Liputan6.com, Jakarta - Rumah yang harum bisa membuat suasana terasa lebih nyaman, baik saat bersantai di ruang keluarga maupun ketika menerima tamu. Namun, menjaga aroma ruangan tetap segar terkadang menjadi tantangan, terutama di rumah tanpa AC yang cenderung terasa lebih gerah ketika sirkulasi udara kurang baik.
Salah satu cara yang bisa dicoba adalah membuat pengharum ruangan sendiri menggunakan bahan sederhana, seperti minyak esensial dan stik diffuser. Pilihan ini memungkinkan Anda menentukan aroma sesuai selera sekaligus menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi ruangan.
Meski begitu, pengharum ruangan tidak bisa sepenuhnya mengatasi bau yang berasal dari sampah, saluran air, kain lembap, atau masalah jamur. Agar wanginya bertahan lebih lama, penting untuk menghilangkan sumber bau terlebih dahulu, memilih metode pewangi yang sesuai, dan memastikan udara di dalam rumah tetap bersirkulasi dengan baik.
Advertisement
1. Membuat Pengharum Ruangan dengan Stik Diffuser
Pengharum ruangan dengan stik diffuser bisa menjadi pilihan karena tidak membutuhkan listrik maupun AC. Aroma menyebar ketika cairan pewangi meresap melalui stik berpori, kemudian menguap secara perlahan ke udara. Untuk membuatnya, siapkan botol kaca berleher sempit, stik rotan khusus diffuser, cairan pembawa yang sesuai untuk diffuser, dan minyak esensial dengan aroma pilihan.
Masukkan cairan pembawa dan minyak esensial sesuai petunjuk produk, lalu pasang beberapa stik ke dalam botol. Mulailah dengan jumlah stik yang sedikit dan tambahkan jika aroma dirasa kurang kuat. Balik stik sesekali ketika wanginya mulai melemah, sesuai kebutuhan. Letakkan botol di permukaan yang stabil, jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, serta jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Hindari meracik cairan dengan alkohol sembarangan karena sebagian jenis alkohol mudah terbakar dan tidak semua bahan cocok dicampur untuk diffuser.
Advertisement
2. Meracik Pengharum Ruangan Semprot dari Minyak Esensial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4211727/original/039774800_1667365272-essential-oils-1433694_1920.jpg)
Pengharum ruangan semprot cocok untuk Anda yang ingin menghadirkan aroma segar ketika ruangan mulai terasa pengap. Bahan yang bisa digunakan antara lain air suling, minyak esensial, dan botol semprot bersih. Sebagai titik awal, Anda dapat mengikuti resep sederhana berupa sekitar 240 ml air dan 8–10 tetes minyak esensial, sebagaimana tercantum dalam panduan kesehatan lingkungan.
Campurkan bahan, masukkan ke dalam botol, kemudian tutup rapat. Karena minyak dan air tidak menyatu sempurna, kocok botol sebelum digunakan. Semprotkan sedikit ke udara dengan jarak yang cukup dari wajah, makanan, dan permukaan yang mudah rusak. Perlu diingat, metode ini lebih cocok untuk memberikan aroma sesaat daripada mempertahankan wangi sepanjang hari. Jangan menganggap campuran buatan sendiri otomatis aman untuk semua orang, dan hindari menghirup kabut semprotan secara langsung.
3. Menggunakan Baking Soda untuk Membantu Menyerap Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5120522/original/080311500_1738661141-Baking_soda.jpg)
Jika masalah utamanya adalah bau tidak sedap, baking soda bisa dimanfaatkan sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu mengurangi aroma dari sumber tertentu. Bahan ini dapat digunakan sebagai penyerap bau di area terbatas, misalnya di dekat tempat sampah yang sudah dibersihkan atau di dalam lemari yang kering. Penggunaan baking soda tidak sama dengan memberikan aroma wangi, sehingga Anda bisa mengombinasikannya dengan metode pewangi lain jika diperlukan.
Untuk mencobanya, masukkan baking soda ke dalam wadah terbuka yang stabil, lalu letakkan di tempat yang aman dan tidak mudah tersenggol. Ganti isinya secara berkala atau ketika efektivitasnya dirasa berkurang. Hindari menambahkan minyak esensial terlalu banyak, terutama jika wadah diletakkan di dekat anak-anak atau hewan peliharaan. Jika bau berasal dari saluran air, kain basah, atau pertumbuhan jamur, atasi penyebabnya terlebih dahulu karena baking soda tidak menyelesaikan masalah tersebut.
Advertisement
4. Membuat Potpourri dari Bunga dan Rempah Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4141227/original/073980300_1661870663-georgia-de-lotz-grw2DRoqLAU-unsplash.jpg)
Potpourri merupakan campuran bahan aromatik kering, seperti kelopak bunga, kulit jeruk kering, kayu manis, dan cengkih. Kombinasi tersebut dapat memberikan aroma khas sekaligus menjadi dekorasi sederhana di ruang tamu atau kamar tidur. Berbeda dari pengharum semprot, potpourri tidak memerlukan listrik dan bisa diletakkan di sudut ruangan yang tidak terkena panas berlebihan.
Untuk membuatnya, pastikan semua bahan benar-benar kering agar tidak mudah berjamur. Campurkan bahan pilihan dalam mangkuk atau wadah berlubang, kemudian letakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara cukup. Aroma potpourri cenderung lebih lembut dan dapat berkurang seiring waktu. Anda bisa mengganti bahan yang aromanya telah memudar, tetapi jangan menggunakan bahan yang mulai lembap atau menunjukkan tanda-tanda jamur.
