Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan tidak hanya membawa udara sejuk, tetapi juga tamu tak diundang berupa serangga. Jenis serangga yang sering masuk rumah setelah hujan ini umumnya terdorong oleh perubahan kondisi di luar ruangan, mulai dari genangan air hingga sarang yang terendam, sehingga mereka mencari tempat berlindung yang lebih kering dan aman.
Fenomena ini kerap dialami hampir setiap rumah tangga, baik di perkotaan maupun pedesaan, setiap kali musim hujan tiba. Begitu hujan reda dan malam mulai turun, lampu rumah yang menyala justru menjadi daya tarik tersendiri bagi serangga terbang untuk masuk melalui celah pintu, jendela, atau ventilasi yang terbuka.
Memahami jenis serangga yang sering masuk rumah setelah hujan menjadi langkah awal yang penting untuk mengantisipasi gangguan tersebut sejak dini. Berikut ini adalah beberapa jenis serangga tersebut yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026).
Advertisement
1. Laron
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416532/original/007912200_1763453860-unnamed__4_.jpg)
Laron menjadi salah satu serangga yang paling identik dengan datangnya musim hujan di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan padat. Serangga ini biasanya muncul dalam jumlah besar pada malam hari, terutama ketika kelembapan udara meningkat drastis begitu hujan deras baru saja turun dan kemudian reda sepenuhnya.
Cahaya lampu rumah menjadi pemicu utama laron berdatangan masuk ke dalam ruangan secara tiba-tiba dan dalam jumlah yang cukup banyak. Mereka terbang mengerumuni sumber cahaya tersebut, kemudian berguguran satu per satu dan meninggalkan sayap-sayap tipis yang berserakan di lantai maupun permukaan meja rumah.
Kemunculan laron sebenarnya menandakan siklus reproduksi rayap yang sedang berlangsung aktif di sekitar rumah, bukan sekadar fenomena musiman biasa. Oleh karena itu, laron yang terus berulang setiap musim hujan patut diwaspadai sebagai indikasi kuat adanya sarang rayap tersembunyi di dekat fondasi bangunan.
Advertisement
2. Nyamuk
Nyamuk menjadi serangga berikutnya yang populasinya melonjak signifikan begitu hujan mengguyur suatu kawasan permukiman secara merata. Genangan air yang terbentuk di pot bunga, talang air, ban bekas, atau wadah terbuka lainnya menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak dengan sangat cepat.
Dalam hitungan hari saja, genangan air tersebut dapat menghasilkan jentik-jentik baru yang kemudian bertumbuh menjadi nyamuk dewasa yang siap terbang masuk ke rumah. Kondisi lembap di dalam ruangan turut mempermudah nyamuk untuk bersembunyi di sudut-sudut gelap sepanjang hari tanpa mudah terdeteksi penghuni.
Selain mengganggu kenyamanan istirahat pada malam hari, nyamuk juga membawa risiko kesehatan serius karena berpotensi menjadi vektor penyakit seperti demam berdarah dengue. Pengurasan genangan air secara rutin setiap pekan menjadi kunci utama untuk menekan ledakan populasi nyamuk di lingkungan sekitar rumah.
3. Lalat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368231/original/069986800_1791424201-muhammad-daudy-46sv-yQZ7MI-unsplash.jpg)
Lalat turut meningkat jumlahnya secara nyata ketika kelembapan udara naik tajam setelah hujan mengguyur suatu kawasan permukiman padat penduduk. Serangga ini sangat tertarik pada sisa bahan organik, sampah basah, maupun tumpukan dedaunan yang mulai membusuk di sekitar halaman rumah dan selokan terdekat.
Aroma dari sisa makanan atau sampah organik yang lembap menjadi pemicu kuat bagi lalat untuk mendekat ke rumah penduduk, lalu akhirnya masuk melalui celah pintu dapur, ventilasi udara, atau jendela yang dibiarkan terbuka sepanjang hari tanpa pengawasan.
Kehadiran lalat di dalam rumah perlu diwaspadai karena serangga ini berpotensi menyebarkan bakteri dari tempat kotor ke permukaan makanan yang terbuka dan tidak tertutup rapat. Menjaga kebersihan dapur dan menutup rapat tempat sampah menjadi langkah pencegahan paling efektif yang bisa segera dilakukan penghuni rumah.
Advertisement
4. Semut
Koloni semut kerap berpindah tempat secara massal ketika sarang mereka di dalam tanah terendam air hujan dalam waktu cukup lama. Mereka mencari area yang lebih kering dan stabil untuk berlindung, termasuk celah dinding maupun bagian dalam rumah yang jarang terjamah manusia sehari-hari.
