7 Bagian Rumah yang Perlu Diperiksa ketika Banyak Serangga Bersayap Muncul

Kenali bagian rumah yang perlu diperiksa ketika banyak serangga bersayap muncul untuk mendeteksi tanda rayap dan mencegah kerusakan bangunan sejak dini.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 10:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagian rumah yang perlu diperiksa ketika banyak serangga bersayap muncul meliputi pondasi, area lembap, hingga struktur kayu. Kemunculan serangga ini bisa menjadi tanda aktivitas rayap atau semut bersayap di sekitar hunian yang perlu diwaspadai.

Karena itu, kemunculannya perlu diperhatikan, terutama jika disertai sayap yang terlepas atau tanda kerusakan pada material kayu. Pemeriksaan di sejumlah bagian rumah dapat membantu menemukan sumber kemunculan serangga sekaligus mendeteksi potensi kerusakan sejak dini.

Mulai dari pondasi hingga perabot kayu, berikut beberapa area yang perlu diperiksa ketika banyak serangga bersayap muncul. Berikut bagian rumah yang perlu diperiksa ketika banyak serangga bersayap muncul, Liputan6.com, Rabu (28/10/2026).

 

1. Pondasi dan Area Eksterior Rumah

Pondasi menjadi salah satu bagian pertama yang perlu diperiksa, terutama jika serangga yang muncul adalah rayap bersayap. Perhatikan retakan pada pondasi, celah di sekitar pipa utilitas, serta bagian bangunan yang bersentuhan langsung dengan tanah. Area tersebut dapat menjadi jalur masuk rayap ke dalam rumah.

Periksa juga tiang teras, dek kayu, dan bagian eksterior lain yang menggunakan material kayu. Adanya jalur lumpur (mud tubes) pada dinding atau pondasi, serta kayu yang tampak rusak dan berongga, bisa menjadi tanda aktivitas rayap yang perlu ditindaklanjuti.

2. Kamar Mandi dan Dapur

Kamar mandi dan dapur termasuk area yang perlu mendapat perhatian karena kebocoran air dapat menciptakan kondisi lembap yang mendukung aktivitas rayap. Periksa bagian bawah wastafel, area belakang toilet, sambungan pipa, serta ruang di sekitar mesin pencuci piring jika tersedia.

Selain mencari sumber kebocoran, perhatikan kayu yang berubah warna, mengelupas, atau menunjukkan tanda kerusakan. Kelembapan bukan berarti selalu ada sarang rayap, tetapi kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jika tersedia sumber makanan berupa kayu.

3. Loteng dan Ruang Bawah Tanah

Loteng dan ruang bawah tanah perlu diperiksa karena sebagian bagiannya jarang dijangkau saat membersihkan rumah. Kebocoran atap, ventilasi yang kurang memadai, dan kelembapan berlebih dapat membuat area ini lebih rentan terhadap aktivitas hama.

Amati balok kayu, rangka atap, insulasi, serta barang-barang yang disimpan di dalamnya. Serbuk kayu halus, lubang kecil pada kayu, sayap serangga yang terlepas, atau bagian kayu yang rapuh dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas serangga. Namun, jenis hama tidak bisa dipastikan hanya dari satu tanda tersebut.

4. Kusen Pintu, Jendela, dan Dinding

Kusen pintu dan jendela berbahan kayu perlu diperiksa, terutama pada bagian sudut, sambungan, dan area yang berdekatan dengan tanah atau sumber kelembapan. Perhatikan lubang kecil, permukaan kayu yang rusak, serta jalur lumpur yang mungkin menempel pada dinding atau kusen.

Jangan abaikan tanda kerusakan yang terlihat pada bagian interior, seperti cat menggelembung, lantai kayu melengkung, atau dinding yang tampak berubah bentuk. Meski tidak selalu disebabkan oleh rayap, perubahan tersebut perlu diperiksa lebih lanjut, khususnya jika banyak serangga bersayap ditemukan di ruangan yang sama.

