Katarak Bisa Sebabkan Kebutaan, Operasi Bantu Kembalikan Penglihatan

Katarak yang sudah parah dapat menyebabkan kebutaan. Namun, dokter mengatakan bahwa kondisi tersebut reversible yang artinya bisa masih dapat ditangani.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 15:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penglihatan yang awalnya jernih dapat berubah menjadi berkabut ketika lensa mata mengalami kekeruhan akibat katarak. Pada kondisi yang sudah berat, katarak bahkan dapat menyebabkan seseorang kehilangan penglihatannya.

“Untuk bebannya dulu ya, katarak ini worldwide, jadi di seluruh dunia angka kebutaan tertinggi,” kata dokter spesialis mata, Milzan Murtadha.

Ia menambahkan, katarak merupakan kondisi ketika lensa alami di dalam mata mengalami kekeruhan. Lensa tersebut pada awalnya bening, tetapi seiring waktu dapat mengalami penumpukan material sehingga kejernihannya berkurang.

Meski demikian, kebutaan akibat katarak tidak selalu bersifat permanen. Seperti yang dijelaskan Milzan, katarak dapat ditangani dengan tindakan operasi untuk mengangkat lensa yang sudah keruh dan menggantinya dengan lensa buatan.

Menurutnya, katarak termasuk salah satu penyebab gangguan penglihatan yang dapat dikembalikan melalui tindakan medis. Ketika katarak sudah menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan, operasi dapat dilakukan untuk membersihkan lensa yang keruh dan mengembalikan fungsi penglihatan.

"Katarak itu, dia hampir satu dari dua yang reversible. Jadi, ketika orang itu menjadi buta akan katarak, setelah dilakukan tindakan, dia akan bisa regain atau mengembalikan penglihatannya, beda dengan beberapa penyakit lain," ujar Milzan di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Artinya, seseorang yang mengalami kebutaan akibat katarak masih memiliki peluang untuk mendapatkan kembali penglihatannya setelah menjalani penanganan yang sesuai. Namun, hasil penglihatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi lensanya.

Sebab, kualitas penglihatan (quality of vision) memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar mampu melihat objek dengan jelas.

Milzan memaparkan, beberapa aspek seperti kontras, ketajaman, hingga munculnya pandangan buram atau silau juga termasuk bagian dari kualitas penglihatan.

Penglihatan Berkabut Bisa Menjadi Tanda Katarak

Sebelum mencapai kondisi berat, katarak dapat ditandai dengan perubahan kualitas penglihatan. Salah satu keluhan yang umum dirasakan pasien adalah pandangan yang terasa berkabut atau seperti melihat melalui awan.

Keluhan lain yang dapat muncul adalah perubahan ukuran kacamata berulang kali tetapi penglihatan tetap dirasakan tidak optimal. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu alasan seseorang perlu menjalani pemeriksaan mata lebih lanjut.

Milzan juga menjelaskan bahwa tidak semua bagian mata yang terlihat putih merupakan katarak. Katarak berada pada lensa alami yang terletak di dalam mata, tepatnya di belakang bagian hitam mata atau pupil.

Karena itu, pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan untuk mengetahui penyebab perubahan yang terjadi.

Operasi Mengangkat Lensa yang Keruh

Ketika katarak sudah mengganggu penglihatan dan membutuhkan tindakan, salah satu metode operasi standar yang digunakan saat ini adalah fakoemulsifikasi. Dalam prosedur tersebut, lensa yang mengalami kekeruhan dipecah menggunakan energi ultrasound, kemudian material lensa yang keruh dibersihkan.

Selain fakoemulsifikasi, Milzan juga menjelaskan tentang perkembangan teknologi juga menghadirkan metode berbasis laser seperti Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).

Metode tersebut menggunakan energi laser untuk membantu proses pemecahan lensa yang mengalami katarak.

“Jadi dia menggunakan energi laser untuk memecahkan lensa tersebut. Kalau misalnya laser, dia akan lebih presisi, waktunya lebih singkat, risikonya juga lebih rendah,” tutur Milzan.

Dengan operasi tersebut, lensa alami yang sudah keruh dapat ditangani dan kemudian digantikan dengan lensa buatan sesuai kebutuhan pasien. Pemilihan metode serta jenis lensa tetap perlu disesuaikan dengan kondisi mata dan hasil pemeriksaan dokter.