Cara Menanam Lengkuas di Pekarangan, Rimpang Besar dan Wangi

Ingin punya stok laos segar? Simak cara menanam lengkuas di pekarangan rumah dengan langkah mudah, mulai dari pilih bibit hingga tips panen melimpah.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam lengkuas di pekarangan kini menjadi tren gaya hidup sehat yang diminati banyak keluarga di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri. Memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah tidak hanya memberikan pasokan bumbu dapur segar, tetapi juga menjadi kegiatan rekreatif yang menenangkan pikiran di tengah kesibukan harian. Lengkuas atau Languas galanga adalah tanaman rimpang yang relatif bandel dan tidak memerlukan perawatan rumit, sehingga sangat cocok bagi pemula yang baru ingin memulai berkebun di rumah.

Tanaman yang dikenal dengan nama laos ini memiliki segudap manfaat, mulai dari penghilang bau amis pada masakan hingga khasiat medis sebagai anti-inflamasi alami. Dengan menanamnya sendiri, Anda bisa memastikan bahwa rimpang yang dikonsumsi bebas dari pestisida kimia berbahaya. Selain itu, rimbunnya daun lengkuas yang hijau segar dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif yang mempercantik estetika pekarangan rumah Anda.

Langkah memulai budidaya ini sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa perlu keahlian khusus di bidang pertanian. Anda hanya perlu menyiapkan bibit berkualitas, media tanam yang tepat, dan sedikit kesabaran dalam merawatnya hingga masa panen tiba. Berikut adalah panduan lengkap dan runtut mengenai cara budidaya lengkuas di lahan rumah yang bisa langsung Anda praktikkan hari ini.

1. Persiapan Bibit 

Memilih Bibit Lengkuas Unggul dari Dapur

Pemilihan bibit merupakan fondasi utama dalam keberhasilan berkebun. Jika Anda memilih rimpang yang salah, pertumbuhan tanaman akan lambat atau bahkan berisiko mengalami pembusukan sebelum sempat bertunas di dalam tanah.

Kualitas bibit akan menentukan seberapa besar rimpang yang akan Anda panen nantinya. Pastikan Anda memahami ciri-ciri fisik rimpang yang sudah siap tanam agar investasi waktu dan tenaga Anda tidak terbuang percuma saat proses penyemaian dimulai.

Kriteria Rimpang yang Siap Tanam

Ciri utama bibit yang baik adalah rimpang yang sudah tua, ditandai dengan tekstur kulit yang keras dan warna yang mengkilap (tidak kusam). Pastikan rimpang tersebut memiliki minimal 2 hingga 3 mata tunas yang sudah mulai menonjol. Hindari menggunakan rimpang yang lembek atau memiliki bercak hitam, karena itu merupakan indikasi awal serangan jamur atau penyakit busuk rimpang.

Proses Perlakuan Bibit Sebelum Tanam

Setelah mendapatkan rimpang yang ideal, jangan langsung menanamnya ke dalam tanah. Sebaiknya, potong rimpang menjadi beberapa bagian dengan panjang sekitar 5-7 cm, pastikan setiap potongan memiliki mata tunas. Jemur potongan tersebut di tempat teduh selama 1-2 hari untuk mengeringkan luka bekas potongan (proses suberisasi), guna mencegah masuknya bakteri patogen saat rimpang bersentuhan dengan tanah lembap.

 

2. Kunci Media Tanam Subur

Menyiapkan Media Tanam yang Gembur dan Subur

Kunci sukses cara menanam lengkuas di pekarangan terletak pada kualitas tanah yang digunakan sebagai tempat tumbuh. Lengkuas menyukai tanah yang gembur dan kaya akan bahan organik agar rimpangnya bisa berkembang dengan leluasa tanpa terhimpit tanah yang padat.

Tanah yang terlalu keras akan menghambat pembesaran rimpang, sedangkan tanah yang terlalu becek akan memicu pembusukan. Oleh karena itu, pengaturan drainase dan komposisi media tanam menjadi hal krusial yang tidak boleh dilewatkan oleh para hobiis tanaman obat.

Teknik Pengolahan Tanah di Lahan Terbuka

Jika Anda menanam langsung di tanah pekarangan, cangkul lahan sedalam 20-30 cm untuk membalik tanah dan memperbaiki sirkulasi udara. Campurkan tanah galian tersebut dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1. Biarkan lahan selama satu minggu sebelum ditanami agar gas-gas beracun dalam tanah hilang dan mikroorganisme baik mulai bekerja.

