Kontroversi Kapal Induk AS, Nama Pahlawan Perang Hendak Diganti Trump

Kontroversi rencana penggantian nama kapal induk AS dari USS Doris Miller, pahlawan perang, menjadi nama Donald Trump memicu protes.

Diterbitkan 23 Agustus 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington - Rencana perubahan nama sebuah kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat memicu kontroversi. Kapal yang sebelumnya disiapkan untuk menghormati pahlawan perang kulit hitam Doris Miller dikabarkan akan dinamai Presiden Donald Trump.

Dikutp dari The Guardian, Minggu (23/8/2026), laporan tersebut memantik kemarahan kelompok hak sipil dan sejumlah tokoh Amerika Serikat. Pemerintahan Trump bahkan dituding memberikan “tamparan di wajah” kepada para veteran dan anggota militer yang telah mengabdi kepada negara.

Angkatan Laut AS sebelumnya telah mengumumkan kapal induk yang sedang dibangun itu akan diberi nama USS Doris Miller, sebagai penghormatan kepada Miller, seorang pelaut yang dikenal karena keberaniannya saat serangan Jepang terhadap Pearl Harbor pada Perang Dunia II.

Namun, CNN yang mengutip tiga sumber yang mengetahui pembahasan internal melaporkan Angkatan Laut AS kini sedang mengupayakan perubahan nama kapal tersebut.

Dua sumber mengatakan telah ada pembicaraan untuk menggunakan nama Trump sebagai nama kapal induk tersebut.

Kabar itu langsung mendapat kecaman dari Derrick Johnson, Presiden NAACP, organisasi hak sipil Amerika Serikat.

“Ini merupakan tamparan keras bagi setiap pahlawan perang dan setiap anggota militer yang pernah mengenakan seragam,” kata Johnson.

Menurut Johnson, Miller memperoleh tempat dalam sejarah Amerika karena keberanian, pengorbanan, dan pengabdiannya.

“Doris Miller mengukir tempat dalam sejarah Amerika melalui keberanian, pengorbanan, dan pengabdian,” tambah Johnson.

Angkatan Laut AS menolak memberikan komentar mengenai laporan tersebut. Gedung Putih, ketika dimintai tanggapan, mengarahkan pertanyaan kepada Departemen Pertahanan AS. Namun, departemen tersebut juga menolak berkomentar.

 

Aksi Heroik di Pearl Harbor

Nama Doris Miller bukan sekadar simbol. Ia merupakan juru masak Angkatan Laut AS yang berada di Pearl Harbor ketika Jepang melancarkan serangan pada 1941.

Meski tidak memiliki pelatihan formal untuk menggunakan sistem persenjataan yang dioperasikannya, Miller dilaporkan berhasil menembak jatuh empat hingga enam pesawat pengebom Jepang.

Dalam situasi serangan dan kebakaran, Miller juga membantu memindahkan kaptennya yang terluka parah ke tempat yang lebih aman.

Ia kemudian mengoperasikan senapan mesin untuk menembaki pesawat Jepang yang menyerang hingga diperintahkan meninggalkan anjungan.

Atas keberaniannya, Miller dianugerahi Navy Cross.

Namun, pengabdiannya berakhir tragis. Pada 1943, Miller tewas ketika kapal Liscome Bay terkena torpedo Jepang. Dua pertiga awak kapal tersebut dilaporkan turut tewas.

Kisah Miller kemudian diangkat ke layar lebar. Aktor Cuba Gooding Jr memerankannya dalam film Pearl Harbor yang dirilis pada 2001.

Keluarga Miller selama bertahun-tahun juga memperjuangkan agar penghargaan Navy Cross yang diterimanya ditingkatkan menjadi Medal of Honor.

 

Belum Pernah Ada Kapal Induk Bernama Presiden Aktif

Kontroversi mengenai rencana tersebut semakin mencuat karena tidak ada kapal induk Angkatan Laut AS yang sebelumnya dinamai untuk menghormati presiden yang masih menjabat.

Johnson mempertanyakan alasan seorang presiden ingin menggunakan namanya sendiri untuk sebuah kapal Angkatan Laut ketika kondisi para anggota militer disebut menghadapi persoalan di kapal USS Abraham Lincoln.

“It’s beyond comprehension for a president to want his own name on a Navy ship while our armed forces are living in deteriorating conditions aboard the USS Abraham Lincoln,” ujar Johnson.

Ia juga mengingatkan kontribusi jutaan warga kulit hitam Amerika yang selama beberapa generasi bertugas di militer dan mempertahankan kebebasan negara.

“For generations, millions of Black women and men have proudly served in the United States military, defending freedoms that too often were not even afforded to them, their families, or their communities,” katanya.

Johnson menilai penggunaan nama Trump untuk kapal tersebut justru berpotensi meremehkan warisan pengabdian para anggota militer.

Donald Trump is making a mockery of that legacy by treating military service as another opportunity for personal branding. Our brave service members signed up to defend the nation, not the fragile ego of one man. America deserves better than this.”

Kritik juga datang dari Mark Kelly, senator Demokrat dari Arizona sekaligus pensiunan perwira Angkatan Laut AS.

Melalui X, Kelly mengatakan keberanian Doris Miller saat Pearl Harbor telah menjadi legenda dan membuatnya dianugerahi Navy Cross.

“Dorie Miller’s bravery at Pearl Harbor is legendary and resulted in him being awarded the Navy Cross. This aircraft carrier shouldn’t be renamed at all, let alone for Donald Trump, who has denigrated servicemembers like Dorie Miller who have paid the ultimate price,” tulis Kelly.