7 Alat Elektronik yang Sebaiknya Tidak Dicolok Terus-Menerus, Segera Cabut Sebelum Tidur

Ketahui alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus, mulai dari pemanas ruangan hingga air fryer, demi keamanan keluarga.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus perlu diketahui oleh setiap penghuni rumah, karena perangkat listrik kini menjadi bagian penting dari keseharian. Lampu, kulkas, hingga AC memberi kita kemudahan, kenyamanan, dan hiburan.

Di balik manfaatnya, listrik juga menyimpan risiko. Bahaya meningkat bila perangkat sudah rusak, kabelnya aus, atau terlalu banyak alat tersambung ke satu sumber listrik. Perangkat yang tampak normal pun bisa bermasalah bila terjadi kerusakan atau gangguan listrik saat rumah tidak diawasi.

Untuk mengetahui perangkat mana yang perlu diwaspadai, para ahli kelistrikan memberikan rekomendasi. Mereka adalah Steve Clemente, teknisi listrik sekaligus Presiden dan COO Mister Sparky, dan Jerry Poon, Principal Engineer di Red Dog Engineering. Rekomendasi tersebut dilansir dari The Spruce, Rabu (7/10/2026).

1. Peralatan Dapur Kecil yang Perlu Perhatian

Peralatan dapur berukuran kecil seperti pembuat kopi, pemanggang roti, dan blender termasuk dalam kategori alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus. Meskipun terlihat tidak aktif, perangkat ini masih dapat menimbulkan risiko kebakaran jika dibiarkan terpasang tanpa pengawasan.

Selain potensi bahaya, peralatan ini juga terus menarik daya listrik dalam jumlah kecil, yang dikenal sebagai "daya hantu". Fenomena phantom load ini merupakan konsumsi energi yang terjadi ketika perangkat elektronik dicolokkan tetapi tidak digunakan secara aktif. Beberapa peralatan dapur juga dilengkapi elemen pemanas yang, jika mengalami kerusakan, berpotensi memicu korsleting atau kebakaran.

Mencabutnya dari stopkontak adalah langkah pencegahan yang sederhana namun sangat efektif. Tindakan ini tidak hanya membantu menghindari potensi bahaya, tetapi juga berkontribusi pada penghematan energi rumah tangga.

2. Perangkat Hiburan: Mode Siaga Tetap Boros

Perangkat hiburan seperti televisi, konsol game, dan sistem suara juga termasuk dalam daftar alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus. Meskipun dalam mode siaga atau standby, perangkat-perangkat ini tetap mengonsumsi listrik dan dapat menjadi sumber panas yang tidak perlu.

Mode standby pada perangkat hiburan secara diam-diam menarik daya listrik, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan tagihan listrik dan pemborosan energi. Konsumsi daya dari perangkat dalam mode standby bahkan dapat menyumbang hingga 10% dari total konsumsi listrik rumah tangga secara keseluruhan.

Mencabut perangkat hiburan saat tidak digunakan dapat mengurangi risiko kerusakan komponen internal akibat lonjakan listrik yang tidak terduga. Selain itu, langkah ini juga merupakan cara yang efektif untuk menghemat energi dan mengurangi jejak karbon.

3. Alat Penata Rambut dengan Risiko Panas Tinggi

Alat penata rambut seperti catokan, pengeriting rambut, dan pengering rambut merupakan alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus karena risiko panas ekstrem yang dihasilkannya. Perangkat-perangkat ini dirancang untuk menghasilkan suhu tinggi yang diperlukan dalam proses penataan rambut.

Bahaya utama muncul karena alat-alat ini dapat menyebabkan kebakaran jika tidak sengaja menyala atau mengalami malfungsi saat masih dicolokkan. Bahkan setelah dimatikan, elemen pemanas pada alat ini memerlukan waktu untuk mendingin sepenuhnya.

Jika dibiarkan terpasang, ada potensi alat menyala kembali secara tidak sengaja atau terjadi korsleting, terutama jika bersentuhan dengan bahan yang mudah terbakar. Oleh karena itu, mencabut alat penata rambut segera setelah selesai digunakan adalah praktik keselamatan yang sangat penting untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan di rumah.

4. Pemanas Ruangan: Ancaman Kebakaran Utama

Menggunakan pemanas ruangan sebelum tidur memang terasa nyaman, terutama saat cuaca dingin. Namun, perangkat ini justru termasuk salah satu alat yang sebaiknya selalu dicabut sebelum Anda tidur.

