10 Tanda Ada Sarang Tikus di Dalam Rumah yang Sering Terlewat, Kenali Sebelum Makin Parah

Apa saja tanda ada sarang tikus di dalam rumah? Simak penjelasan lengkap dari kotoran, suara malam hari, hingga kabel tergigit, plus cara mencegahnya.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mengenali tanda ada sarang tikus di dalam rumah sejak dini penting agar masalah tidak membesar dan keluarga terhindar dari penyakit. Tikus suka bersembunyi di tempat gelap sehingga keberadaannya baru disadari setelah jumlahnya bertambah.

Melansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, tanda keberadaan tikus biasanya muncul sebelum penghuni rumah melihat hewan itu secara langsung. Kotoran dan bekas gigitan menjadi dua jejak yang paling mudah ditemukan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengimbau masyarakat memastikan rumah bersih dan bebas dari tikus karena hewan ini dapat menularkan leptospirosis lewat urinenya. Berikut adalah tanda ada sarang tikus di dalam rumah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026).

1. Kotoran Tikus Berserakan di Sudut Rumah

Kotoran adalah jejak yang paling sering ditemukan. Bentuknya butiran kecil berwarna gelap yang kerap disamakan dengan butir beras. Menurut CDC, kotoran tikus runcing di salah satu ujungnya dan sering mengandung rambut.

Perhatikan pula kondisinya. Kotoran yang masih baru biasanya gelap dan lembap, sedangkan yang lama tampak kering, keabuan, dan berdebu. CDC menyebut, jika kotoran muncul lagi setelah dibersihkan, itu pertanda tikus masih aktif di sekitar area tersebut. Periksa bagian belakang kulkas, kolong lemari, rak dapur, dan area plafon.

2. Ada Bekas Gigitan pada Kayu, Kardus, dan Plastik

Tikus memiliki gigi depan yang terus tumbuh sehingga mereka harus menggerogoti benda keras agar giginya tidak terlalu panjang. Melansir dari CDC, tikus juga menggigit untuk membuat jalan masuk yang lebih lebar. Karena itu, bekas gigitan sering terlihat pada kayu, kardus, plastik, dan karet.

Anda mungkin menemukan serpihan kayu halus di dekat bekas gigitan. Ukuran bekas gigitan juga bisa memberi petunjuk, sebab bekas yang lebih besar umumnya berasal dari tikus yang bertubuh lebih besar. CDC mengingatkan bahwa bekas gigitan saja belum tentu berarti tikus masih ada, tetapi tanda ini biasanya ditemukan berdekatan dengan kotoran.

3. Terdengar Suara Garukan atau Berlarian di Malam Hari

Tikus aktif ketika rumah sepi. Melansir dari laman pengendali hama Terminix, suara menggaruk atau berlari kecil, terutama pada malam hari, bisa menjadi tanda tikus berada di rumah. Suara itu biasanya datang dari dinding, plafon, atau lantai saat tikus mencari makanan atau membuat sarang.

Jika suara tersebut terdengar berulang di tempat yang sama, catat lokasinya. Informasi ini membantu Anda menentukan area yang perlu diperiksa lebih teliti. Namun, jangan menyimpulkan hanya dari suara. Cocokkan dengan tanda lain seperti kotoran atau bekas gigitan.

4. Menemukan Sarang dari Bahan Sobekan

Tikus membuat sarang di tempat gelap, hangat, dan jarang dilewati. Bahan yang dipakai biasanya sobekan koran, kardus, kain, atau isi bantal sofa yang mereka kumpulkan dari sekitar rumah. Terminix menyebut sarang tikus tampak seperti gumpalan yang tidak rapi.

Lokasinya bisa berada di balik peralatan rumah tangga, di dalam rongga dinding, atau di loteng. Karena sarang sering mengandung kotoran dan urine, jangan menyentuhnya dengan tangan kosong. Ini juga alasan penting untuk mengenali tanda ada sarang tikus di dalam rumah sejak awal, sebelum jumlah tikusnya bertambah. Gunakan sarung tangan dan baca bagian cara membersihkan di bawah sebelum bertindak.

