Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, toko buku bukan lagi sekadar tempat untuk membeli atau mencari buku. Di berbagai kota di Asia, banyak toko buku hadir dengan konsep yang menarik, memadukan koleksi bacaan dengan arsitektur, desain interior, seni, hingga area untuk bersantai. Pengunjung pun bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca, menikmati suasana, atau sekadar mengagumi desain ruangnya.
Beberapa toko buku di Asia bahkan mendapat perhatian dari media perjalanan, arsitektur, dan budaya membaca internasional berkat desainnya yang unik. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan dan gemar menjelajahi tempat-tempat menarik, berikut lima toko buku cantik di Asia yang bisa masuk dalam daftar kunjungan.
Apa yang Membuat Toko Buku Ini Menarik untuk Dikunjungi?
Keindahan lima toko buku ini tidak hanya terletak pada koleksi bukunya, tetapi juga pada cara setiap tempat menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ada toko buku yang memanfaatkan cermin untuk menciptakan ilusi ruang, menghadirkan interior serba gelap dengan pencahayaan dramatis, hingga menggabungkan bangunan dengan ruang hijau di sekitarnya.
Perbedaan konsep tersebut membuat kunjungan ke toko buku terasa seperti menjelajahi destinasi budaya, bukan sekadar mencari bacaan. Bagi wisatawan, tempat-tempat ini juga bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana lokal, mencari inspirasi desain, atau sekadar beristirahat sejenak dari aktivitas perjalanan.
Advertisement
1. Dujiangyan Zhongshuge, Tiongkok
Dujiangyan Zhongshuge berada di Kota Dujiangyan, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Toko buku dengan luas hampir 1.000 meter persegi ini memiliki desain yang terinspirasi dari sistem irigasi Dujiangyan, salah satu peninggalan bersejarah yang telah masuk daftar Warisan Dunia UNESCO.
Bagian interiornya dirancang dengan rak buku melengkung, tangga bertingkat, dan lorong yang menyerupai aliran air. Langit-langit cermin memantulkan rak-rak buku sehingga ruangan tampak lebih tinggi dan luas. Sementara itu, lantai berwarna hitam mengilap semakin memperkuat efek refleksi di dalam ruangan.
Konsep tersebut membuat Dujiangyan Zhongshuge terasa seperti labirin buku sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata dan fotografi di kawasan tersebut. Pada 2025, toko buku ini berada di peringkat keenam dalam daftar 1000 Libraries dan menjadi satu-satunya perwakilan Asia di 10 besar daftar tersebut.
2. Zhongshuge Hangzhou, Tiongkok
Zhongshuge Hangzhou berada di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Toko buku ini dikenal karena desain interiornya yang futuristis dan penggunaan bentuk geometris serta permukaan reflektif untuk menciptakan ilusi ruang yang lebih luas.
Interiornya didominasi warna putih, dengan pilar-pilar bundar yang dipenuhi rak buku dan langit-langit cermin. Kombinasi tersebut membuat ruangan tampak lebih tinggi dan dalam, sekaligus menciptakan kesan seperti berada di tengah “hutan buku”.
Area pameran menggunakan warna putih dan pencahayaan terang, sedangkan ruang baca menggunakan material kayu berwarna lebih gelap dengan pencahayaan hangat. Perbedaan tersebut menciptakan suasana yang kontras antara area untuk menjelajahi koleksi dan area untuk membaca dengan lebih tenang.
Berkat desainnya yang kuat secara visual, Zhongshuge Hangzhou menempati posisi pertama dalam daftar delapan toko buku dan perpustakaan terindah di Asia versi SilverKris.
Advertisement
3. Wuguan Books, Taiwan
Wuguan Books berada di Pier-2 Art Center, Kaohsiung, Taiwan, sebuah kawasan seni yang memanfaatkan bangunan gudang lama di sekitar pelabuhan. Toko buku ini menawarkan pengalaman yang berbeda karena interiornya justru didominasi warna gelap dan pencahayaan yang minim.
Dinding, lantai, langit-langit, hingga rak buku menggunakan warna gelap. Setiap buku atau kelompok buku mendapatkan pencahayaan aksen sehingga tampak menonjol di tengah ruangan. Konsep tersebut sengaja dibuat untuk mengurangi gangguan visual dan mengarahkan perhatian pengunjung kepada buku yang sedang dilihat.
Alih-alih menggunakan rak tinggi dan warna mencolok, Wuguan Books mengandalkan permainan bayangan, cahaya, serta suasana hening. Konsep ini membuat aktivitas memilih buku terasa seperti menikmati sebuah instalasi seni. Wuguan Books juga pernah masuk dalam daftar toko buku dan perpustakaan terindah di Asia versi SilverKris serta daftar ruang buku terindah di Asia versi Tatler Asia pada 2024.