Opsi Menanam di Pot atau Polybag

Bagi Anda yang memiliki keterbatasan lahan, penggunaan pot atau polybag berdiameter minimal 40 cm adalah solusi yang cerdas. Gunakan campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk organik dengan rasio seimbang. Pastikan wadah memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah agar air siraman tidak menggenang, yang menjadi musuh utama tanaman rimpang seperti lengkuas.

 

3. Tahap Menanam Lengkuas 

Cara Menanam Lengkuas dengan Benar

Proses penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar mata tunas tidak rusak saat dimasukkan ke dalam lubang tanam. Ketepatan kedalaman tanam akan sangat berpengaruh pada kecepatan munculnya tunas ke permukaan tanah dan kekuatan akar tanaman.

Waktu penanaman juga memegang peranan penting, terutama jika Anda bergantung pada pengairan alami. Mengikuti ritme musim akan memudahkan Anda dalam menjaga kelembapan awal yang dibutuhkan oleh bibit lengkuas untuk memecah masa dormansinya.

Kedalaman dan Jarak Tanam Ideal

Buatlah lubang tanam sedalam kurang lebih 10 cm. Letakkan rimpang dengan posisi mata tunas menghadap ke atas agar arah tumbuh batang tidak terhambat. Jika menanam lebih dari satu, berikan jarak minimal 50 cm antar lubang tanam. Jarak ini sangat penting karena lengkuas tumbuh merumpun dan membutuhkan ruang yang cukup luas untuk perkembangan rimpang di bawah tanah.

Waktu Terbaik untuk Memulai Penanaman

Sangat disarankan untuk mulai menanam pada awal musim penghujan. Kelembapan udara yang tinggi dan ketersediaan air yang melimpah secara alami akan merangsang pertumbuhan tunas baru dengan lebih cepat. Namun, jika Anda menanam di musim kemarau, pastikan Anda memiliki jadwal penyiraman yang konsisten agar media tanam tidak benar-benar kering kerontang.

4. Perawatan Tanaman Lengkuas

Perawatan Rutin Agar Panen Melimpah

Setelah bibit mulai tumbuh, bukan berarti tugas Anda selesai. Tanaman lengkuas membutuhkan perhatian rutin berupa penyiraman dan pembersihan lahan agar nutrisi dari tanah sepenuhnya terserap oleh tanaman utama, bukan oleh gulma.

Perawatan yang baik akan menghasilkan rimpang yang padat, beraroma kuat, dan memiliki ukuran yang memuaskan. Tanpa perawatan, lengkuas mungkin tetap tumbuh, namun hasilnya akan mengecil dan seratnya menjadi terlalu keras sehingga kurang nikmat untuk digunakan sebagai bumbu masakan.

Intensitas Penyiraman dan Pembersihan Gulma

Pada fase awal pertumbuhan (1-3 bulan pertama), lakukan penyiraman setiap sore jika tidak ada hujan. Pastikan tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang air. Selain itu, rutinlah mencabut rumput liar atau gulma di sekitar pangkal batang. Gulma adalah kompetitor utama dalam memperebutkan unsur hara nitrogen yang sangat dibutuhkan lengkuas untuk pertumbuhan daun.

Pemupukan Lanjutan dan Pembumbunan

Berikan pupuk organik tambahan setiap 2 bulan sekali untuk menjaga kesuburan tanah. Selain itu, lakukan proses "pembumbunan", yaitu menutup kembali pangkal batang yang mulai menyembul ke permukaan dengan tanah baru. Hal ini bertujuan agar rimpang yang baru terbentuk selalu tertutup tanah sehingga rimpang bisa tumbuh lebih besar dan terlindungi dari sinar matahari langsung yang bisa membuatnya mengeras.

Menangani Hama dan Penyakit Secara Alami

Meskipun lengkuas termasuk tanaman yang sangat tahan terhadap serangan organisme pengganggu, terkadang masalah seperti ulat daun atau jamur tanah tetap bisa muncul. Penanganan secara organik sangat dianjurkan karena hasil panen ini nantinya akan dikonsumsi oleh keluarga Anda sendiri.