5. Furnitur dan Perabot Berbahan Kayu

Furnitur kayu, seperti lemari, meja, kursi, dan rak penyimpanan, juga perlu diperiksa. Rayap kayu kering dapat menyerang perabot tanpa harus memiliki kontak langsung dengan tanah. Perhatikan lubang-lubang kecil pada permukaan kayu, serbuk halus yang menyerupai butiran, serta bagian yang terdengar kosong ketika diketuk.

Periksa pula bagian bawah furnitur, sambungan kayu, dan area yang jarang dibersihkan atau dipindahkan. Jika ditemukan tanda kerusakan yang mencurigakan, pisahkan perabot dari barang lain bila memungkinkan dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

6. Halaman, Tumpukan Kayu, dan Pohon di Sekitar Rumah

Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya dilakukan di dalam rumah. Tumpukan kayu bakar, sisa potongan kayu, tunggul pohon, dan pohon mati di halaman dapat menjadi tempat aktivitas rayap atau semut. Jika posisinya terlalu dekat dengan bangunan, area tersebut berpotensi meningkatkan risiko hama masuk ke rumah.

Pastikan kayu tidak bersentuhan langsung dengan pondasi dan hindari menumpuk material kayu di area yang lembap. Periksa juga kondisi pohon mati dan tunggul di sekitar hunian, terutama jika ditemukan banyak serangga bersayap di dekatnya.

7. Area Dekat Jendela, Pintu, dan Sumber Cahaya

Jendela, pintu, serta area di sekitar lampu dapat menjadi tempat berkumpulnya serangga bersayap karena banyak jenis serangga tertarik pada cahaya. Periksa sudut jendela, ambang pintu, lantai di bawah lampu, dan sarang laba-laba untuk menemukan sayap yang terlepas atau serangga mati.

Sayap yang terlepas dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas rayap atau semut reproduktif di sekitar rumah. Meski begitu, temuan ini tidak selalu berarti koloni berada di dalam bangunan. Perhatikan pula bentuk tubuh serangga, keberadaan jalur lumpur, dan kondisi material kayu untuk membantu membedakan jenis hama.

Apa yang Harus Dilakukan jika Banyak Serangga Bersayap Muncul?

Jika serangga bersayap muncul dalam jumlah banyak, bersihkan serangga mati dan sayap yang terlepas, lalu periksa area di sekitarnya untuk mencari tanda aktivitas hama. Catat lokasi kemunculan dan dokumentasikan kerusakan yang ditemukan agar lebih mudah saat melakukan pemeriksaan lanjutan.

Hindari langsung menyemprot semua area dengan insektisida sebelum jenis serangga dan sumber kemunculannya diketahui. Jika serangga terus muncul, ditemukan jalur lumpur, atau terdapat kerusakan kayu yang meluas, pertimbangkan untuk meminta bantuan jasa pengendalian hama profesional.

Pemeriksaan rutin pada pondasi, area lembap, struktur kayu, dan lingkungan sekitar rumah dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal. Dengan mengenali tanda-tandanya, penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat sebelum kerusakan bangunan bertambah parah.

Pertanyaan Seputar Bagian Rumah yang Diperiksa ketika Serangga Bersayap Muncul

Mengapa banyak serangga bersayap muncul di dalam rumah?

Banyak serangga bersayap dapat muncul saat musim berkembang biak untuk mencari pasangan dan membentuk koloni baru. Kemunculannya bisa berasal dari koloni di sekitar rumah atau dari celah bangunan.

Bagian rumah mana saja yang perlu diperiksa ketika banyak serangga bersayap muncul?

Periksa pondasi, kamar mandi, dapur, loteng, kusen pintu dan jendela, furnitur kayu, serta halaman. Area lembap dan material kayu perlu mendapat perhatian khusus karena dapat mendukung aktivitas rayap.

Apa tanda rumah terserang rayap?

Tanda yang perlu diwaspadai antara lain jalur lumpur pada dinding, kayu berongga atau rapuh, lubang kecil pada furnitur, serbuk kayu, dan sayap serangga yang terlepas. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Apa yang harus dilakukan jika serangga bersayap terus muncul di rumah?

Periksa area kemunculan, bersihkan serangga mati dan sayap yang terlepas, serta cari tanda kerusakan pada kayu. Jika serangga terus muncul atau ditemukan kerusakan, hubungi jasa pengendalian hama profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6