Kemenag: Waspadai Hoaks Bantuan Dana untuk Umat Kristiani di Medsos

Hoaks mencatut nama Kemenag untuk umat Kristen dan Katolik beredar di medsos, masyarakat diminta waspada.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat mewaspadai informasi pembagian bantuan untuk umat Kristen dan Katolik yang beredar di media sosial. Kemenag menjelaskan informasi tersebut tidak benar dan berujung penipuan.

Belakangan ini marak beredar poster digital yang menggunakan logo dan identitas visual Kementerian Agama terkait bantuan untuk umat Kristen dan Katolik. Informasi tersebut mencantumkan daftar bantuan mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 3 miliar, dengan biaya aktivasi yang harus dibayarkan mulai dari Rp300 ribu hingga Rp3 juta.

Poster lainnya memuat sejumlah ketentuan yang disebut harus dipenuhi calon penerima. Di antaranya, penerima disebut wajib memiliki KTP beragama Kristen atau Katolik dan rekening bank atau dompet digital (e-wallet).

"Informasi tersebut adalah hoaks. Kementerian Agama tidak memiliki program bantuan dengan biaya aktivasi seperti yang tercantum dalam poster tersebut," ujar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar dilansir laman Kemenag.go.id.

"Kami mengimbau masyarakat tidak memberikan data pribadi, informasi rekening, maupun sejumlah uang kepada pihak yang mengaku sebagai penyelenggara program bantuan tersebut. Jangan membayar biaya apapun hanya karena dijanjikan bantuan dalam jumlah besar," ujarnya menegaskan.

Ia juga menambahkan penggunaan logo Kementerian Agama dalam sebuah poster tidak serta-merta membuktikan bahwa informasi tersebut merupakan program resmi Kemenag.

"Informasi resmi terkait bantuan Kemenag untuk umat Kristen dapat dilihat pada situs https://bimaskristen.kemenag.go.id, sementara untuk umat Katolik dapat dilihat pada situs https://bimaskatolik.kemenag.go.id."

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.