Pemanas ruangan dapat mengalami panas berlebih, kerusakan, atau bahkan terjatuh. Banyak produk modern memang sudah dilengkapi fitur pengaman seperti perlindungan terhadap panas berlebih dan sistem mati otomatis ketika alat terjatuh. Meski begitu, membiarkannya tetap terhubung ke listrik ketika Anda tidur tetap memiliki risiko.

5. Perangkat Elektronik Rusak: Bahaya yang Harus Dicabut

Setiap perangkat elektronik yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan, terlepas dari jenisnya, merupakan alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus. Perangkat yang rusak, seperti kabel yang terkelupas atau mengeluarkan bau terbakar, harus segera dicabut dan tidak lagi digunakan.

Kerusakan pada isolasi kabel, komponen internal yang terbakar, atau tanda-tanda malfungsi lainnya dapat menjadi pemicu korsleting listrik, sengatan listrik, atau bahkan kebakaran. Bahaya ini bisa sangat serius dan mengancam keselamatan penghuni rumah.

Perangkat yang rusak dapat menjadi bahaya listrik serius dan harus segera dicabut dari stopkontak. Perangkat semacam ini sebaiknya diperbaiki oleh profesional atau dibuang dengan cara yang benar sesuai prosedur.

6. Pengisi Daya Baterai: Waspada Vampire Drain

Pengisi daya baterai untuk ponsel, laptop, atau perangkat elektronik lainnya juga termasuk alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus setelah baterai terisi penuh. Fenomena ini dikenal sebagai vampire drain, di mana pengisi daya dapat terus menarik daya listrik meskipun perangkat yang diisi dayanya sudah dilepas atau baterai sudah penuh.

Meskipun konsumsi daya dari pengisi daya yang tidak terpakai ini relatif kecil, jika dibiarkan terpasang terus-menerus, akumulasinya akan menambah pemborosan energi. Selain itu, beberapa pengisi daya dengan kualitas rendah berpotensi mengalami panas berlebihan, yang dapat menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika dibiarkan tanpa pengawasan dalam waktu lama. Mencabut pengisi daya setelah selesai digunakan adalah praktik yang aman dan berkontribusi pada penghematan energi di rumah.

7. Air Fryer dan Toaster Oven: Elemen Pemanas Kuat

Air fryer dan toaster oven adalah dua jenis alat elektronik yang sebaiknya tidak dicolok terus-menerus karena keduanya dilengkapi dengan elemen pemanas yang kuat. Kedua perangkat ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan panas yang signifikan dalam waktu singkat.

Sama seperti pemanas ruangan dan alat penata rambut, jika terjadi malfungsi pada elemen pemanas atau jika ada sisa makanan yang tertinggal di dalamnya, risiko kebakaran dapat meningkat. Potensi bahaya ini menjadi lebih besar ketika perangkat dibiarkan terpasang tanpa pengawasan.

Oleh karena itu, mencabut air fryer dan toaster oven dari stopkontak setelah selesai digunakan adalah tindakan pencegahan yang sangat penting untuk menjaga keamanan rumah dari potensi bahaya kebakaran.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Alat Elektronik yang Sebaiknya Tidak Dicolok Terus-Menerus

1. Mengapa penting untuk mencabut alat elektronik yang tidak digunakan?

Penting untuk mencabut alat elektronik yang tidak digunakan untuk mencegah risiko kebakaran, sengatan listrik, dan mengurangi konsumsi daya hantu (phantom load) yang memboroskan energi.

2. Apa itu "daya hantu" atau phantom load?

Daya hantu adalah konsumsi energi yang terjadi ketika perangkat elektronik dicolokkan tetapi tidak digunakan secara aktif, seperti saat dalam mode standby.

3. Alat dapur kecil apa saja yang sebaiknya dicabut saat tidak digunakan?

Peralatan dapur kecil seperti pembuat kopi, pemanggang roti, dan blender sebaiknya dicabut saat tidak digunakan.

4. Mengapa alat penata rambut berisiko tinggi jika dicolok terus-menerus?

Alat penata rambut menghasilkan panas ekstrem dan dapat menyebabkan kebakaran jika tidak sengaja menyala atau mengalami malfungsi saat dicolokkan.

5. Apa yang harus dilakukan dengan perangkat elektronik yang rusak?

Perangkat elektronik yang rusak harus segera dicabut dari stopkontak dan tidak digunakan lagi; sebaiknya diperbaiki oleh profesional atau dibuang dengan benar.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6