Liputan6.com, Jakarta - Memiliki teras rumah kecil yang sekaligus digunakan sebagai area jemuran baju bisa menjadi solusi praktis untuk hunian dengan lahan terbatas. Namun, penataan yang kurang tepat dapat membuat pakaian tetap terkena tempias air hujan, terutama saat angin bertiup kencang.
Karena itu, desain teras rumah kecil dengan tempat jemuran yang tidak tempias saat hujan perlu memperhatikan bentuk atap, posisi jemuran, serta sirkulasi udara. Dengan penataan yang sesuai, area teras bisa tetap rapi, nyaman, dan membantu pakaian lebih cepat kering.
Berikut Liputan6.com ulas beberapa inspirasi desain teras yang dapat disesuaikan dengan ukuran rumah dan kebutuhan sehari-hari.
1. Teras Kecil dengan Atap Polikarbonat dan Jemuran Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346317/original/082950900_1789123329-teras_jemur_2.jpeg)
Teras kecil dengan atap polikarbonat dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin membuat area jemuran lebih terlindung. Material ini bisa digunakan sebagai penutup tambahan di atas area teras.
Jemuran dinding dapat dipasang di sisi yang terlindung dari hujan. Saat tidak digunakan, beberapa jenis jemuran lipat bisa dirapatkan agar tidak memakan banyak ruang.
Tips penataan:
- Pilih atap dengan ukuran yang cukup menutupi area jemuran.
- Sisakan ruang terbuka untuk membantu sirkulasi udara.
- Pasang jemuran pada dinding yang tidak langsung berhadapan dengan arah datangnya hujan.
- Perhatikan kemiringan atap agar air mengalir ke arah yang tidak mengganggu area rumah.
Atap saja tidak selalu menjamin jemuran bebas tempias. Posisi jemuran dan arah angin tetap perlu diperhatikan.
Advertisement
2. Desain Teras Rumah Kecil dengan Atap Memanjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346320/original/099275700_1789123329-teras_jemur_5.jpeg)
Salah satu ide desain teras rumah kecil area jemuran baju yang tidak tempias saat hujan adalah menggunakan atap yang dibuat lebih memanjang. Area jemuran dapat ditempatkan di bagian belakang atau sisi teras, di bawah bagian atap yang lebih terlindung.
Desain ini cocok untuk rumah yang memiliki teras sempit tetapi masih bisa menambahkan sedikit area penutup. Atap yang lebih lebar dapat membantu mengurangi air hujan yang masuk dari bagian atas.
Agar hasilnya lebih fungsional, perhatikan jarak antara ujung atap dan posisi jemuran. Terlalu dekat dengan tepi atap dapat membuat pakaian tetap terkena air ketika hujan disertai angin.
3. Teras Jemuran dengan Kanopi dan Tirai Gulung Transparan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355343/original/069930200_1790128588-Gemini_Generated_Image_4ncfaq4ncfaq4ncf.jpg)
Jika teras sering terkena tempias dari samping, kanopi dapat dipadukan dengan tirai gulung transparan. Tirai ini bisa diturunkan ketika hujan dan dibuka kembali saat cuaca cerah.
Penggunaan tirai transparan juga membantu cahaya alami tetap masuk ke area teras. Namun, jangan menutup semua sisi terlalu lama karena pakaian membutuhkan sirkulasi udara agar dapat mengering dengan baik.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan tirai yang sesuai untuk penggunaan luar ruangan.
- Pastikan air tidak menggenang di lantai teras.
- Buka tirai saat cuaca cerah untuk membantu pertukaran udara.
- Sesuaikan ukuran tirai dengan sisi teras yang paling sering terkena tempias.
Advertisement
4. Area Jemuran di Samping Teras dengan Atap Tambahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347317/original/038012400_1789291568-3f5cec24-9e27-4870-a27e-d3c98fbb1b8b.jpg)
Tidak semua area jemuran harus berada di bagian depan rumah. Jika tersedia sedikit ruang di samping teras, area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat menjemur pakaian.
Atap tambahan bisa dipasang untuk melindungi jemuran dari hujan. Dinding di satu sisi juga dapat membantu mengurangi paparan air hujan yang terbawa angin dari arah tertentu.
Desain ini dapat membuat bagian depan teras tetap terlihat rapi karena pakaian tidak langsung terlihat dari ruang tamu atau jalan depan rumah.
Pastikan area samping memiliki saluran pembuangan air yang baik dan tetap mendapatkan pencahayaan serta aliran udara yang memadai.