4. Bunkitsu, Jepang
Bunkitsu merupakan toko buku di Tokyo yang menawarkan konsep berbeda dari toko buku pada umumnya. Dibuka pada 2018, tempat ini menjadi salah satu toko buku di Tokyo yang menerapkan sistem tiket masuk. Daya tarik utamanya bukan fasad yang megah, melainkan pengalaman yang ditawarkan melalui interiornya.
Di dalamnya terdapat ruang pameran, area penjualan buku, ruang penelitian, ruang baca, dan kafe. Interior kayu, pencahayaan lembut, serta tempat duduk yang dibuat terpisah memberikan suasana menyerupai perpustakaan pribadi.
Bunkitsu menyimpan sekitar 30.000 buku dan majalah dengan fokus pada bidang seni, desain, fotografi, dan ilustrasi. Koleksinya tidak sepenuhnya ditata berdasarkan urutan alfabet dan sejumlah judul hanya dipajang dalam satu eksemplar. Konsep ini dirancang untuk mendorong pengunjung menemukan buku secara lebih spontan.
Pengunjung yang memiliki tiket dapat menggunakan ruang baca, Wi-Fi, dan area kopi. Karena itu, Bunkitsu lebih terasa seperti ruang untuk menikmati buku daripada sekadar tempat berbelanja.
Advertisement
5. Daikanyama T-Site, Jepang
Daikanyama T-Site merupakan salah satu toko buku yang populer di Tokyo, Jepang. Berbeda dari toko buku konvensional, kompleks ini memiliki desain terbuka yang menyatu dengan ruang hijau di kawasan Daikanyama. Bangunannya terdiri atas tiga blok yang dihubungkan dengan jalur pejalan kaki sehingga pengunjung dapat merasakan suasana seperti berjalan di taman.
Fasad berwarna putih dengan pola huruf “T” menjadi salah satu ciri khasnya. Jendela-jendela kaca berukuran besar memungkinkan cahaya alami masuk sekaligus memberikan pemandangan ke area hijau di sekitarnya. Hasilnya adalah ruang yang terasa terang, lapang, dan nyaman untuk membaca.
Selain buku dan majalah, Daikanyama T-Site juga memadukan berbagai fasilitas dan koleksi yang berkaitan dengan musik, film, lounge, serta area bar. Perpaduan antara arsitektur, lanskap, dan aktivitas budaya tersebut membuatnya menarik bagi warga lokal maupun wisatawan.
Kelima toko buku tersebut menunjukkan bahwa ruang membaca di Asia dapat hadir dalam berbagai karakter. Ada yang mengandalkan ilusi cermin dan bentuk futuristis, menyatu dengan ruang hijau, menggunakan pencahayaan dramatis, hingga menawarkan suasana seperti perpustakaan pribadi. Bagi pencinta buku sekaligus penggemar arsitektur, tempat-tempat ini dapat menjadi destinasi menarik untuk dimasukkan ke dalam itinerary perjalanan Asia.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Toko Buku Cantik di Asia
1. Apa yang membuat toko buku di Asia menarik untuk dikunjungi?
Selain menawarkan koleksi buku, beberapa toko buku memiliki arsitektur, desain interior, pencahayaan, dan ruang yang unik sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
2. Di mana Dujiangyan Zhongshuge berada?
Dujiangyan Zhongshuge berada di Kota Dujiangyan, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Toko buku ini memiliki desain yang terinspirasi dari sistem irigasi Dujiangyan.
3. Apa yang unik dari Wuguan Books di Taiwan?
Wuguan Books memiliki interior yang didominasi warna gelap dengan pencahayaan aksen yang diarahkan pada buku. Konsep tersebut membuat aktivitas memilih buku terasa seperti menikmati instalasi seni.
4. Apakah Bunkitsu di Jepang mengenakan biaya masuk?
Ya. Bunkitsu menerapkan sistem tiket masuk. Pengunjung yang memiliki tiket dapat menikmati ruang baca, Wi-Fi, dan area kopi, selain menjelajahi koleksi buku dan majalah.
5. Apa yang menjadi daya tarik Daikanyama T-Site?
Daikanyama T-Site memiliki desain terbuka yang menyatu dengan ruang hijau di kawasan Daikanyama. Kompleks ini juga memadukan koleksi buku dan majalah dengan musik, film, serta area untuk bersantai.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319062/original/045273700_1786179594-pexels-tbd-traveller-2149583744-30770662.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1802978/original/038406000_1513333656-800px-Nagasakibomb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317989/original/046139200_1786083478-000_C3QU39L-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262853/original/066200900_1781850563-107139155-1666426301839-gettyimages-1243511682-AFP_32K492Z.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317410/original/067619500_1786010704-IMG_20260806_153815_639.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1881704/original/035883300_1518159850-Kim-Yo-Jong-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1671124/original/050547800_1502097528-Hiroshima6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4446821/original/055216700_1685431148-flag-gf0c737295_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303944/original/039795900_1784701533-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309834/original/000754000_1785290138-jap9.jpg)