Jangan memukulkan sumpit ke meja atau mangkuk seperti stik drum. Sumpit bukan mainan dan perilaku ini dianggap tidak sopan.
-
Menunjuk dengan sumpit: Mengarahkan sumpit ke orang atau benda terkesan agresif. Karena mudah dilakukan tanpa sadar, biasakan menahan kebiasaan ini.
-
Jika-bashi (sumpit pribadi ke piring bersama): Untuk mengambil dari piring bersama, pakailah sumpit sajian; bila tidak ada, gunakan ujung tumpul (pangkal) sumpit Anda agar ujung yang menyentuh mulut tidak mengenai makanan komunal.
Etika ini bukan sekadar aturan Jepang, sebab tiap negara punya kekhasan. Anda bisa menelusuri ragam etika makan di berbagai negara, mulai dari larangan menancapkan sumpit di nasi, sejumlah kebiasaan makan yang dianggap buruk, hingga etika makan di Korea yang menjunjung tinggi kesopanan. Di China, misalnya, sumpit sebaiknya dipegang dengan tangan kanan dan tidak untuk membalik ikan, sementara mengenal etika di Jepang bagi wisatawan akan sangat membantu saat bepergian.
Mengetahui perbedaan ini penting karena satu tindakan bisa bermakna berbeda di tiap budaya, seperti terlihat pada beragam kebiasaan makan lintas negara. Pada akhirnya, memahami jenis sumpit tiap negara dan tata kramanya, ditambah menyimak etika makan di restoran, akan membuat Anda tampil percaya diri di meja mana pun. Mulailah dengan genggaman yang benar, latih setiap hari, dan biarkan cara makan dengan sumpit menjadi kebiasaan alami yang menyenangkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makan dengan Sumpit
Bagaimana cara memegang sumpit yang benar?
Pegang sumpit atas seperti memegang pensil di antara ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, lalu selipkan sumpit bawah di pangkal ibu jari yang bertumpu pada jari manis. Sumpit bawah dibuat diam, sedangkan sumpit atas digerakkan naik-turun untuk menjepit makanan, dengan titik pegang sekitar dua per tiga dari ujung agar tenaga jari maksimal.
Kenapa sumpit tidak boleh ditancapkan tegak di dalam nasi?
Menancapkan sumpit berdiri di mangkuk nasi dihindari karena posisinya menyerupai dupa atau sesajen yang dipakai dalam upacara kematian di sejumlah budaya Asia Timur. Karena dianggap membawa kesan buruk dan tidak sopan, letakkan sumpit di tatakan saat jeda, bukan ditancapkan pada makanan.
Bagaimana cara belajar makan dengan sumpit untuk pemula?
Mulailah dengan menjepit benda besar seperti popcorn atau potongan sayur, lalu turunkan ke benda kecil dan licin seperti kacang, tahu, hingga butiran nasi. Latihan singkat setiap hari, ditambah trik mengganjal pangkal sumpit dengan gulungan kertas, akan mempercepat tangan terbiasa hanya dalam beberapa minggu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5211884/original/050639000_1746599714-Makan_pakai_sumpit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355112/original/001939300_1790075085-2a6aff15-c888-4bcb-b0fd-6c7c5ee975b9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347254/original/023222300_1789288131-watermarked_img_11836520581723426035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355091/original/073542200_1790072894-Gemini_Generated_Image_7voo8y7voo8y7voo.jpg)