5. Desain Teras Minimalis dengan Jemuran Lipat di Bawah Atap
Untuk rumah yang memiliki teras terbatas, jemuran lipat bisa menjadi pilihan yang mudah digunakan. Jemuran dapat dibuka ketika diperlukan dan disimpan atau dilipat ketika area teras ingin dimanfaatkan untuk aktivitas lain.
Supaya lebih terlindung saat hujan, letakkan jemuran di bagian teras yang memiliki perlindungan atap memadai dan tidak terlalu dekat dengan sisi terbuka.
Model ini cocok untuk kebutuhan mencuci pakaian sehari-hari dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.
Ide penataan teras:
- Gunakan jemuran lipat dengan ukuran yang sesuai.
- Hindari menumpuk barang di sekitar jemuran.
- Sisakan jalur untuk berjalan.
- Pilih warna jemuran yang selaras dengan desain teras.
Advertisement
6. Desain Teras dengan Atap Miring ke Satu Arah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346319/original/093753300_1789123329-teras_jemur_4.jpeg)
Atap miring satu arah dapat memberikan tampilan sederhana sekaligus membantu mengatur aliran air hujan. Dalam desain teras dengan area jemuran, arah kemiringan atap perlu direncanakan agar air tidak jatuh ke jalur masuk rumah atau tempat pakaian digantung.
Jika ingin mengurangi tempias, perhatikan lebar atap dan posisi jemuran terhadap sisi terbuka. Atap yang terlalu pendek atau jemuran yang diletakkan terlalu dekat dengan tepi dapat tetap terkena hujan.
Desain ini bisa diterapkan pada rumah minimalis dengan menyesuaikan bentuk bangunan dan konstruksi atap yang aman.
7. Area Jemuran Tersembunyi di Balik Kisi-Kisi atau Roster
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346318/original/088011100_1789123329-teras_jemur_3.jpeg)
Bagi pemilik rumah yang ingin teras tetap terlihat rapi, area jemuran bisa ditempatkan di balik kisi-kisi atau dinding roster. Elemen ini dapat membantu menyamarkan jemuran dari pandangan luar sekaligus memberikan karakter pada tampilan rumah.
Namun, kisi-kisi bukan perlindungan penuh terhadap hujan. Air masih bisa masuk melalui celah, terutama ketika hujan turun disertai angin.
Agar pakaian lebih terlindung, gunakan kombinasi atap yang cukup lebar dan posisi jemuran yang tidak langsung berada di area terbuka.
Cocok untuk: rumah kecil, teras minimalis, dan hunian yang ingin memisahkan area jemuran dari ruang depan.
Advertisement
8. Teras Rumah Kecil dengan Atap Transparan dan Ventilasi Terbuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347321/original/060989000_1789291568-c0a3ca6a-77c4-4f8e-aafa-d58edf709a45.jpg)
Atap transparan dapat membantu cahaya alami masuk ke area jemuran. Desain ini bisa dipertimbangkan jika teras berada di sisi rumah yang mendapatkan pencahayaan cukup.
Agar tidak terasa pengap, sisi teras sebaiknya tidak ditutup rapat seluruhnya. Sirkulasi udara yang baik membantu proses pengeringan pakaian, meskipun kecepatan kering juga dipengaruhi kelembapan, angin, dan kondisi cuaca.
Untuk perlindungan dari hujan, atap perlu dirancang dengan ukuran dan kemiringan yang sesuai. Penambahan pelindung samping dapat dipertimbangkan pada bagian yang paling sering terkena tempias.
9. Desain Jemuran di Teras Belakang Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347322/original/066443500_1789291568-e43d1aa3-e0bf-4ab0-8b14-3fd8ddee422f.jpg)
Jika bagian depan rumah digunakan untuk menerima tamu, teras belakang dapat dimanfaatkan sebagai area jemuran. Penempatan ini bisa membuat pakaian tidak terlalu terlihat dari area depan sekaligus memaksimalkan ruang yang tersedia.
Tambahkan atap pelindung dan atur posisi jemuran agar tidak terlalu dekat dengan sisi terbuka. Apabila teras belakang masih terkena tempias, tirai samping atau pelindung tambahan dapat dipertimbangkan.
Sebelum menentukan desain, periksa apakah area tersebut cukup mendapatkan cahaya matahari dan memiliki saluran air yang baik.
Advertisement
10. Teras Multifungsi dengan Jemuran yang Bisa Dipindahkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7606544/original/074753900_1780390887-lantai_area_jemur3.jpg)
Teras rumah kecil tidak harus digunakan untuk satu keperluan saja. Area tersebut bisa dimanfaatkan sebagai tempat bersantai, menyimpan tanaman, sekaligus menjemur pakaian.
