Musim Hujan Segera Tiba, Delapan Komponen Mobil Ini Wajib Diperiksa

Selain mengubah cara berkendara, musim hujan juga mengharuskan pemilik kendaraan memastikan mobil dalam kondisi prima

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan diprediksi mulai menyelimuti berbagai wilayah Indonesia pada November 2026. Kondisi tersebut menuntut pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi jalanan basah, licin, hingga tergenang air.

Selain mengubah cara berkendara, musim hujan juga mengharuskan pemilik kendaraan memastikan mobil dalam kondisi prima.

Sejumlah komponen, mulai dari ban, sistem pengereman, hingga kelistrikan, perlu diperiksa untuk meminimalkan risiko gangguan selama perjalanan.

Visibilitas yang menurun akibat hujan deras juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kondisi wiper, lampu kendaraan, serta sistem pendingin kabin perlu mendapat perhatian agar pengemudi tetap dapat melihat jalan dengan jelas.

Disitat dari laman Daihatsu, Rabu (28/10/2026), terdapat delapan komponen mobil yang sebaiknya diperiksa sebelum musim hujan tiba. Pemeriksaan ini dapat membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara.

1. Periksa Kondisi dan Tekanan Angin Ban

Ban menjadi salah satu komponen paling penting saat mobil melintasi jalanan basah. Kondisi tapak ban berpengaruh terhadap daya cengkeram dan kemampuannya membuang air dari permukaan jalan.

Ban yang sudah aus dapat meningkatkan risiko aquaplaning, yakni kondisi ketika ban kehilangan kontak optimal dengan permukaan jalan akibat lapisan air. Situasi ini dapat membuat pengemudi kesulitan mengendalikan kendaraan.

Untuk mengantisipasinya, periksa kedalaman alur ban melalui indikator Tread Wear Indicator (TWI). Jika keausan ban sudah mencapai batas indikator tersebut, segera lakukan penggantian.

Pastikan pula tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada stiker di area pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Jangan lupa memeriksa kondisi fisik ban. Jika ditemukan retakan, benjolan, atau kerusakan lain, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut di bengkel.

2. Pastikan Wiper dan Cairan Pembersih Kaca Berfungsi Optimal

Wiper memiliki peran penting dalam menjaga visibilitas pengemudi ketika hujan turun. Komponen ini membantu menyapu air dari permukaan kaca depan sehingga pandangan ke jalan tetap jelas.

Namun, karet wiper yang sudah getas, retak, atau aus tidak dapat bekerja secara maksimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan air tersisa di kaca atau membentuk garis-garis yang mengganggu pandangan.

Jika wiper mulai meninggalkan bekas air atau mengeluarkan suara tidak biasa saat digunakan, periksa kondisinya dan ganti jika diperlukan.

Selain itu, pastikan tangki cairan pembersih kaca atau washer fluid terisi. Gunakan cairan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan dan hindari penggunaan bahan pembersih rumah tangga yang berpotensi merusak karet wiper.

3. Periksa Sistem Pengereman

Sistem pengereman menjadi komponen vital yang harus dipastikan berfungsi dengan baik sebelum berkendara saat musim hujan.

Permukaan jalan yang basah dapat mengurangi traksi ban dan membuat jarak pengereman lebih panjang. Karena itu, pengemudi perlu memastikan seluruh komponen rem berada dalam kondisi baik.

Pemeriksaan meliputi kampas rem, cakram, tromol, serta minyak rem. Pastikan tidak terdapat kebocoran atau tanda kerusakan yang dapat mengganggu kinerja pengereman.

Perhatikan pula respons pedal rem. Jika terasa berbeda dari biasanya, terlalu dalam, atau muncul bunyi yang tidak lazim, segera bawa mobil ke bengkel untuk diperiksa.

Selain memastikan kondisi rem, pengemudi juga perlu mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Langkah ini memberikan waktu lebih bagi pengemudi untuk bereaksi ketika menghadapi situasi darurat di jalan.

4. Periksa Aki dan Sistem Kelistrikan Mobil

Aki dan sistem kelistrikan juga perlu mendapat perhatian sebelum musim hujan. Pasalnya, berbagai komponen kelistrikan berperan penting dalam mendukung operasional kendaraan, mulai dari sistem starter hingga lampu penerangan.

Periksa kondisi aki, terminal, dan sambungan kabel. Pastikan terminal tidak mengalami korosi serta tidak terdapat kabel terkelupas atau konektor yang longgar.

Kondisi kabel dan konektor yang tidak terlindungi dengan baik dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan ketika terpapar kelembapan atau air.

Pengemudi juga perlu berhati-hati saat melewati jalan yang tergenang. Jangan memaksakan diri menerobos genangan dengan ketinggian yang tidak diketahui karena air dapat masuk ke bagian kendaraan dan menyebabkan kerusakan serius, termasuk pada mesin dan sistem kelistrikan.

Jika menghadapi genangan yang cukup tinggi, lebih baik mencari jalur alternatif yang lebih aman.

 

5. Periksa Karet Pintu dan Jendela

Karet pintu dan jendela atau weatherstrip berfungsi menjaga kabin tetap terlindungi dari air hujan, debu, dan udara dari luar.

