24 Agustus 2006: Pluto Bukan Tak Lagi Berstatus Planet

Pluto diturunkan statusnya sebagai planet pada 24 Agustus 2006, menimbulkan perdebatan di kalangan astronom.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Praha - Status Pluto sebagai planet kesembilan di Tata Surya resmi dicabut pada 24 Agustus 2006. Keputusan ini jadi sejarah, usai Persatuan Astronomi Internasional (IAU) menetapkan Pluto sebagai benda ruang angkasa kerdil setelah melalui perdebatan selama sepekan di Praha, Republik Ceko.

Dikutip dari History.com, Senin (24/8/2026), keputusan tersebut diambil setelah para astronom memperdebatkan sejumlah proposal mengenai definisi sebuah planet. Salah satu usulan bahkan mempertahankan Pluto sebagai planet sekaligus menambahkan Ceres dan Charon sebagai planet baru.

Dalam keputusan akhirnya, IAU menetapkan bahwa sebuah planet harus merupakan benda langit yang mengorbit Matahari, memiliki massa cukup besar sehingga gravitasinya membuat bentuknya hampir bulat, serta mampu membersihkan lingkungan orbitnya dari benda-benda lain dan puing-puing.

Pluto memenuhi dua kriteria pertama, tetapi tidak memenuhi syarat ketiga karena berbagi wilayah orbitnya dengan objek-objek lain di Sabuk Kuiper. Karena itu, Pluto diklasifikasikan sebagai planet kerdil.

Dua tahun setelah keputusan tersebut, IAU memperkenalkan istilah “plutoid” untuk menyebut planet-planet kerdil yang berada di luar orbit Neptunus. Nama tersebut merupakan gabungan dari kata Pluto dan Eris, salah satu planet kerdil yang diketahui berada di wilayah tersebut.

Hanya 424 Astronom yang Ikut MemilihKeputusan IAU tidak sepenuhnya diterima kalangan astronom. Sejumlah ilmuwan mempertanyakan proses pengambilan keputusan, termasuk rendahnya jumlah peserta yang memberikan suara.

Dari sekitar 10.000 astronom profesional di seluruh dunia, hanya 424 astronom yang mengikuti pemungutan suara dalam konferensi tersebut.

Seorang astronom bahkan menyoroti bahwa sejumlah planet seperti Bumi, Mars, Jupiter, dan Neptunus juga memiliki asteroid di sekitar orbitnya.

“Saya malu terhadap dunia astronomi,” ujarnya, seraya mengkritik tingkat partisipasi yang rendah dalam pemungutan suara.

Meski kontroversial, keputusan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah astronomi modern.

Penurunan status Pluto bahkan berdampak pada budaya populer. Pada 2006, American Dialect Society memilih kata “plutoed” sebagai Word of the Year. Istilah tersebut berarti menurunkan status atau mengurangi nilai seseorang maupun sesuatu.

Presiden organisasi tersebut mengatakan reaksi emosional masyarakat terhadap perubahan status Pluto menunjukkan betapa kuatnya posisi Pluto dalam budaya populer.

Sejumlah badan legislatif negara bagian di Amerika Serikat bahkan menetapkan 13 Maret sebagai Hari Pluto sebagai bentuk penghormatan sekaligus protes terhadap keputusan untuk tidak lagi menganggap Pluto sebagai planet.