Semut biasanya bergerak dalam barisan panjang menuju sumber makanan, seperti remah-remah manis yang tercecer di dapur atau ruang makan keluarga setiap harinya. Jalur semut ini dapat terbentuk dengan sangat cepat begitu mereka menemukan titik masuk yang nyaman dan aman dari gangguan.
Meski sebagian besar jenisnya tidak berbahaya bagi manusia, kehadiran semut dalam jumlah besar tetap mengganggu kenyamanan rumah sehari-hari secara terus-menerus. Menutup celah dinding secara berkala dan membersihkan sisa makanan dapat membantu mengurangi gangguan serangga kecil ini secara signifikan dan berkelanjutan.
5. Kecoa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524971/original/078756400_1773026597-erik-karits-i6cOzQ3j-nA-unsplash.jpg)
Kecoa menjadi salah satu serangga yang paling dihindari penghuni rumah, dan populasinya cenderung meningkat tajam setelah hujan deras mengguyur kawasan permukiman secara terus-menerus. Saluran air yang tergenang mendorong kecoa berpindah mencari tempat berlindung yang jauh lebih kering dan aman dari genangan.
Serangga ini umumnya bersembunyi di area gelap dan lembap, seperti bawah wastafel, celah lemari dapur, atau saluran pembuangan air rumah tangga yang jarang dibersihkan. Kecoa cenderung aktif bergerak mencari makan pada malam hari saat kondisi rumah dalam keadaan sepi dan gelap total.
Kehadiran kecoa berisiko mencemari makanan serta memicu reaksi alergi pada sebagian orang yang sensitif terhadap kotoran dan bekas tubuhnya. Menjaga kekeringan area dapur dan kamar mandi secara konsisten menjadi cara paling efektif untuk mencegah kecoa masuk ke dalam rumah.
Advertisement
6. Jangkrik
Jangkrik termasuk serangga yang suaranya sering terdengar nyaring menjelang malam setelah hujan reda dari langit perkotaan maupun pedesaan di berbagai wilayah. Tanah yang basah membuat habitat alami jangkrik menjadi kurang nyaman, sehingga mereka berpindah mencari tempat yang jauh lebih kering dan terlindung.
Serangga ini biasanya masuk melalui celah bawah pintu atau lubang ventilasi yang tidak tertutup rapat sepanjang malam hari. Jangkrik cenderung bersembunyi di sudut ruangan yang minim cahaya dan jarang dilalui oleh aktivitas penghuni rumah sehari-hari maupun saat bersih-bersih.
Meski tidak membawa risiko kesehatan serius bagi manusia, suara jangkrik yang nyaring di malam hari kerap mengganggu kenyamanan tidur penghuni rumah secara terus-menerus. Menutup celah-celah kecil di sekitar rumah secara rutin dapat mencegah serangga ini masuk lebih jauh ke dalam.
7. Belalang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368232/original/081270000_1791424201-carol-gauthier-a0a9t1VcuUY-unsplash.jpg)
Belalang juga kerap terlihat berpindah tempat setelah hujan mengguyur area persawahan atau taman yang berada di sekitar permukiman warga perkotaan. Mereka mencari area yang jauh lebih kering untuk berlindung dari kondisi tanah yang basah, becek, dan tidak nyaman lagi untuk dihuni.
Serangga ini biasanya masuk melalui pintu atau jendela yang terbuka saat penghuni rumah sedang beraktivitas di dalam maupun di luar rumah. Belalang cenderung menempel pada tanaman hias atau dinding bagian dalam rumah yang letaknya berdekatan dengan taman atau pekarangan.
Kehadiran belalang umumnya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat merusak tanaman hias di dalam rumah apabila dibiarkan berlama-lama tanpa penanganan yang tepat. Memeriksa kondisi tanaman secara berkala membantu mendeteksi keberadaan belalang lebih cepat dan mencegah kerusakan yang lebih luas.
Advertisement
8. Ngengat
Ngengat merupakan serangga malam yang sangat tertarik pada cahaya lampu, terutama saat kelembapan udara meningkat tajam setelah hujan turun di malam hari yang gelap. Mereka terbang mendekati sumber cahaya tersebut dan sering kali masuk melalui jendela rumah yang dibiarkan terbuka tanpa kasa.
Beberapa jenis ngengat memiliki kebiasaan hinggap diam di dinding atau langit-langit rumah dalam waktu yang cukup lama tanpa berpindah tempat sama sekali. Sayapnya yang berdebu dapat meninggalkan residu halus pada permukaan dinding maupun perabot rumah tempat ia hinggap dalam waktu lama.
Selain mengganggu secara visual, larva dari beberapa jenis ngengat berpotensi merusak kain atau bahan tekstil yang tersimpan di dalam lemari pakaian keluarga. Menyimpan pakaian dengan rapat dan rutin diangin-anginkan menjadi langkah antisipasi yang paling disarankan untuk mencegah kerusakan kain.
