Liputan6.com, Wina - Austria melancarkan salah satu serangan udara jarak jauh pertama dalam sejarah dengan menggunakan sekitar 200 balon tanpa awak untuk menjatuhkan bom ke Venesia pada 22 Agustus 1849.
Dikutip dari History.com, Sabtu (22/8/2026), serangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Austria merebut kembali Venesia. Setahun sebelumnya, penduduk Venesia menggulingkan kekuasaan Austria dan mendeklarasikan kemerdekaan sebagai Republik San Marco.
Saat itu, penggunaan balon dalam peperangan umumnya masih terbatas untuk keperluan pengintaian. Namun, militer Austria mulai mempertimbangkan penggunaan balon sebagai sarana pengeboman setelah menghadapi kebuntuan dalam upaya merebut Venesia.
Advertisement
Pasukan Austria telah mengepung kota tersebut, tetapi kesulitan melancarkan serangan darat maupun laut yang cukup menentukan untuk memaksa pihak Venesia menyerah.
Kondisi geografis Venesia menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan pasukan Austria. Kota tersebut berada di sejumlah pulau yang dikelilingi laguna dangkal, sehingga memiliki pertahanan alami yang menyulitkan serangan konvensional.
Dalam situasi tersebut, seorang letnan artileri muda Austria, Franz von Uchatius, mengusulkan penggunaan balon kertas tanpa awak untuk membawa bom.
Balon-balon tersebut dirancang untuk membawa bahan peledak yang dilengkapi sumbu dengan waktu ledak sekitar 30 menit. Setelah dilepaskan, balon diharapkan terbawa angin menuju Venesia dan menjatuhkan bom ke wilayah kota.
Serangan pada 22 Agustus 1849 kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah peperangan udara. Meski teknologi balon tersebut masih sederhana dan efektivitasnya terbatas, penggunaan kendaraan udara tanpa awak untuk membawa bahan peledak menunjukkan salah satu bentuk awal konsep serangan udara jarak jauh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1702589/original/050161500_1504761406-20170907-Balon-Udara-Di-Turki-AFP6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326956/original/045592700_1787043903-Leon_Trotsky_1918__3x4_rotated_cropped_b_-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326996/original/018940900_1787046215-8D3ACCCB-AB06-4139-845D-8FF37C9AB7FB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1640375/original/054268600_1499248671-9__lightning-199651_960_720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1702591/original/011174500_1504761407-20170907-Balon-Udara-Di-Turki-AFP7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323337/original/089348700_1786609652-ray_shrewsberry-telegraph-4891039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1659263/original/052917700_1501043256-China_Shipping_Merger_Hand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2038287/original/098317100_1522231354-800px-Vickers_machine_gun_in_the_Battle_of_Passchendaele_-_September_1917.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323522/original/009925400_1786617942-IMG-20260813-WA0156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4175714/original/079592300_1664458435-Pemprov_DKI_Akan_Dukung_Pencabutan_Status_Pandemi_Covid-19-IQBAL_4.jpg)