- HOME
- News
- Bisnis
- Enam Plus
- Bola
- TV
- ShowBiz
- Otomotif
- Foto
- Hot
- Cek Fakta
- LAINNYA
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
TeknoBerita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
SurabayaBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
-
LifestyleBerita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
- KesehatanKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Relationship, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
Nilai tukar Rupiah, mata uang resmi Indonesia, merupakan cerminan dari berbagai faktor ekonomi baik domestik maupun global. Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kebijakan moneter, terutama dalam menghadapi gejolak ekonomi global dan tekanan eksternal.
Pergerakan nilai tukar Rupiah dapat berfluktuasi, terkadang melemah mendekati level tertentu terhadap dolar AS, namun juga dapat menguat berkat sentimen positif dari kebijakan domestik. Fluktuasi ini tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi pasar global seperti konflik geopolitik dan harga komoditas, tetapi juga oleh faktor internal seperti koordinasi kebijakan fiskal dan moneter serta data ekonomi nasional.
Ringkasan Utama
- Kebijakan Moneter BI: Bank Indonesia secara aktif menggunakan BI Rate untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah di tengah gejolak global.
- Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah mengalami periode pelemahan akibat ketidakpastian global, namun juga menunjukkan penguatan berkat sentimen domestik.
- Faktor Pengaruh: Geopolitik, harga minyak mentah dunia, kebutuhan valas musiman, serta kebijakan fiskal dan moneter menjadi penentu utama nilai Rupiah.
- Asal Nama Rupiah: Nama Rupiah berasal dari kata Sanskerta “rupyakam” yang berarti perak, mencerminkan sejarah panjang penggunaan logam mulia sebagai alat tukar.
- Dampak Fluktuasi: Pelemahan Rupiah dapat meningkatkan harga barang impor dan memicu inflasi, meskipun likuiditas perbankan nasional tetap terjaga.
Memahami dinamika Rupiah penting untuk melihat kesehatan ekonomi Indonesia. Kebijakan yang responsif dan fundamental ekonomi yang kuat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tantangan global.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)