Katarak Masih Jadi Penyebab Utama Kebutaan

Kabar baiknya, katarak bisa ditangani. Lewat operasi katarak, seseorang bisa kembali bisa melihat.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 16:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Budu, PhD, SpM(K), M.Med.Ed mengatakan katarak menjadi penyebab kebutaan tertinggi di dunia juga Indonesia. Meski begitu, saat ini penyebab kebutaan di Indonesia makin kompleks tak hanya katarak.

Prof Budu mengungkapkan penyebab kebutaan lain diantaranya gangguan refraksi (kelainan fokus cahaya pada mata seperti minus atau silinder) meningkat, retinopati diabetik, age-related macular degeneration (AMD/degenerasi makula terkait usia yaitu kerusakan bagian tengah retina), hingga glaukoma (kerusakan saraf mata akibat tekanan bola mata tinggi).

Menurut Prof Budu hal ini terjadi karena perubahan pola hidup dan transisi Indonesia ke arah negara berkembang turut memicu pergeseran tren penyakit mata tersebut.

"Tentu katarak menjadi penyebab kebutaan tertinggi di dunia. Ini betul-betul harus kita antisipasi dengan baik," tandas Prof Budu pada peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Katarak adalah gangguan kekeruhan lensa. Bila kondisi ini dibiarkan maka penglihatan akan makin buram, aktivitas pun jadi terbatas serta risiko jatuh meningkat. Maka dari itu, penting untuk memeriksakan kesehatan mata meski tanpa gejala. Kabar baiknya, katarak bila diatasi penglihatan bisa Kembali.

"Katarak ini bisa dipulihkan. Operasinya aman dan dijamin JKN," kata Prof Budu.

Salah satu tantangannya adalah masih ada masyarakat yang takut menjalani operasi atau belum menyadari bahwa gangguan penglihatan yang dialami disebabkan oleh katarak.