Svolt Punya Baterai Baru, Sekali Isi Daya Bisa Tempuh 500 Km

Teknologi baterai terbaru ini menawarkan kemampuan pengisian daya super cepat, yang diklaim mampu menambah jarak tempuh kendaraan

Liputan6.com, Jakarta - Svolt, produsen baterai yang tumbuh bersama Great Wall Motor (GWM), resmi memulai produksi massal baterai semi-padat (semi-solid-state) berkapasitas 100 kWh. Teknologi baterai terbaru ini menawarkan kemampuan pengisian daya super cepat, yang diklaim mampu menambah jarak tempuh kendaraan hingga 500 km hanya dalam 12 menit.

Dilansir dari CarNewsChina, Rabu (28/10/2026), baterai yang dikenal di pasar domestik Tiongkok sebagai liquid-solid hybrid atau hibrida cair-padat tersebut menggunakan arsitektur tegangan tinggi 900V. Sistem ini juga mendukung pengisian daya berdaya tinggi dengan tingkat 6C.

Kombinasi teknologi tersebut menjadi salah satu keunggulan utama baterai terbaru Svolt. Selain memangkas waktu pengisian daya, baterai ini dirancang untuk menawarkan tingkat keselamatan tinggi dan usia pakai panjang.

Pada 26 Oktober 2026, Svolt mengumumkan bahwa unit pertama paket baterai semi-padat Dragon Armor telah keluar dari jalur produksi di Changzhou, Tiongkok. Perusahaan menegaskan, penggunaan kimia baterai terner (ternary chemistry) pada teknologi semi-padat merupakan bagian dari strategi pengembangan jangka panjang mereka.

Salah satu keunggulan baterai semi-padat Svolt terletak pada kemampuan pengisian daya cepat. Dengan dukungan arsitektur 900V dan teknologi pengisian daya 6C, baterai berkapasitas 100 kWh ini diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 500 km dalam waktu 12 menit.

Teknologi pengisian daya 6C memungkinkan baterai menerima daya pengisian dengan tingkat yang sangat tinggi. Secara teoritis, angka tersebut menunjukkan laju pengisian setara enam kali kapasitas baterai per jam dalam kondisi yang sesuai.

Meski demikian, kecepatan pengisian aktual tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kemampuan stasiun pengisian, suhu baterai, tingkat daya awal, dan sistem manajemen baterai kendaraan.

Untuk mendukung pengisian daya berdaya tinggi, Svolt turut membekali baterai ini dengan teknologi pendingin cairan (liquid cooling). Sistem tersebut dirancang untuk membantu mengendalikan suhu baterai selama proses pengisian cepat, sehingga kinerjanya tetap terjaga dalam kondisi operasional yang berat.

Selain performa pengisian daya, Svolt menempatkan aspek keselamatan sebagai salah satu fokus pengembangan baterai Dragon Armor.

Ketua sekaligus CEO Svolt, Yang Hongxin, mengungkapkan bahwa baterai tersebut menggunakan teknologi pencetakan transfer pemisah tingkat sel (cell-level separator transfer printing technology).

Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan faktor keamanan baterai secara signifikan, khususnya ketika menjalani proses pengisian daya cepat.

Baterai Dragon Armor juga dilengkapi enam lapisan perlindungan. Svolt menyebut rancangan tersebut mampu memberikan ketahanan terhadap benturan hingga tiga kali lipat dibandingkan standar regulasi pemerintah Tiongkok.

Kendati demikian, efektivitas perlindungan tetap bergantung pada kondisi pengujian dan parameter yang digunakan. Rincian mengenai metode pengujian tersebut belum dijelaskan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia.

Penggunaan teknologi semi-padat sendiri menjadi bagian dari upaya industri baterai untuk meningkatkan performa dan keselamatan, sekaligus mempertahankan keunggulan teknologi baterai yang telah dikembangkan saat ini.

Tak hanya menawarkan pengisian daya cepat, baterai semi-padat Svolt juga dirancang untuk memiliki usia pakai panjang.

Perusahaan menyebut baterai ini mempunyai usia pakai teoritis hingga 1 juta km, dengan ketahanan mencapai 3.000 siklus pengisian daya.

Angka tersebut berpotensi menjadi nilai tambah bagi pengguna kendaraan listrik (EV), terutama mereka yang menggunakan mobil untuk perjalanan jarak jauh atau memiliki intensitas berkendara tinggi.

