Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara (Korut)Â Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba senjata jenis baru yang disebut sebagai bukti kemajuan teknologi militer negaranya. Demikian menurut laporan media pemerintah pada Selasa (22/9).
Pengumuman itu disampaikan dua hari setelah Korea Selatan dan Jepang melaporkan bahwa Pyongyang meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek ke perairan di lepas pantai timur Korea Utara.Â
Korea Utara telah menetapkan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir dalam undang-undangnya. Para pemimpinnya juga berulang kali menegaskan bahwa kepemilikan senjata nuklir negara itu bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan.Â
Advertisement
Menurut laporan kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), Biro Rudal Korea Utara berhasil menguji senjata jenis baru pada Minggu (20/9) dengan disaksikan langsung oleh Kim Jong Un.
Pyongyang tidak menjelaskan lebih lanjut jenis sistem senjata yang diuji. Namun, KCNA melaporkan bahwa Kim Jong Un memuji peluncuran tersebut sebagai demonstrasi nyata teknologi pertahanan ultramodern.
Kim Jong Un juga memperingatkan bahwa kemajuan teknologi tersebut akan menjadi "sakit kepala yang tak tersembuhkan" bagi lawan-lawannya dan memberi mereka "pukulan yang sangat kejam dan tak terhindarkan".
Peluncuran pada Minggu dilakukan delapan hari setelah Korea Utara menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang. Pyongyang kemudian menyebut peluncuran tersebut sebagai bagian dari latihan gabungan daya tembak.
Latihan itu melibatkan artileri jarak jauh dan rudal. Media pemerintah Korea Utara mengklaim seluruh senjata yang digunakan mengenai sasaran dengan akurasi 100 persen.
Dalam laporan KCNA pada Selasa, Kim Jong Un mengaitkan uji coba terbaru itu dengan kesiapan militer Korea Utara.
"Memiliki teknologi semacam itu sangat penting bagi kesiapan negara menghadapi perang dan pengembangan angkatan bersenjata pada masa depan," kata Kim Jong Un.
Korea Selatan mengecam peluncuran tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mendesak Pyongyang menghentikan aktivitas peluncuran rudal balistik.
Jepang juga melayangkan protes keras kepada Korea Utara atas peluncuran tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan kawasan.
Pekan lalu, Pyongyang menolak resolusi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang menuntut Korea Utara menghentikan aktivitas nuklirnya. Pyongyang menegaskan bahwa statusnya sebagai negara bersenjata nuklir telah ditetapkan secara permanen dan tidak dapat diubah melalui undang-undang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan resolusi IAEA tersebut tidak berpengaruh terhadap posisi DPRK sebagai negara bersenjata nuklir. DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korea Utara, Democratic People’s Republic of Korea atau Republik Rakyat Demokratik Korea.
Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un yang berpengaruh dalam pemerintahan Korea Utara, baru-baru ini juga menegaskan bahwa status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir bersifat mutlak. Ia menyebut pihak-pihak yang masih berharap Korea Utara melakukan denuklirisasi sebagai orang-orang bodoh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354907/original/059583400_1790065976-cek_fakta_blt_kesra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355036/original/052934100_1790070144-FALSE__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409540/original/032500600_1479454815-korea_utara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1408447/original/031520300_1479368855-Kim_Jong-un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027997/original/005972200_1732861152-fotor-ai-20241129131623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1884666/original/033449700_1518236836-Adik-Kim-Jong-Un2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1575574/original/067436200_1493026039-20170424-Ilustrasi_kora_utara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1589558/original/029708200_1494329884-170329_01_Focus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312915/original/048601600_1785567269-slogan_p001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342827/original/016389900_1788833542-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342275/original/034256600_1788763235-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2247367/original/062175600_1528768799-20180612-Jabat-Tangan-Perdana-Trump-dan-Kim-Jong-un-Memulai-KTT-AP-20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2840823/original/083380000_1561946232-koka.jpg)