Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah, Pasar Tunggu Dampak Suahasil Nazara

Rupiah hari ini dibuka melemah tipis ke 17.670 per dolar AS. Pergantian Menkeu menjadi salah satu sentimen yang dicermati pasar.

Diterbitkan 15 September 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (15/9/2026). Meski demikian, analis melihat rupiah masih berpeluang menguat seiring pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Rupiah dibuka melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi 17.670 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 17.669 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi menguat setelah pergantian Menteri Keuangan tersebut.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian Menkeu dari Purbaya kepada Suahasil, yang diharapkan akan direspons positif dari pasar,” ucapnya dikutip dari Antara.

Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan baru pada Senin (14/9/2026) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029.

Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019. Ia juga tetap menduduki posisi tersebut setelah pergantian pemerintahan pada Oktober 2024.

 

Investor Cenderung Wait and See

Menurut Lukman, respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan lebih berkaitan dengan berakhirnya masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa dibandingkan sosok Suahasil sebagai Menkeu baru.

“Sebenarnya investor bukan menyambut positif Menkeu baru, namun lebih pada merespons positif penggantian Pak Purbaya yang selama ini saya pantau, tidak begitu didukung investor dari respons-respons dia, pernyataan maupun pandangan seputar ekonomi,” ungkap Lukman.

Meski demikian, ruang penguatan rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih terbatas. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah harga minyak mentah dunia yang masih berada di level tinggi.

Selain itu, investor cenderung mengambil sikap wait and see menjelang keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (16/9/2026).

Lukman memperkirakan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed hampir pasti menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4 persen.

“The Fed hampir dipastikan menaikkan suku bunga 25 bps (basis points) ke 4 persen,” ujar dia.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran 17.550 hingga 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6