Trump Sebut Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Trump tidak hanya mengklaim Selat Hormuz, tapi juga bergurau tentang mengebom Iran.

Diterbitkan 22 Agustus 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (21/8/2026) menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah AS, di tengah blokade militer AS terhadap jalur pelayaran dan pelabuhan Iran.

Pemerintahannya hingga kini juga belum berhasil mengakhiri perang Iran.

"Kita bahkan tidak tahu apakah kita menang, karena saat ini saya menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah AS," kata Trump di hadapan massa di South Carolina seperti dilaporkan The Guardian.

Trump berada di negara bagian tersebut untuk berkampanye bagi Senator Darline Graham, yang mencalonkan diri untuk menjadi pengganti tetap mendiang kakaknya, Lindsey Graham, di Senat.

Dalam pidatonya, Trump kemudian bergurau soal mengebom Iran.

"Ini Jumat malam. Kita punya banyak waktu," kata Trump sebelum membacakan The Snake, puisi yang kerap ia bawakan dalam kampanye untuk menegaskan sikap anti-imigrasinya.

"Apa lagi yang harus saya lakukan? Kembali dan mengebom Iran sedikit lagi?" ujarnya.

Hingga Jumat, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui media sosial, pasukan AS telah mengalihkan 68 kapal komersial agar mengikuti aturan blokade tersebut.

AS dan Iran sejauh ini belum berhasil mencapai kesepakatan damai melalui perundingan, sementara perang antara kedua negara mendekati enam bulan.

Pemerintahan Trump berusaha semakin menekan perekonomian Iran dengan membatasi akses ke Selat Hormuz, jalur perairan penting bagi ekspor minyak negara tersebut.

Dalam kondisi normal, sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut melewati Selat Hormuz. Jalur perairan itu terletak di antara Iran dan Oman.

Trump sebelumnya telah mengancam akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS pada pekan lalu.

"Pada dasarnya memang seperti itu. Kita memberlakukan blokade. Tidak ada kapal yang bisa lewat kecuali kita mengizinkannya," kata Trump saat berpidato di sebuah akademi kepolisian di New York.

Ketika ditanya wartawan pada Senin mengenai pernyataan tersebut, Trump kembali menegaskan bahwa AS menguasai Selat Hormuz melalui blokade.

"Kita menguasainya dengan blokade, dan saya menyukai gagasan untuk menyatakannya sebagai wilayah (AS)," ujarnya.

Trump juga mengunggah sebuah peta di media sosial yang memberi label Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menepis pernyataan Trump tersebut dan menyebutnya sebagai "delusi".