Pitbull Masih Boleh Dipelihara, Tapi Ada Syaratnya

Kasus serangan Pitbull di Bandung perlu dilihat secara utuh.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pitbull Masih Boleh Dipelihara, Tapi Ada Syaratnya

 

Kasus Pitbull menyerang bocah 9 tahun di Bandung kembali membuat anjing jenis ini jadi sorotan. B mengalami luka di kepala dan telinga setelah diserang saat berada di lingkungan rumahnya.

Peristiwa itu kemudian memunculkan pertanyaan, apakah Pitbull masih boleh dipelihara sebagai hewan rumahan?.

Head of Operations Let’s Adopt Indonesia, Carolina Fajar, mengatakan, sejauh ini belum ada aturan yang secara khusus melarang masyarakat memelihara Pitbull sebagai anjing rumahan.

"Persoalannya bukan semata-mata boleh atau tidak boleh memiliki Pitbull, tetapi apakah pemilik mampu memelihara dan mengendalikan anjing (ras apapun) secara bertanggung jawab," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (24/8/2026).

 

Carolina tak menepis bahwa Pitbull merupakan anjing dengan kemampuan fisik yang kuat. Karena itu, jika terjadi insiden, konsekuensinya bisa serius. Ia menegaskan, anjing dari ras apa pun sebaiknya tidak dibiarkan berkeliaran atau berada dalam kondisi yang memungkinkan lepas dan menyerang orang lain, terutama anak-anak.

Meski demikian, Carolina menuturkan, jangan menggeneralisasi bahwa Pitbull itu pasti suka menyerang atau agresif.

"Pitbull yang dipelihara, disosialisasikan, dan ditangani dengan baik, bisa punya temperamen yang sangat baik dan sangat affectionate. Tetapi karena kemampuan fisiknya besar, adalah tanggung jawab pemilik untu memastikan tetap terkendali dan tidak lepas tanpa pengawasan," ungkap dia."For your information, Pitbull itu salah satu anjing yang paling ramah, sama manusia dan hewan lain. Sama kucing kecil saja dia takut," sambungnya.

Carolina menuturkan, kasus di Bandung seharusnya menjadi pembelajaran untuk mengevaluasi penerapan aturan pengendalian anjing ras.

"Menurut saya pemerintah justru perlu memperjelas standar reponsible ownership untuk anjing ras apapun, tidak hanya Pitbull, bukan hanya setelah terjadi serangan, tetapi sebagai langkah pencegahan," ungkap dia.

Karena itu, Carolina mengajak melihat kasus serangan pitbull di Bandung secara utuh sebelum menyimpulkan penyebab kejadian. Menurutnya, perlu diketahui kondisi sebelum serangan, termasuk kemungkinan adanya interaksi atau situasi yang memicu respons anjing, serta bagaimana anjing tersebut bisa lepas dari pengawasan.

"Jadi, menurut saya, kita perlu melihat fakta dan hasil investigasi terlebih dahulu sebelum menyimpulkan apa yang menjadi pemicu serangan," jelas dia.

 

 

 

 

Pemilik Bertanggungjawab

Carolina menegaskan, terlepas dari pemicu kejadian, pemilik tetap memiliki tanggung jawab utama terhadap hewan yang dipeliharanya. 

"Pemilik tetap memiliki tanggung jawab utama terhadap hewan yang dipeliharanya. Pemilik harus memastikan anjingnya aman, terkendali, tersosialisasi dengan baik, dan tidak berkeliaran tanpa pengawasan. Soal apakah ada kelalaian atau kesalahan secara hukum, itu harus ditentukan berdasarkan fakta dan proses hukum yang berlaku," jelas dia.

"Kalau sudah terjadi insiden, pemilik harus memastikan korban mendapatkan pertolongan dan menangani kerugian yang timbul secara bertanggung jawab. Setelah itu, pemilik juga harus mengevaluasi kenapa anjing tersebut bisa lepas dan memastikan hal yang sama tidak terjadi lagi," tutur dia.

Carolina menilai standar responsible pet ownership harus berlaku untuk semua ras anjing, bukan hanya Pitbull. Pemilik wajib memastikan anjing tidak berkeliaran tanpa pengawasan, menggunakan leash atau tali kekang saat di luar rumah, serta mendapat pelatihan dan sosialisasi yang baik.

Pemilik juga harus memahami karakter, kebutuhan, dan kemampuan fisik anjing yang dipeliharanya, serta kesehatan anjingnya.

"Intinya, memelihara anjing bukan hanya soal memberikan makan dan tempat tinggal. Kita juga bertanggung jawab memastikan anjing kita aman, sejahtera, dan tidak membahayakan orang lain," ungkap dia.

"Jangan menilai anjing hanya dari breed-nya. Responsible pet ownership bukan hanya untuk kebaikan anjing kita, tapi juga untuk keamanan orang-orang di sekitarnya," tutup dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6