5. Merebus Rempah untuk Menghadirkan Aroma Segar
Kulit jeruk, kayu manis, dan cengkih dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan aroma hangat di rumah. Caranya cukup sederhana, yakni memasukkan bahan pilihan ke dalam panci berisi air, kemudian memanaskannya dengan api kecil agar aroma perlahan menyebar. Metode ini cocok digunakan sesekali ketika Anda ingin membuat ruang keluarga atau dapur terasa lebih segar tanpa membeli pengharum ruangan baru.
Selama proses pemanasan, pastikan air tidak sampai habis dan jangan meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan. Cara ini tidak menghasilkan pengharum yang bertahan sepanjang hari karena aroma akan berkurang setelah uap menghilang. Hindari pula menambahkan pewangi atau bahan kimia yang tidak dirancang untuk dipanaskan. Setelah selesai, matikan kompor dan biarkan panci mendingin sebelum dibersihkan.
Advertisement
6. Menjaga Aroma Tetap Awet dengan Penempatan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968345/original/056074300_1782980118-fd24d1af-722a-487b-b581-db7bec9e0e38.jpg)
Pengharum ruangan tidak hanya bergantung pada bahan yang digunakan, tetapi juga pada tempat meletakkannya. Untuk diffuser, pilih sudut ruangan yang tidak terlalu panas, tidak terkena angin kencang secara langsung, dan tidak berada tepat di dekat jendela yang sering terbuka. Aliran udara yang terlalu kuat dapat mempercepat penyebaran sekaligus mengurangi konsentrasi aroma di area tertentu.
Hindari meletakkan pengharum di dekat kompor, lilin, atau sumber panas lainnya, terutama jika cairannya mengandung alkohol. Jangan pula menempatkan diffuser di atas furnitur yang mudah rusak akibat tumpahan minyak. Periksa kondisi cairan secara berkala dan isi ulang sesuai petunjuk bahan yang digunakan agar aromanya tetap konsisten tanpa harus menambahkan pewangi secara berlebihan.
7. Menghilangkan Sumber Bau agar Pengharum Lebih Efektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315106/original/059976800_1755151809-jamur_4.jpg)
Pengharum ruangan akan lebih efektif ketika tidak harus menutupi bau yang terus muncul. Karena itu, buang sampah secara rutin, segera cuci kain yang lembap, keringkan handuk setelah digunakan, dan bersihkan sisa makanan yang tertinggal. Jika muncul bau apek, periksa kemungkinan adanya kebocoran atau area lembap yang memicu pertumbuhan jamur.
Rumah tanpa AC tetap bisa terasa segar apabila sirkulasi udaranya terjaga. Buka jendela dan pintu ketika kondisi luar memungkinkan, lalu gunakan kipas atau exhaust fan untuk membantu mengalirkan udara, terutama di dapur dan kamar mandi. Langkah ini membantu mengurangi penumpukan bau sekaligus mendukung kualitas udara dalam ruangan.
Advertisement
Tips agar Pengharum Ruangan Buatan Sendiri Lebih Tahan Lama
- Pilih satu atau dua aroma yang serasi. Aroma yang terlalu beragam belum tentu menghasilkan wangi yang lebih nyaman.
- Gunakan bahan sesuai peruntukannya. Minyak esensial, cairan pembawa, dan stik diffuser perlu cocok satu sama lain agar dapat bekerja dengan baik.
- Jangan berlebihan menambahkan pewangi. Aroma yang terlalu kuat bisa mengganggu orang yang sensitif terhadap parfum.
- Rawat sumber bau secara rutin. Membersihkan ruangan lebih efektif daripada hanya menutupi bau dengan aroma tambahan.
- Perhatikan kondisi udara. Ventilasi yang baik membantu mengurangi bau dan menjaga kenyamanan, meskipun rumah tidak menggunakan AC.
Perlu diingat, bahan berlabel alami tidak otomatis bebas risiko. Produk beraroma, termasuk minyak esensial, dapat memicu iritasi atau gangguan pernapasan pada orang yang sensitif. Gunakan secukupnya, ikuti petunjuk pemakaian, dan hentikan penggunaannya jika menimbulkan keluhan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pengharum Ruangan Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
1. Bagaimana cara membuat pengharum ruangan tahan lama tanpa AC?
Anda bisa menggunakan stik diffuser dengan minyak esensial, potpourri dari bahan kering, atau pengharum semprot. Agar aromanya lebih awet, bersihkan sumber bau dan pastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik.
2. Bahan alami apa saja yang bisa digunakan untuk pengharum ruangan?
Beberapa bahan yang bisa digunakan antara lain kulit jeruk kering, kayu manis, cengkih, bunga kering, dan minyak esensial. Pastikan bahan kering tidak berjamur dan gunakan minyak esensial sesuai petunjuk keamanan.
3. Mengapa pengharum ruangan cepat hilang wanginya di rumah tanpa AC?
Aroma pengharum dapat cepat memudar akibat penguapan, aliran udara, suhu ruangan, dan jenis pewangi yang digunakan. Untuk menjaga aroma lebih konsisten, pilih metode yang sesuai, jauhkan pewangi dari panas berlebih, dan atasi sumber bau di dalam rumah.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5434439/original/085265100_1764927392-Depositphotos_835881408_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354844/original/017602300_1790065258-RqaO57LLJOkemQW9XubLnrnYNQgCJ50CvosbFDYf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7149996/original/040795700_1779938391-5778176752468672576.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376579/original/096328600_1760009341-Ilustrasi_perbedaan_kepribadian_introvert_dan_ekstrovert_dalam_hal_preferesnsi_lingkungan_kerja.jpg)