Penyerangan Aktivis BEM UI Disebut Janggal, Ini Ciri Pelakunya

BEM UI mengungkap ciri pelaku dan sejumlah kejanggalan dalam dugaan penyerangan terhadap Hafidz Hernanda.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Koordinator BEM UI Hafidz Hernanda diserang OTK pada 4 Oktober.
  • BEM UI menemukan kejanggalan, menduga bukan pembegalan biasa.
  • Fitur Find My mati sebelum kejadian dan pelaku fokus memukuli korban.

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda, diduga diserang orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu (4/10/2026).

BEM UI mengungkap sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI Namora Siahaan mengatakan, pihaknya juga telah mengantongi sejumlah ciri pelaku yang disebut terlibat dalam penyerangan.

Menurut Namora, pelaku memiliki tubuh kekar. Saat beraksi, pelaku disebut mengenakan helm, masker, dan hoodie berwarna hijau.

"Ciri-ciri pelaku, (menggunakan) masker, helm, hoodie hijau, dan berbadan kekar," kata Namora saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (6/10/2026).

Namora mengatakan terdapat sejumlah hal yang dinilai janggal dalam peristiwa tersebut. Salah satunya berkaitan dengan fitur Find My pada ponsel milik Hafidz.

Saat dilakukan pengecekan, fitur tersebut diketahui telah dimatikan pada pukul 23.39 WIB. Menurut Namora, Hafidz tidak mengetahui fitur tersebut dalam kondisi mati.

Hal itu dinilai janggal karena dugaan penyerangan baru terjadi sekitar pukul 23.50 WIB.

 

Curigai Bukan Aksi Pembegalan

Kejanggalan lain, menurut Namora, terlihat dari tindakan pelaku saat kejadian. Setelah menendang sepeda motor Hafidz, pelaku disebut justru memukuli Hafidz.

"Setelah menendang motor Hafidz, pelaku justru memilih untuk memukuli Hafidz. Tidak ada upaya dari pelaku untuk mengambil motor Hafidz," katanya.

Selain itu, Namora menyebut pelaku baru mengambil ponsel Hafidz setelah pertikaian berakhir.

Menurut dia, rangkaian kejadian tersebut membuat BEM UI mempertanyakan apakah peristiwa tersebut semata-mata merupakan aksi pembegalan.

Namora menilai sejumlah kejanggalan itu perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui secara jelas kronologi dan motif di balik dugaan penyerangan terhadap Hafidz.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6