Jemuran beroda atau jemuran lipat yang mudah dipindahkan dapat membantu menyesuaikan penggunaan ruang. Saat hujan mulai turun, jemuran bisa dipindahkan ke area yang lebih terlindung, selama area tersebut tetap aman dan memiliki ventilasi yang memadai.
Jika teras terbuka di satu sisi, perlindungan tambahan berupa atap dan tirai dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Tips Membuat Area Jemuran Teras Rumah Tidak Mudah Terkena Tempias
Selain memilih model teras, beberapa hal berikut perlu diperhatikan agar pakaian tidak mudah terkena air hujan.
1. Perhatikan Arah Datangnya Hujan
Hujan tidak selalu turun secara tegak lurus. Angin dapat membawa air masuk dari sisi teras, sehingga pakaian yang berada di bawah atap pun bisa tetap basah.
Amati sisi teras yang paling sering terkena tempias. Dari situ, kamu dapat menentukan apakah perlu menambahkan pelindung samping, mengubah posisi jemuran, atau memperpanjang atap.
2. Pilih Ukuran Atap yang Sesuai
Atap yang terlalu pendek dapat membuat air hujan masuk ke area jemuran. Sebaliknya, atap yang dirancang sesuai ukuran teras dapat memberikan perlindungan lebih baik.
Perhatikan lebar area jemuran, posisi gantungan pakaian, serta jarak dari sisi terbuka. Untuk pembangunan atau perubahan struktur atap, sebaiknya gunakan perencanaan konstruksi yang sesuai agar aman.
3. Jangan Menutup Teras Terlalu Rapat
Menutup seluruh sisi teras memang dapat membantu mengurangi tempias, tetapi bisa menghambat aliran udara jika tidak direncanakan dengan baik.
Area jemuran membutuhkan sirkulasi udara agar pakaian dapat mengering. Karena itu, gunakan pelindung yang dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tetap menyediakan ventilasi.
4. Gunakan Jemuran yang Sesuai Ukuran Teras
Jemuran yang terlalu besar bisa membuat teras terasa sempit dan mengganggu jalur berjalan. Pilih model yang cukup untuk kebutuhan pakaian sehari-hari.
Jemuran dinding, jemuran lipat, dan jemuran gantung dapat dipertimbangkan sesuai luas ruang dan cara penggunaannya.
5. Pastikan Air Hujan Mengalir dengan Baik
Area jemuran tidak hanya perlu terlindung dari air yang jatuh dari atas, tetapi juga harus memiliki lantai dan saluran air yang tidak mudah menimbulkan genangan.
Perhatikan arah aliran air dari atap, kondisi lantai, dan posisi saluran pembuangan. Hal ini membantu menjaga teras tetap nyaman digunakan setelah hujan.
Pertanyaan Seputar Desain Teras Rumah Kecil Area Jemuran Baju
1. Bagaimana cara membuat jemuran di teras tidak terkena tempias hujan?
Gunakan atap dengan ukuran yang sesuai, letakkan jemuran menjauh dari sisi terbuka, dan pertimbangkan pelindung samping pada arah datangnya hujan. Hasil perlindungan tetap bergantung pada arah angin, intensitas hujan, dan bentuk teras.
2. Apakah atap polikarbonat cocok untuk area jemuran rumah kecil?
Atap polikarbonat dapat dipertimbangkan untuk area jemuran karena tersedia dalam berbagai jenis dan dapat digunakan sebagai penutup teras. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan, ketahanan material, kemiringan, dan konstruksi yang aman.
3. Apakah teras kecil bisa digunakan untuk jemuran sekaligus tempat bersantai?
Bisa. Gunakan jemuran lipat atau model yang dapat dipindahkan agar ruang teras bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Penataan furnitur yang ringkas juga membantu menjaga area tetap mudah digunakan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347315/original/028010300_1789291568-_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354936/original/026662900_1790066867-Gemini_Generated_Image_2vkko42vkko42vkk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354668/original/059888000_1790058823-Gemini_Generated_Image_3n3miy3n3miy3n3m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7003632/original/087436200_1779774743-Desain_Rumah_Kampung_Sederhana_dengan_Teras_Kecil_yang_Nyaman_untuk_Momong_Anak_Model_Menyatu_dengan_Ruang_Tamu.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353335/original/055106100_1789960878-fe5ae41d-c789-436a-a7ca-e6ccbc26f3c0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352806/original/015877300_1789872823-Ground_Floor_Terrace.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352538/original/077347200_1789806194-Screenshot_2026-09-19_151721.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352305/original/032414100_1789785749-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352290/original/071282700_1789784037-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352053/original/046671000_1789724586-b09ec363-00e9-4701-ac01-99d3c4992831.jpg)