5. Muncul Noda Minyak di Dinding atau Tepi Lantai

Tikus cenderung melewati jalur yang sama setiap hari. Army Public Health Center, lembaga kesehatan masyarakat milik Angkatan Darat Amerika Serikat, menjelaskan bahwa bulu tikus yang berminyak meninggalkan noda berlemak pada permukaan yang mereka lewati.

Noda gelap ini biasanya terlihat di sepanjang dinding atau sudut ruangan. Jika noda tersebut disertai kotoran dan bau urine, jalur itu kemungkinan sering dilalui tikus. Panduan kesehatan masyarakat di Amerika Serikat menyarankan perangkap dipasang dekat tempat kotoran ditemukan.

6. Tercium Bau Tidak Sedap yang Sulit Dihilangkan

Bau juga bisa menjadi petunjuk. Menurut Terminix, ada bau tak sedap yang sulit diabaikan ketika tikus sudah menetap di suatu area. Bau ini biasanya berasal dari urine dan kotoran, terutama di sepanjang jalur yang sering dilewati tikus.

Bau akan semakin kuat di ruang tertutup seperti gudang, loteng, atau bagian bawah lemari. Jika Anda mencium bau pesing yang tidak hilang setelah ruangan dibersihkan, periksa kemungkinan adanya sarang di sekitarnya.

7. Kabel Listrik dan Perabot Tergigit

Tikus tidak hanya menggigit kayu. Army Public Health Center menyebut tikus juga menggerogoti kabel sehingga berisiko memicu kebakaran. Kabel yang kulit luarnya terkelupas atau terputus tanpa sebab jelas patut dicurigai.

Periksa juga kabel di belakang televisi, mesin cuci, dan kulkas. Bila ada kabel yang rusak, matikan aliran listrik pada jalurnya terlebih dahulu sebelum diperiksa. Perbaikan kabel sebaiknya diserahkan kepada teknisi listrik.

8. Kemasan Makanan Robek dan Stok Dapur Berkurang

Tikus mencari makanan dan pakan hewan. Kemasan yang robek, bungkus mi instan yang berlubang, atau beras yang berceceran di lemari dapur bisa menjadi tanda. Bekas gigitan pada kemasan makanan terlihat tidak rata, berlubang, atau pecah.

Selain merusak, tikus dapat mencemari makanan dengan kotoran, urine, dan air liur. CDC menjelaskan bahwa kotoran, urine, dan air liur tikus dapat menyebar lewat udara atau makanan yang terkontaminasi. Karena itu, makanan yang kemasannya sudah digigit tikus sebaiknya dibuang.

9. Terlihat Jejak Kaki dan Bekas Seretan Ekor

Di permukaan berdebu seperti lantai gudang, loteng, atau kolong lemari, tikus bisa meninggalkan jejak kaki dan bekas seretan ekor. Karena itu, jangan buru-buru menyapu debu di area yang dicurigai sebelum Anda memeriksanya.

Jejak serupa juga bisa terlihat di tanah berlumpur di sekitar rumah. Bila jejak ditemukan bersama kotoran atau bekas gigitan, kemungkinan besar tikus memang sering melintas di tempat itu. Pakai sarung tangan jika Anda perlu menyentuh atau memindahkan benda di area tersebut.

10. Melihat Tikus Secara Langsung

Tanda yang paling pasti tentu saja melihat tikus. Namun, ingat bahwa tikus biasanya sudah berada di rumah cukup lama sebelum terlihat. Melihat satu ekor sering berarti ada lebih banyak tikus yang bersembunyi.

Bangkai tikus juga perlu diwaspadai. Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengingatkan agar bangkai tikus tidak dibuang sembarangan karena tikus dapat membawa 48 bibit penyakit. Gunakan sarung tangan dan masukkan ke kantong tertutup sebelum dibuang.

Rutin Memeriksa Rumah Jadi Kunci

CDC menganjurkan pemeriksaan rutin pada bagian dalam dan luar rumah. Pemeriksaan ini tidak perlu rumit. Cukup luangkan waktu sepekan sekali untuk melihat dapur, gudang, loteng, dan area belakang rumah.