Daya tahan baterai menjadi salah satu faktor penting dalam kepemilikan mobil listrik. Pasalnya, kondisi baterai berpengaruh terhadap jarak tempuh, biaya perawatan jangka panjang, dan nilai kendaraan ketika dijual kembali.

Meski demikian, klaim usia pakai hingga 1 juta km masih perlu dilihat berdasarkan kondisi penggunaan nyata. Faktor seperti suhu lingkungan, kebiasaan pengisian daya, pola berkendara, serta kapasitas baterai yang tersisa seiring waktu dapat memengaruhi daya tahannya.

Wey V8X BEV Berpotensi Menjadi Pengguna Pertama

Hingga saat ini, Svolt belum mengumumkan secara resmi model kendaraan yang akan menjadi pengguna pertama baterai semi-padat Dragon Armor berkapasitas 100 kWh tersebut.

Namun, sejumlah pengamat industri memprediksi Wey V8X BEV berpotensi menjadi salah satu model pertama yang mengadopsi teknologi tersebut.

Wey merupakan merek kendaraan yang berada di bawah naungan Great Wall Motor. Hubungan strategis antara GWM dan Svolt membuat penggunaan baterai terbaru ini pada kendaraan dari grup yang sama menjadi salah satu kemungkinan yang diperhitungkan.

Yang Hongxin menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut mengenai penerapan baterai tersebut pada kendaraan akan segera diumumkan kepada publik.

Jika nantinya digunakan pada mobil listrik produksi massal, kombinasi kapasitas 100 kWh, arsitektur 900V, dan pengisian daya 6C berpotensi menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis.

Namun, spesifikasi baterai tidak serta-merta menentukan kemampuan pengisian daya sebuah kendaraan. Dukungan sistem kelistrikan mobil dan infrastruktur pengisian yang kompatibel tetap diperlukan untuk mencapai performa optimal.

Svolt pertama kali mengungkapkan rencana produksi massal baterai semi-padat pada Mei 2026. Saat itu, perusahaan menargetkan produksi batch pertama pada September tahun yang sama.

Perusahaan kini melanjutkan pengembangan teknologi baterai hibrida cair-padat sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing di industri kendaraan listrik.

Svolt juga menegaskan bahwa baterai padat murni (pure solid-state battery) masih membutuhkan waktu sebelum dapat memasuki tahap produksi massal komersial.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, perusahaan menargetkan seluruh sel baterai ternernya beralih ke teknologi hibrida padat-cair pada akhir 2027. Svolt juga berencana memperkenalkan teknologi hibrida padat-cair generasi ketiga pada 2028.

Strategi tersebut memperlihatkan bahwa Svolt masih mengandalkan pengembangan teknologi baterai secara bertahap, sembari mempersiapkan generasi berikutnya yang berpotensi menawarkan peningkatan performa dan keselamatan.

Di tengah pengembangan teknologi baru, Svolt juga berupaya memperkuat posisinya di pasar baterai kendaraan listrik Tiongkok.

Berdasarkan data China EV DataTracker, total instalasi baterai Svolt sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 11,27 GWh.

Jumlah tersebut terdiri dari 4,23 GWh baterai lithium iron phosphate (LFP) dan 6,99 GWh baterai terner berbasis nikel, mangan, dan kobalt (NMC).

Dengan capaian tersebut, Svolt menguasai sekitar 2 persen pangsa pasar baterai di Tiongkok.

Sebagai perusahaan yang dibentuk oleh Great Wall Motor pada 2012, Svolt awalnya berfokus pada pengembangan baterai untuk kendaraan listrik. Perusahaan kemudian beroperasi secara independen pada 2018, meskipun tetap menjalin kemitraan strategis dengan GWM sebagai salah satu pemasok intinya.

Produksi massal baterai semi-padat Dragon Armor berkapasitas 100 kWh menjadi langkah penting bagi Svolt dalam memperluas pengembangan teknologi baterai generasi baru.

Kemampuan menambah jarak tempuh hingga 500 km dalam 12 menit, ketahanan teoritis hingga 1 juta km, serta sistem perlindungan berlapis menjadi sejumlah keunggulan yang ditawarkan.

Jika klaim tersebut dapat dibuktikan melalui pengujian dan penggunaan nyata, teknologi ini berpotensi membantu mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh dan waktu pengisian daya mobil listrik atau range anxiety.