Mengenali gejala awal gangguan pada tanaman akan membantu Anda mengambil langkah preventif sebelum kerusakan meluas ke seluruh rumpun. Penggunaan bahan-bahan dari dapur sendiri seringkali cukup ampuh untuk mengatasi masalah-masalah ringan pada tanaman lengkuas.

Mengatasi Ulat Daun dan Kutu

Jika terlihat lubang-lubang pada daun atau adanya bercak putih, Anda bisa menyemprotkan larutan air sabun cuci piring yang dicampur dengan sedikit minyak goreng dan air. Lakukan penyemprotan pada sore hari. Aroma lengkuas yang tajam sebenarnya sudah merupakan pengusir hama alami, namun pengawasan tetap diperlukan jika populasi serangga di sekitar pekarangan sedang tinggi.

Mencegah Busuk Rimpang Akibat Jamur

Penyakit busuk rimpang biasanya terjadi karena drainase yang buruk atau tanah yang terlalu padat. Cara mencegahnya adalah dengan memastikan tanah tetap gembur dan tidak menyiram secara berlebihan saat cuaca sedang lembap. Jika ada satu rumpun yang terlihat layu tiba-tiba dan batangnya membusuk, segera cabut dan buang jauh dari area tanam agar tidak menular ke rumpun lainnya.

5. Tahap Memanen Lengkuas

Menentukan Masa Panen Lengkuas yang Tepat

Masa panen adalah saat yang paling ditunggu-tunggu setelah berbulan-bulan merawat tanaman. Lengkuas memiliki dua karakteristik panen, yaitu panen muda untuk konsumsi langsung atau panen tua untuk tujuan penyimpanan yang lebih lama atau dijadikan bibit kembali.

Mengetahui tanda-tanda tanaman yang siap panen akan menghindarkan Anda dari memanen rimpang yang masih terlalu kecil atau justru sudah terlalu tua dan berserat kayu. Secara visual, tanaman lengkuas akan memberikan sinyal alami ketika bagian bawah tanahnya sudah penuh dengan rimpang berkualitas.

Tanda Fisik Tanaman Siap Panen

Untuk penggunaan bumbu dapur harian, lengkuas bisa mulai diambil sedikit demi sedikit pada usia 4-6 bulan. Namun, untuk panen raya, tunggulah hingga tanaman berumur 10-12 bulan. Tandanya adalah daun-daun mulai menguning, batang mulai mengering, dan pertumbuhan tunas baru mulai melambat. Inilah saat dimana kadar aroma dan kandungan minyak atsiri dalam rimpang sedang berada di puncaknya.

Teknik Memanen Agar Rimpang Tidak Rusak

Gunakan garpu tanah untuk menggali di sekitar rumpun, jangan menggunakan cangkul tepat di pangkal batang karena berisiko memotong rimpang. Angkat rumpun secara perlahan, lalu bersihkan tanah yang menempel. Setelah dipanen, potong batang semu dan cuci bersih rimpang lengkuas sebelum disimpan atau digunakan. Jangan lupa untuk menyisihkan sebagian rimpang terbaik untuk dijadikan bibit pada penanaman periode berikutnya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Berapa lama lengkuas bisa dipanen dari sejak tanam?

Untuk hasil optimal sebagai bumbu dapur berkualitas, lengkuas biasanya siap panen pada usia 10 hingga 11 bulan.

Apakah lengkuas bisa tumbuh di tempat yang teduh?

Lengkuas membutuhkan sinar matahari penuh (6-8 jam) untuk hasil rimpang yang besar, namun tetap bisa tumbuh di tempat semi-teduh dengan pertumbuhan yang lebih lambat.

Mengapa tanaman lengkuas saya hanya tumbuh daun tapi rimpangnya kecil?

Kemungkinan besar tanah terlalu padat atau kekurangan unsur kalium dan fosfor. Lakukan pembumbunan dan berikan pupuk kompos secara rutin.

Bolehkah menanam lengkuas di pot plastik biasa?

Boleh, asalkan pot memiliki lubang drainase yang baik dan ukurannya cukup besar (diameter minimal 40-50 cm) untuk ruang gerak rimpang.

Jenis lengkuas apa yang paling baik ditanam di pekarangan?

Lengkuas merah sering dipilih untuk pengobatan herbal, sedangkan lengkuas putih lebih umum ditanam untuk kebutuhan bumbu masakan sehari-hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6