9. Kumbang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368233/original/093691300_1791424201-weronika-romanowska-RXV1X3wEe8k-unsplash.jpg)
Kumbang tanah dan beberapa jenis kumbang lainnya ikut mencari tempat berlindung ketika tanah di sekitar rumah menjadi basah total akibat guyuran hujan deras yang berlangsung lama. Mereka berpindah ke area yang jauh lebih kering dan terlindung dari genangan air yang terus meluas.
Serangga ini biasanya masuk melalui celah bawah pintu, lubang ventilasi, atau pot tanaman yang diletakkan terlalu dekat dengan dinding rumah tanpa penghalang. Kumbang cenderung bergerak lambat sehingga mudah terlihat di lantai, karpet, maupun sudut ruangan rumah yang jarang dibersihkan.
Sebagian besar jenis kumbang tidak membahayakan manusia secara langsung, tetapi kehadirannya dalam jumlah banyak tetap perlu diwaspadai penghuni rumah setiap musim hujan tiba. Membersihkan area sekitar pintu dan pot tanaman secara rutin dapat mengurangi risiko kumbang masuk ke dalam rumah secara signifikan.
Advertisement
10. Kutu Loncat (Springtail)
Kutu loncat atau springtail menyukai lingkungan yang sangat lembap, sehingga kerap muncul di kamar mandi, dekat pot tanaman, atau area rumah yang basah setelah hujan deras turun mengguyur. Ukurannya yang sangat kecil membuatnya mudah luput dari perhatian penghuni rumah sehari-hari.
Serangga ini bergerak dengan cara melompat cukup cepat ketika merasa terganggu oleh gerakan di sekitarnya secara tiba-tiba. Springtail umumnya berkumpul di permukaan air yang tergenang atau media tanam yang terlalu basah di dalam maupun sekitar rumah tinggal.
Meski tidak menggigit dan relatif tidak berbahaya bagi manusia, kemunculan springtail menjadi sinyal bahwa sirkulasi udara di area tersebut perlu segera diperbaiki secepatnya. Mengurangi kelembapan ruangan menjadi solusi paling efektif untuk mengatasi serangga kecil yang satu ini.
Pertanyaan Seputar Jenis Serangga yang Sering Masuk Rumah Setelah Hujan
1. Mengapa serangga sering masuk rumah setelah hujan?
Hujan membuat habitat di luar rumah menjadi lembap atau tergenang, sehingga serangga mencari tempat yang lebih kering dan aman, salah satunya dengan masuk ke dalam rumah melalui celah pintu maupun jendela.
2. Serangga apa yang paling umum masuk rumah setelah hujan?
Laron dan nyamuk termasuk yang paling umum ditemui, karena laron tertarik pada cahaya lampu di malam hari, sementara nyamuk berkembang biak dengan cepat di genangan air sisa hujan.
3. Bagaimana cara mencegah serangga masuk rumah saat musim hujan?
Tutup celah pintu dan jendela, hilangkan genangan air di sekitar rumah, jaga kebersihan saluran air, serta kurangi pencahayaan berlebih pada malam hari yang dapat mengundang serangga terbang masuk.
4. Apakah kutu loncat atau springtail berbahaya bagi manusia?
Springtail umumnya tidak menggigit dan tidak berbahaya bagi manusia, tetapi kemunculannya menandakan area rumah yang terlalu lembap sehingga perlu diperbaiki sirkulasi udaranya agar tidak terus muncul.
5. Kapan waktu paling rawan serangga masuk rumah setelah hujan?
Malam hari setelah hujan reda menjadi waktu paling rawan, terutama saat lampu rumah menyala dan menarik perhatian serangga terbang seperti laron, ngengat, dan beberapa jenis kumbang di sekitarnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367654/original/007339100_1791359633-HOAX__32_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368230/original/058258200_1791424201-ajithkumar-m-H3-QIF3JSUM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496763/original/066922900_1770602448-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365540/original/012570700_1791183096-pexels-ekamelev-1126778.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3900713/original/096995700_1641904163-pexels-photo-4245887.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260840/original/085358400_1781665082-Cara_Menata_Tanaman_di_Pinggir_Pagar_agar_Kucing_Liar_Tidak_Lagi_Masuk_ke_Halaman_Rumah_Model_Serai_untuk_Menghentikan_Kucing_Liar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2593228/original/008517700_1546693457-20180105-Cicak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507890/original/000623500_1771557495-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337775/original/048590900_1788256485-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311217/original/041764800_1785393105-9786d4da-2d1f-4662-8b41-195a03ad493a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334721/original/093840700_1787895575-cc6c8056-510d-4b59-9ee2-30eec64865a6.jpg)