Seperlima Penyebab Disabilitas karena Gangguan Penglihatan

Kemenkes targetkan bisa melakukan operasi bagi 80 persen penderita katarak sehingga bisa menekan kasus kebutaan akibat penyakit tersebut.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 10:52 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seperlima kasus penyebab disabilitas bersumber dari gangguan penglihatan. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwuno pada peringatan World Sight Day (Hari Penglihatan Sedunia) 2026. 

Dante mengatakan penanggulangan gangguan penglihatan merupakan investasi krusial dalam meningkatkan Angka Harapan Hidup Sehat (Health-Adjusted Life Expectancy / HALE). Ini adalah indikator lamanya seseorang dapat hidup tanpa kondisi kesehatan yang buruk atau disabilitas.

"Gangguan penglihatan, termasuk katarak, memang tidak memicu kematian secara langsung, tetapi sangat menentukan kualitas hidup seseorang," kata Dante dalam peringatan World Sight Day 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

Dalam era penuaan penduduk (aging population), gangguan penglihatan berdampak langsung pada produktivitas harian individu. Maka dari itu, pemerintah menargetkan minimal satu juta individu berisiko gangguan penglihatan dapat mendeteksi dini kesehatan matanya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Selain itu, cakupan operasi ditargetkan menjangkau 80 persen penderita katarak tingkat sedang hingga berat, dengan kepastian minimal 80 persen pasien pascaperoperasi memperoleh pemulihan tajam penglihatan yang baik.

Kemenkes juga mematok target Cataract Surgical Rate (CSR) yakni rasio atau jumlah tindakan operasi katarak per satu juta penduduk dalam satu tahun mencapai minimal 3.000 tindakan secara nasional per 1.000.000 peserta BPJS Kesehatan.

Langkah ini diimbangi dengan perluasan layanan medis di tingkat dasar, termasuk pemanfaatan funduskopi atau oftalmoskopi, yaitu metode pemeriksaan bagian dalam mata (seperti retina dan pembuluh darah) untuk mendeteksi secara dini penyakit mata berat.

"Kalau semua dokter umum melakukan pemeriksaan funduskopi, kelainan mata akan makin banyak terlihat. Begitu pula jika semua dokter endokrin seperti saya melakukan funduskopi, retinopati diabetik (kerusakan pembuluh darah retina akibat komplikasi diabetes) akan makin banyak terdeteksi secara dini," tegas Dante.