Semakin cepat tanda ada sarang tikus di dalam rumah ditemukan, semakin mudah penanganannya. Jika Anda menemukan dua atau tiga tanda di atas sekaligus, anggap itu sinyal bahwa tikus sudah menetap dan perlu segera ditangani.

Mengapa Sarang Tikus Berbahaya bagi Kesehatan

Tikus dapat membawa berbagai penyakit yang menular secara langsung maupun tidak langsung. CDC menyebut penularan dapat terjadi lewat sentuhan pada tikus, kotoran, urine, atau air liurnya. Debu yang terhirup atau makanan yang tercemar juga dapat menjadi jalur penularan.

Di Indonesia, salah satu penyakit yang diwaspadai adalah leptospirosis. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang umumnya menyebar lewat air atau lumpur yang tercemar urine tikus. Gejalanya mirip flu berat, tetapi dapat disertai pembengkakan pada kaki dan tangan serta kulit yang menguning. Bila tidak diobati, leptospirosis dapat merusak hati hingga berujung kematian.

Cara Membersihkan Bekas Tikus dengan Aman

Banyak orang langsung menyapu kotoran tikus. Padahal, panduan CDC justru melarang menyapu atau menyedot debu dari kotoran tikus kering karena dapat membuat partikel berbahaya beterbangan di udara.

Langkah yang dianjurkan adalah sebagai berikut.

  1. Buka pintu dan jendela setidaknya 30 menit sebelum membersihkan, dan hindari area tersebut selama ruangan berventilasi.
  2. Kenakan sarung tangan karet, lalu semprot kotoran, sarang, dan bangkai dengan disinfektan atau larutan pemutih satu bagian pemutih dan sembilan bagian air.
  3. Diamkan minimal lima menit, lalu angkat dengan tisu atau kain sekali pakai.
  4. Masukkan ke dalam kantong plastik, ikat rapat, dan buang ke tempat sampah bertutup.
  5. Cuci tangan dengan sabun hingga bersih setelah selesai.

Cara Mencegah Tikus Kembali

CDC menyatakan lebih mudah mengendalikan tikus sebelum mereka menetap di rumah. Tutup celah di dinding, lubang pipa, dan bagian bawah pintu. Simpan makanan di wadah tertutup rapat dan jangan menumpuk sampah di dalam rumah.

Kementerian Kesehatan juga menganjurkan rumah dijaga tetap bersih dan sampah dibuang dengan benar agar populasi tikus tidak meningkat. Bila tanda tikus terus muncul setelah rumah dibersihkan dan celah ditutup, pertimbangkan meminta bantuan petugas pengendalian hama. Informasi dalam artikel ini bukan pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila muncul demam tinggi, nyeri otot, atau kulit menguning setelah terpapar kotoran atau urine tikus.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda ada Tikus di Rumah

Apa tanda awal yang paling mudah ditemukan jika ada tikus di rumah?

Kotoran dan bekas gigitan adalah dua tanda yang paling mudah ditemukan. Menurut CDC, tanda ini biasanya muncul sebelum penghuni rumah melihat tikusnya secara langsung.

Apakah suara di plafon pasti berasal dari tikus?

Belum tentu. Suara menggaruk atau berlarian pada malam hari memang bisa menjadi tanda, tetapi sebaiknya dicocokkan dengan tanda lain seperti kotoran, bekas gigitan, atau bau urine.

Bolehkah kotoran tikus disapu atau disedot dengan penyedot debu?

Tidak. CDC menganjurkan kotoran disemprot disinfektan terlebih dahulu, didiamkan, lalu diangkat dengan tisu agar partikel berbahaya tidak beterbangan.

Penyakit apa yang bisa ditularkan oleh tikus di rumah?

Tikus dapat membawa banyak penyakit. Salah satu yang diwaspadai di Indonesia adalah leptospirosis, yang menyebar lewat air atau lumpur tercemar urine tikus.

Kapan sebaiknya memanggil petugas pengendali hama?

Jika kotoran, bau, atau bekas gigitan terus muncul meski rumah sudah dibersihkan dan celah ditutup, bantuan petugas pengendali hama bisa dipertimbangkan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6