Seiring waktu, karet pelindung ini dapat mengeras, getas, atau mengalami kerusakan sehingga tidak lagi mampu menutup celah dengan baik.

Jika dibiarkan, air hujan berpotensi merembes ke dalam kabin. Kondisi tersebut dapat membuat karpet dan interior lembap, menimbulkan bau tidak sedap, hingga memicu pertumbuhan jamur.

Sebelum musim hujan tiba, periksa kondisi karet di sekeliling pintu dan jendela. Pastikan tidak ada bagian yang terlepas atau mengalami kerusakan.

Apabila ditemukan kebocoran, segera lakukan perbaikan atau penggantian komponen agar air tidak masuk ke dalam kabin saat hujan deras.

6. Pastikan Seluruh Lampu Mobil Berfungsi

Lampu kendaraan berperan penting dalam menjaga keselamatan ketika hujan mengurangi jarak pandang. Selain membantu pengemudi melihat kondisi jalan, lampu juga membuat keberadaan mobil lebih mudah diketahui pengguna jalan lainnya.

Periksa seluruh sistem penerangan, termasuk lampu utama, lampu rem, lampu sein, dan lampu kabut jika tersedia.

Pastikan semua lampu menyala dengan baik dan permukaannya bersih dari kotoran yang dapat mengurangi intensitas cahaya.

Lampu rem dan lampu sein juga tidak boleh luput dari pemeriksaan. Keduanya membantu menyampaikan informasi kepada pengendara lain ketika mobil melambat, berhenti, atau akan berbelok.

Sementara itu, lampu hazard sebaiknya tidak dinyalakan ketika mobil sedang berjalan dalam kondisi hujan biasa. Lampu ini digunakan untuk menandakan situasi darurat, bukan sebagai pengganti lampu utama saat hujan.

7. Pastikan AC dan Fitur Penghilang Embun Berfungsi

Sistem pendingin udara atau AC tidak hanya berfungsi menjaga kenyamanan suhu di dalam kabin. Komponen ini juga membantu mengurangi embun pada kaca yang dapat muncul akibat perbedaan suhu dan kelembapan antara bagian dalam dan luar mobil.

Embun pada kaca depan berpotensi mengganggu pandangan pengemudi, terutama saat hujan deras atau ketika berkendara pada malam hari.

Karena itu, pastikan AC bekerja dengan baik sebelum musim hujan tiba. Periksa pula fungsi defogger atau fitur penghilang embun apabila tersedia pada kendaraan.

Jika kaca mulai berembun ketika berkendara, gunakan pengaturan AC dan fitur penghilang embun sesuai petunjuk kendaraan untuk membantu mengembalikan visibilitas.

Jangan melanjutkan perjalanan dengan pandangan yang terganggu. Kurangi kecepatan dan berhenti di lokasi aman apabila visibilitas belum memungkinkan untuk berkendara dengan baik.

8. Siapkan Perlengkapan Darurat di Mobil

Selain memeriksa kondisi kendaraan, pemilik mobil sebaiknya menyiapkan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kendala selama perjalanan.

Perlengkapan ini dapat membantu pengemudi menghadapi situasi ketika kendaraan mengalami masalah atau perjalanan harus dihentikan karena kondisi cuaca.

Berikut sejumlah perlengkapan yang sebaiknya tersedia di dalam mobil:

  • Ban serep dan dongkrak: Membantu ketika ban mengalami kebocoran atau kerusakan dan perlu diganti
  • Segitiga pengaman: Digunakan untuk memberikan tanda kepada pengguna jalan lain ketika kendaraan berhenti dalam kondisi darurat, sesuai aturan keselamatan yang berlaku
  • Senter: Membantu penerangan ketika terjadi gangguan kendaraan pada malam hari atau saat kondisi sekitar gelap
  • Kotak P3K: Menyediakan perlengkapan pertolongan pertama untuk kebutuhan darurat
  • Jas hujan dan payung: Membantu pengemudi tetap terlindungi ketika harus keluar dari kendaraan saat hujan
  • Kain lap atau handuk bersih: Berguna untuk membersihkan air yang masuk ke kabin atau mengeringkan permukaan tertentu
  • Sekering cadangan: Dapat digunakan untuk mengganti sekering yang putus sesuai spesifikasi kendaraan
  • Pastikan seluruh perlengkapan disimpan dengan rapi dan mudah dijangkau. Periksa pula masa berlaku dan kelengkapan isi kotak P3K secara berkala.

Persiapan Kendaraan Jadi Kunci Keselamatan saat Musim Hujan

Memeriksa kendaraan sebelum musim hujan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko gangguan selama perjalanan. Ban, rem, wiper, lampu, hingga sistem kelistrikan perlu dipastikan berfungsi dengan baik.

Meski demikian, kondisi kendaraan yang prima tetap harus diimbangi dengan perilaku berkendara yang aman. Pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan ketika jalan basah, menjaga jarak dengan kendaraan di depan, serta menghindari manuver mendadak.

Jika hujan turun sangat deras atau genangan air berisiko membahayakan, pertimbangkan untuk menepi di lokasi aman dan melanjutkan perjalanan setelah kondisi memungkinkan.

Dengan persiapan yang tepat, perjalanan selama musim hujan diharapkan tetap aman dan nyaman.